MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Para pengunjung forum disarankan untuk tidak klik link-link yang tidak jelas di dalam forum ini. Sebab seringkali muncul spam di forum ini yang berisi iklan2 internasional. Resiko atas kelalaian yang disebabkan oleh pengunjung, bukanlah tanggung jawab FCBI dan pengurus forum.        Next Match - LIGA : Real Sociedad vs FC.Barcelona. Senin 05 Januari 2015. Jam 03:00 WIB.        Last Match - LIGA : FC Barcelona 5 - 0 Cordoba . Gol Barcelona oleh Pedro '2 ,Suarez 53' ,Pique 80' ,Messi 82' ,90'+1        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Wajib Tanpa Beban, Barca!
primsa - Sabtu, 21 Maret 2015 - 11:39.

Pergelaran La Liga kembali akan menghadirkan pertemuan dua raksasa kelas dunia, FC Barcelona dan Real Madrid CF. Ibarat air yang mendidih, pertemuan antara keduanya merupakan titik kulminasi yang menyajikan suhu teramat tinggi bahkan jauh hari menjelang laga. Pertemuan ke-230 antara kedua tim di ajang resmi ini diprediksi berlangsung sengit, dan boleh jadi, menggulirkan satu dua kontroversi.

Siapa lebih diunggulkan kali ini? Bermain di kandang sendiri, akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi Barca sebelum pertandingan dimulai. Stadion Nou Camp sudah pasti akan mengirimkan energinya dari seluruh penjuru tribun bagi pasukan biru-merah yang bertarung di atas lapangan. Apalagi dengan keunggulan satu poin hingga jornada 27, beban untuk meraih kemenangan akan lebih terasa bagi tim tamu.Dengan 10 laga tersisa setelah El-clasico, akan lebih sulit bagi Madrid untuk menuntaskan musim di posisi puncak bila gagal memanfaatkan pertandingan yang rencananya akan dimulai pada hari Minggu, 22 Maret 2015, pukul 21.00 waktu kota Barcelona.

Mengeliminasi beban dan mengkonversinya menjadi daya ledak berujung kemenangan. Inilah sebenarnya kunci menghadapi sebuah pertandingan sekeras El-clasico.Luis Enrique dan Carlo Ancelotti pasti sangat memahami hal ini. Keduanya telah menjalani tahun-tahun sulit mengelola beragam konflik psikologis baik sebagai pemain dan pelatih, termasuk untuk kedua tim yang mereka besut musim ini.

Bila mengacu pada laga bertajuk sama jilid I di bulan Oktober 2014 lalu, Ancelotti lebih mampu mengelola beban ini. Bahkan sekalipun tertinggal lebih dulu, Madrid akhirnya mampu mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan. Lini per lini Madrid tampil nyaris sempurna untuk mengoreksi celah yang menyebabkan Neymar Junior mencetak gol pembuka pertandingan. Sebaliknya setelah tertinggal 2-1, Barca memunculkan salah koordinasi antara Andres Iniesta dan Javier Mascherano yang memicu gol ketiga Madrid yang dicetak oleh Karim Benzema.

Beban dan tekanan pasti akan menghimpit seluruh pelaku El-clasico. Tapi bila harus memilih, selayaknya Enrique memberikan perhatian lebih kepada tiga punggawa Barca, yakni Claudio Bravo, Luis Suarez dan Lionel Messi. Dengan alasan yang berbeda, ketiganya gagal menampilkan kinerja puncak di El-clasico sebelumnya, dan pada ketiganya pula Barca dapat berharap untuk El-clasico nanti.

Bravo merupakan pilihan utama Enrique untuk mengawal gawang Barca di liga. Penjaga gawang tim nasional Cile ini sudah teruji hingga level Piala Dunia. Tapi sepertinya Piala Dunia tidak lebih ringan buatnya dibanding El-clasico. Di bulan Oktober lalu, Ia mengawali jejakannya di rumput Stadion Santiago Bernabeu dalam sebuah kesempurnaan. 8 clean-sheetyang dicetak Barca di seluruh jornada awal liga mungkin menambah beban mentalnya saat menghadang gempuran duet Benzema dan Cristiano Ronaldo. Kesempurnaan kontinuitas clean-sheet yang dituntut darinya ternyata gagal tersaji dan berakibat fatal. Ia kebobolan tiga kali. Malahan hingga kini, tiga gol oleh Madrid tersebut bertahan menjadi rekor kebobolan terbanyak per pertandingan bagi Barca di musim ini.

Suarez harus memulai penebusan dosanya kala melawan Madrid. Dosa akibat menggigit Giorgio Chiellini itu sebenarnya terjadi saat dia berkostum tim nasional Uruguay dan masih berstatus pemain Liverpool. Harga mahal yang disetor Barca ke kubu The Redsseperti segera dimintakan imbalannya ketika namanya muncul sebagai starter. Penampilannya tidak terkesan buruk bila mengacu pada assist yang diberikannya bagi Neymar. Terkait assist, dia sebenarnya bisa menggandakan koleksi bila sebuah umpan datar menyilangnya mampu dilesakkan oleh Messi ke gawang Iker Casillas. Bila kala itu umpannya terealisasi menjadi gol, mungkin tak ada lagi yang akan menyangsikan akurasi keputusan Enrique untuk menurunkannya sejak menit pertama.

Tapi di Barca, tidak cukup seorang striker hanya mencetak gol, pun juga assist. Secara permainan, seorang penggedor juga diminta atraktif dan rajin berseliweran menyusuri jengkal-jengkal di area pertahanan lawan. Inilah yang tidak dilakukan Suarez kala itu. Ia terlalu banyak berkutat di sektor kiri pertahanan Madrid. Suarez belum terlihat klop dengan sandiwara tukar-menukar posisi yang biasa dilakukan para pemain Barca untuk membongkar pertahanan lawan.Secara garis besar, penampilannya kala itu memang lebih banyak bermodalkan insting individu, sementara menu latihan singkat ala Barca (akibat turut adanya hukuman memasuki stadion, yang lalu diperlunak FIFA) belum menunjukkan manfaat bagi pemain yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris tersebut.

Messi dibayang-bayangi oleh tuntutan memecahkan rekor gol sepanjang masa La Liga oleh Telmo Zarra sewaktu melakoni El-clasico yang lalu. Tautan satu gol dengan sang pemilik rekor seperti mengerucutkan ekspektasi para pemain Barca mengenai siapa yang paling diharapkan untuk menjebol gawang Casillas.Tentu saja, ekspektasi ini juga didasarkan pada tren penciptaan gol di beberapa pertandingan sebelumnya oleh sang maestro.

Tak bisa tampil lepas untuk menanggung target capaian gol tersisa jelang rekor tersebut, Messi malah gagal tampil di bawah standar. Ide-ide brilian yang rutin dimunculkannya mendadak hilang. Bola yang diumpankan rekan setim sering diluncurkan balik ke arah asal karena dia tidak mampu melepaskan diri dari ketatnya kawalan para pemain belakang Madrid.

Kini, setelah hampir lima bulan, kedua tim akan kembali bertemu. Bravo masih menjalani perannya sebagai kepercayaan sang pelatih di bawah mistar Barca. Dia kini tak perlu dibayang-bayangi rekaman sejarah soal clean-sheet. Barca tidak ‘haram’ lagi untuk kebobolan, sepanjang bisa memenangkan pertandingan. Bahkan beberapa kemenangan krusial diraih Barca setelah tertinggal terlebih dahulu. Suarez semakin nyetel dengan permainan Barca. Kegigihan dan kengototannya berjibaku mempertahankan bola diimbangi dengan kematangan emosional yang semakin baik. Messi, seperti halnya Suarez, juga menemukan tahun 2015 sebagai tahun ‘pembalasan’. Gol demi gol oleh keduanya, ditambah torehan oleh Neymar, semakin mempertegas kekuatan lini serang Barca.

Baik Bravo, Suarez dan Messi sangat vital perannya dalam pertempuran El-clasico. Khusus bagi Bravo, dia harus mampu pula mengantisipasi serangan lawan yang sangat mungkin didominasi dari sektor kanan pertahanan Barca. Apa pasal? Skorsing yang masih harus dijalani Dani Alves pasti telah diintip oleh Ancelotti. Siapa pun maklum, saat ini tidak ada pengganti sebaik Alves sebagai bek kanan Barca. Marcelo, Gareth Bale dan Ronaldo akan terus mengintai area ini selama 90 menit laga.

Bila berkaca pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, proses terciptanya gol oleh Madrid masih berkisar pada eksekusi bola-bola mati, serangan balik dan bola udara. Maka dengan absennya Alves serta masih cederanya Sergio Busquets, Enrique bisa menjadikan kesempatan El-clasico kali ini untuk menerapkan pola serangan balik lewat formasi 3-4-3. Walaupun tidak dengan pola yang sama, orientasi serangan balik ini telah sukses diaplikasikan kala Barca menenggelamkan Atletico Madrid pada leg kedua babak perempat final Copa del Rey. Situasi Atletico kala itu mirip dengan tetangga sekotanya nanti, wajib menang bila tidak mau terbenam.

3-4-3 adalah formasi dalam situasi serang. Mascherano diplot pada posisi Alves, namun tidak untuk aktif naik membantu serangan. Duet bek tengah dipercayakan pada Jeremy Mathieu dan Gerard Pique. Mereka bertiga bergeser merapat bila bola sedang dalam penguasaan Barca. Sementara Jordi Alba akan banyak bergerak naik turun di sepanjang sisi kiri Barca. Walaupun bukan gelandang bertahan murni, Ivan Rakitic dapat dipercaya untuk mengisi posisi Busquets. Disiplin dan kengototannya menjadi faktor penting yang bisa diharapkan darinya. Apalagi, motivasi pemain yang musim lalu membela Sevilla ini pasti berlebih mengingat dia tidak masuk dalam starting-eleven di El-clasico lalu. Satu tempat tersisa di lini tengah adalah bagi Rafinha Alcantara. Dengan usianya yang masih muda, pemain yang aslinya adalah jebolan La Masia namun sempat ‘magang’ di Celta Vigo di bawah bimbingan sang pelatih Barca ini, telah memunculkan kelebihannya soal pengambilan posisi, umpan dan determinasi di lapangan tengah. Legenda Xavi Hernandez bisa menjadi pilihan substitusi di babak kedua.

Maka pastikan El-clasico ini akan menjadi tontonan yang tak terlewatkan di akhir pekan. Selamat menikmati. Kita tunggu hasil manis pekerjaan Enrique memaksimalkan kemampuan para pemain Barca, utamanya Bravo, Suarez dan Messi.

Dan buat kalian yang pengen nonton bareng, jangan lupa cek ofisial twitter @FCB_Indonesia buat informasi di regional-regional mana saja yang menyelenggarakan acara nobar tersebut.

Jornada 28 La Liga 2014/2015

FC Barcelona vs Real Madrid CF

Stadion Nou Camp, Barcelona

Minggu, 22 Maret 2015 pukul 21.00 waktu setempat

Perkiraan pemain:

FC Barcelona (4-3-3): Bravo; Mascherano, Pique, Mathieu, Alba; Iniesta, Rakitic, Rafinha; Suarez, Messi, Neymar.

Real Madrid CF (4-4-2): Casillas; Carvajal, Pepe, Ramos, Marcelo; Kroos, Isco, James; Ronaldo, Benzema, Bale.

Kata kunci:

FCBI Reg. Pekalongan Peduli Lingkungan Hidup
ellazefa - Rabu, 10 Desember 2014 - 17:01.

Dalam rangka menyambut Hari Pohon Internasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014, FCBI Pekalongan yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pekalongan melakukan aksi hijau dengan melakukan penanaman pohon bersama di dua tempat yaitu lapangan Alun-alun Pekalongan dan lapangan Jetayu Pekalongan.

Dalam kegiatan ini turut serta juga komunitas-komunitas lain yang menjadi anggota FKH Kota Pekalongan diantaranya OI, Fama, Perwakilan Mapala, Mahasiswa Unikal, Komunitas Biji dan beberapa anggota lainnya.


Kegiatan kali ini mengambil tema  ”Pohon bisa hidup tanpa manusia, Manusia tidak bisa hidup tanpa pohon.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan terutama pohon. Selain itu dengan adanya kegiatan ini, kami berharap agar komunitas-komunitas lain mau bergabung bersama FKH, terutama komunitas yang berisi generasi-generasi muda.

Memerah Birukan Jakarta dengan GathNas Ke 4 FCBI
ellazefa - Senin, 8 Desember 2014 - 16:58.


Tak terasa sampai juga di Gatnas Ke 4 di Jakarta , setelah Gatnas Pertama di Bandung, Ke dua di Surabaya dan Ketiga di Yogyakarta. Rasanya baru kemarin kebersamaan kami dalam kekeluargaan yang erat di keluarga besar member FCBI berkumpul di yogya,

Fans Club Barcelona Indonesia (FCBI) mengelar Musyawarah Nasional dan Gathering Nasional (Gatnas) ke IV pada  tanggal 23-26 Oktober 2014 di Desa Wisata, Hotel dan Resort Convention Hall Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kegiatan yang mengangkat tema ‘ Eksistensi, Kaderisasi, Sosial dan Silaturahmi diikuti oleh 30 regional dari 62 regional di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut pengurus FCBI Pusat menyampaian laporan pertangungjawaban (LPJ) kinerja pengurus pusat, sekaligus pemilihan presiden baru FCBI dan pembentukan kepengurusan priode 2014/2016.

Dalam Munas yang beragendakan pengesahaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) lama, pemilihan Presiden FCBI, sertijab pengurus lama serta rapat pleno revisi AD ART, formatur kepengurusan dan program kerja terpilih secara aklamasi koordinator regional Bogor Indra Syarifuddin untuk menjadi Presiden FCBI untuk dua tahun mendatang menggantikan IIyas Baisa yang juga merupakan salah seorang pemrakarsa terbentuknya FCBI.


Pada Tanggal 24 Oktober  Dimulai dengan sambutan dari Martin atex selaku Ketua Pelaksana Gatnas, Kamil Messi sebagai Korwil FCBI Regional Jakarta, EllaZefa Sebagai Wakil dari Pengurus Pusat FCBI dan dibuka oleh Ilyaz Baisa selaku Presiden FCBI.

Kita berkumpul disini untuk mesuport tim yang jauh disana, dengan harapan kita ini tetap satu dan menjaga kekompakan, karena kita ini satu FCBI dan satu bangsa Indonesia,”ujar Mantan Presiden Fans Club Barcelona Indonesia Ilyas Baisa.

Senada Humas FCBI Pusat  EllaZefa, menjelaskan  bahwa sesuatu hal yang luar biasa dan atas kedatangan berbagai regional dari  daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi menunjukan bahwa FCBI  adalah Rumah dan Keluarga Kedua ,tetap ada dan eksis dan bersama2 dalam kekeluargaan , karena akan menjadi kuat apabila bersama.

Presiden FCB Indonesia  Indra Syarifuddin usai terpilih secara aklamasi mengungkapkan bahwa dengan persoalan yang kita hadapi, memberi warna dan menjadikan FCBI lebih kuat. Langkah pertama yang akan kita lakukan yakni melakukan pembenahan dan mencoba menarik benang merah dari berbagai persoalan dan kendala khususnya pengurus pusat ke tiap regional. Namun itu semua tidak akan mungkin dapat kita wujudkan tanpa ada sebuah kebersamaan diantara kita sebagai satu kesatuan. Semakin besar dan eksisnya FCBI ada pada kita, sebaliknya kemunduran dan tenggelamnya FCBI juga ada pada kita. Olehnya itu mari bersama-sama kita rapatkan barisan dan satukan segenap tenaga dan pikiran agar FCBI menjadi komunitas yang besar dengan manajemen yang baik dan dapat memberi warna merah biru di Indonesia.” Visca Barca….Visca FCB Indonesia,”teriaknya di sambut gemuruh peserta munas.

Ketua Panitia Gathering Nasional IV yang juga merupakan pengurus regional FCBI Jakarta Athec menuturkan dengan pelaksanaan ini, juga merupakan pembuktian bahwa regional FCBI Jakarta masih ada dan tetap eksis. ” Sebagai tuan rumah, kita menunjukan bahwa FCBI Jakarta masih ada. Kita jangan di politisir, kami ada untuk berkumpul dan bersatu,”ujarnya.


Dan pada malam itu acara ditutup dengan perkenalan dari seluruh regional peserta dari 30 regional dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung,Semarang,Jogya,Jember,Surabaya, Jombang,Shoppeng,Gorontalo,Palu,Medan,Pekalongan, Bogor,Sumedang,Samarinda, Tarakan,Polman,Luwuk,Wajo, Malang,dll

Pada hari kedua Gatnas Sabtu tanggal 26 Oktober di mulai dengan Games ,foto Grupie yang bekerja sama dengan Head n Shoulder berhadiah Ke Camp Nou sampai sebelum makan siang. Setelah makan siang seluruh peserta Melakukan kebersamaan ke SbowBay yang terletak di kawasan TMII. Seluruh Peserta begitu larut dalam kegembiraan dan kebersamaan. Dan acara hari ke 2 Ditutup dengan NONBAR FCBI dan Ultras Real Madrid Indonesia (URMI) .

Peserta Gathering Nasional (Gatnas) Fans Club Barcelona Indonesia (FCBI) yang berasal dari berbagai regional di Indonesia, dalam kegiatan nonton bareng mendapat perlakukan tak sportif dari para madrista.Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ultras Real Madrid Indonesia (URMI) tersebut berakhir dengan kericuan akibat lemparan botol dari para madrista, pasca gol pertama yang dicetak Neymar pada menit ke tiga babak pertama.

Kegiatan nonton bareng yang dilaksanakan di Aula Universitas Trilogi Jakarta, Minggu 26 Oktober, dini hari tersebut mampu reda setelah beberapa aparat TNI turun tangan melerai keributan tersebut. ” Para madrista khususnya yang menggunakan berbagai atribut berupa bendera dan alat pengeras suara, sebahagian sudah terpengaruh alkohol,”ujar salah seorang peserta nobar.

Presiden FCBI Indra Syarifuddin yang pastinya kami kecewa, akan tetapi untuk mengamankan para peserta gatnas jadi kami mundur.” Kita khawatirkan terjadi keributan yang lebih besar lagi, makanya kami mundur.,”timpalnya. Menanggapi ulah madrista, Indra menyayangkan kejadian tersebut, apalagi banyak korban dari lemparan para madrista.

Peserta Gatnas yang juga merupakan Kordinator Wilayah (Korwil) Regional Polman Provinsi Sulawesi Barat Ichal Jafar menuturkan bahwa kejadian nonton bareng tersebut sungguh memalukan dan tentunya berdampak negatif bagi madrista sendiri. Kita hanya berharap semoga el clasico kedepan khususnya nonton bareng, seperti ini tidak menimbulkan keributan. ” Masing-masing fans harusnya bisa menahan diri dalam nonton bareng tersebut, apalagi kita ini satu bangsa dan satu tanah air,”ungkapnya.

Terpisah panitia pelaksana nonton bareng Kamil mengungkapkan bahwa dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan memberikan sanksi bagi para madrista.
Dalam pertemuan bergengsi antara Madrid dan Barcelona tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Madrid yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo, Pepe dan Karim Benzema. Sedangkan gol semata wayang Barcelona di cetak Neymar.

Pada Hari ketiga Minggu 27 Oktober adalah hari terakhir dimana harusnya jam 10 adalah penutupan namun jam 12 Baru bisa dilakukan . dikarenakan sepertinya enggan untuk berpisah. Selalu banyak kenangan manis dari mulai Gatnas Pertama di Bandung, Gatnas ke 2 di Surabaya ,ke 3 di Yogyakarta dan ke 4 di Jakarta… sampai ketemu 2 tahun mendatang di Gatnas selanjutnya. VISCA BARCA VISCA FCBI

Menanti R(E)volusi Enrique
primsa - Kamis, 21 Agustus 2014 - 12:00.

Segera setelah peresmiannya sebagai pelatih baru FC Barcelona, Luis Enrique Martinez langsung memulai kerja cerdasnya membenahi skuad. Pengalamannya sebagai pemain Barca selama delapan tahun dan tangan dinginnya memimpin pasukan muda FC Barcelona B dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 memudahkannya untuk menyelaraskan konsep melatihnya dengan ekspektasi tinggi publik Camp Nou.

Beberapa poin penting yang menjadi pekerjaan rumah khusus bagi seorang pelatih Barca ditata secara bertahap. Walau terlihat sederhana dan tampak sama di klub-klub lain, namun Enrique menjadikannya sebagai bagian kekokohan fondasi skuad yang bersifat jangka panjang.


Poin pertama yaitu regenerasi.

Keputusan Victor Valdes yang berniat mencari tantangan baru sejak pertengahan musim sebelumnya, ditambah dengan keputusan pensiun kapten Carles Puyol membuahkan kekosongan senioritas ulung di ruang ganti. Walaupun Valdes batal pindah dan mungkin masih akan sering beredar di kota Barcelona musim depan, ditambah keputusan Puyol yang menyatakan kesediaannya membantu Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, di departemen sepakbola, Enrique meyakini adanya nilai kebaikan dari sebuah masa transisi untuk menularkan semangat heroisme masa jaya Barca kepada skuad baru. Sosok penting untuk pengkonkretan hal ini ada pada diri Xavi Hernandez.

Xavi, yang sudah menjadi wakil kapten selama enam tahun terakhir, tadinya juga berencana untuk hengkang. Tawaran beberapa klub dari Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat dan Liga Qatar terendus media sebagai bakal pelabuhannya berikut. Dengan sebuah langkah pasti, Enrique mengamankan keberadaan Xavi minimal setahun ke depan, namun dengan batasan tidak menjanjikannya sebuah posisi inti di skuad utama. Dalam konsep bisnis, mungkin yang hendak diterapkan Enrique adalah mendorong Xavi “berbicara” dalam acara “CEO Inspiration” bagi pemain-pemain baru.


Poin kedua menyangkut perekrutan alumni akademi sepakbola La Masia.

Di Barca, ada sebuah “tekanan” untuk secara konsisten menjadikan La Masia sumber pasokan pemain baru bagi tim senior. Rasionalitasnya terletak pada kualitas individu dan mental kolektivisme yang dibawa dalam diri tiap alumni, didikan pola 4-3-3 yang tertanam sejak usia dini, lalu berlanjut pada nilai transfer yang akan berhasil dihemat. Konsep ini semakin menemukan pembenarannya dalam sepuluh tahun terakhir dengan rengkuhan tiga trofi Liga Champions.

Tentunya bukan karena Enrique menjalani tujuh tahun pembinaan di sekolah sepakbola milik klub Sporting Gijon yang menyebabkannya tidak menunjukkan tanda-tanda akan ada seorang alumni La Masia baru yang masuk ke skuad utama Barca musim depan. Atau bahkan bila dikaitkan dengan penjualan Francesc “Cesc” Fabregas ke Chelsea. Dalam kondisi La Masia saat ini, tumpukan kualitas para alumni terpusat di lini tengah, sementara perbaikan lini belakang dan depan perlu disikapi lebih serius. Inilah sebabnya sehingga investasi (baca: pengeluaran) besar-besaran Barca musim ini bukan utamanya terjadi di lini tengah.

Satu-satunya poin regenerasi yang belum terselesaikan hingga mendekati dimulainya La Liga 2014/15 adalah pencarian pengganti bek kanan Dani Alves. Dengan umurnya yang sudah mencapai 31 tahun serta kontraknya yang akan berakhir tahun depan, sulit untuk mengharapkan Alves akan menjadi opsi jangka panjang bagi skuad yang sedang dibentuk Enrique.

Poin ketiga adalah penajaman daya tempur.

Sekalipun Barca sudah bertabur bintang, penyelesaian akhir yang tidak efektif masih menjadi momok yang belum mampu diselesaikan Barca. Tepatkah keputasan merekrut Luis Suarez untuk poin ini? Bila menyinggung “masa istirahat”nya dari pertandingan kompetitif resmi selama empat bulan, sudah pasti Barca merugi. Apalagi bila mengacu kepada kondisi aktual sebelum pengurangan hukuman dilakukan, berlatih di stadion pun tidak mungkin bagi Suarez.

Tapi mari kita lihat stok striker yang ada di bursa. Andaikan pun pemegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, Miroslav Klose, masih berusia 25 tahun saat ini, Barca sudah pasti tidak akan mengejarnya. Seluruh titik penciptaan 16 gol yang diciptakan mantan penyerang tim nasional Jerman tersebut terjadi dalam satu koridor garis lurus selebar gawang hingga batas kotak penalti. Tidak ada garis silang yang cukup jauh terdeteksi dalam proses penciptaan gol oleh Klose.

Suarez menawarkan segalanya. Dia memiliki dribbling lengket atas bola, terbiasa dengan permainan diagonal, mumpuni dalam situasi one-on-one serta piawai menyambut bola silang. Dia juga menciptakan teror bila sudah bersiap mengambil tendangan bebas di luar kotak penalti. Gol sundulan acap terjadi lewat kepalanya. Keuletan dan kegesitannya bertarung akan membawanya sebagai sosok “Lucho” (yang artinya fighter atau pejuang), sebuah julukan yang melekat pula pada diri sang pelatih saat masih aktif bermain.

Yang agak mirip dengan profil Suarez ada beberapa, sebutlah Radamel Falcao dan Sergio “Kun” Aguerro, penyerang tengah asal Kolombia dan Argentina. Tapi, Falcao sedang dibekap cedera panjang dan Aguerro tidak menunjukkan sinarnya di Piala Dunia. Maka, dapat dimaklumi bila Barca segera mengamankan tanda tangan Suarez di bulan Juli kemarin.


Poin keempat adalah pengokohan lini belakang.

Setidaknya ada dua alasan penting di poin ini. Pertama karena jumlah kebobolan Barca di musim lalu yang sudah “tidak masuk akal” lagi. Di liga, Barcelonistas harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dibobol lawan hingga 33 kali. Tentu ini bukan jumlah yang bisa ditoleransi untuk klub sebesar Barca.

Alasan berikut adalah untuk kepentingan fleksibilitas lini belakang. Kebiasaan Barca memainkan empat pemain belakang sekaligus akan sulit diubah bila mengandalkan skuad sebelumnya. Javier Mascherano, yang aslinya adalah gelandang bertahan, lebih fasih membaca permainan lawan di lini tengah dibanding sebagai penyapu serangan lawan hingga ke garis tepi. Marc Bartra pun demikian. Walaupun dapat dimaklumi terkait jam terbangnya yang paling minim diantara para bek tengah, kegagalannya mengantisipasi rangsekan Gareth Bale di sisi kanan pertahanan Barca saat final Copa del Rey menjauhkan Enrique dari keinginan menambah stok bek tengah Barca.

Kehadiran Jeremy Mathieu dan Thomas Vermaelen dijadikan jawaban atas kegundahan Enrique terhadap stok bek tengah Barca. Dua benteng raksasa ini, bila dipadukan dengan Gerard Pique, akan menjadi trio penghalau bola-bola udara ke jantung pertahanan Barca. Target terukur untuk prestasi mereka adalah reduksi atas frekuensi kebobolan dari bola-bola mati dan umpan silang ke kotak penalti Barca. Dengan adanya ketiga bek tengah ini, Enrique bisa memastikan pola 3-4-3 sebagai variasi realistis atas pakem 4-3-3 yang sudah rutin dimainkan Barca.


Poin kelima cukup unik, yaitu penciptaan kompetisi diantara para kiper anyar.

Walaupun sudah pasti hanya satu kiper yang berjaga di bawah gawang, Barca punya riwayat kompetisi untuk posisi kiper. Di musim 2002/03, Barca memiliki dua kiper berkualitas sekaligus, yakni Roberto Bonano asal Argentina dan mendiang Robert Enke asal Jerman. Setahun kemudian, Valdes menjadi kiper utama menyingkirkan Rustu Recber, kiper tim nasional Turki, yang turut membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia 2002.

Kompetisi keras akan tercipta antara Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo dan Jordi Masip. Kiper asal Jerman, Stegen, adalah rekrutan paling awal Barca, yang persetujuan kontraknya diyakini telah tercapai saat musim lalu masih berjalan. Bravo bermain cemerlang mengawal gawang tim nasional Cile di Brasil, sementara Masip adalah didikan La Masia sejak tahun 2004. Persaingan halus dapat dirasakan bila menyimak komentar-komentar terpisah mereka di media. Enrique sendiri tampaknya tidak mau terjebak dalam pilihan yang terlalu dini. Dalam wawancara dengan media Mundo Deportivo setelah kemenangan telak 6-0 atas HJK Helsinki, ia secara jelas memberikan kesempatan 33% bagi Stegen, 33% bagi Bravo dan 33% bagi Masip untuk menjadi kiper utama Barca musim depan. Siapa yang terpilih? Jelas, tidak bisa dipastikan saat ini.


Poin keenam dan yang paling penting, adalah deklarasi “I am the boss” oleh Enrique.


Dilihat dari struktur tim kepelatihan yang dibawanya, kebijakan transfer pemain, potensi perubahan cara bermain di atas lapangan, hingga gairah, semangat juang dan kepercayaan diri tinggi yang diusungnya, sangat jelas bahwa Enrique akan menempatkan diri sebagai role model yang wajib disimak instruksinya. Tak heran bila Josep Marie Bartomeu, Presiden Barca, sampai menunjuk sang pelatih sebagai rekrutan terpenting musim ini.

Setumpuk ilmu dan pengalaman yang dimiliki Enrique menjadi modal penting mengembalikan Barca ke masa jayanya. Kini dia bukan lagi kapten di atas lapangan, karena dia akan mulai kepemimpinannya sebagai pelatih, mengatur sekelompok talenta luar biasa berbaju biru merah.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Gathering Nasional FCBI Ke 4 Di Jakarta
ellazefa - Senin, 18 Agustus 2014 - 15:10.

Wah Kayaknya baru kemarin Gathnas Pertama di Bandung, Kedua di Surabaya , Ketiga di Yogyakarta…. dan sekarang sudah mau gatnas Ke 4 dan Luar Biasa sekali tempatnya di Jakarta , Pada Tanggal  24,25,26 Oktober 2014

Tema dan Arti Logo Gatnas Ke 4 adalah :

-       Gedung gedung yang mengelilingi lingakaran merupakan landmark Kota Jakarta
-       Merah biru di tengah lingkaran merupakan warna kebanggaan Barcelona
-       Tulisan existir per indonesia merupakan tema dari Gathnas 4 FCBI yang artinya eksis untuk Indonesia
-       “ Eksis” merupakan kepanjangan dari Eksistensi Kaderisasi, Silaturahmi dan Sosial pengertiannya yaitu,

1. Eksistensi, Dengan acara ini diharapkan eksistensi FCBI semakin terlihat, semoga kedepannya bila nama/brand semakin besar, akan memudahkan orang lain paham dan mengenal fans club kita

2. Kaderisasi, Diharapkan ajang ini bisa menjadi bagian dr proseskaderisasi terutama untuk kepungurusan FCBI

3. Silaturahim, Salah satu acara ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik antar regional FCBI

4. Sosial, Acara ini merupakan ajang juga untuk menerapkan filosofi klub yaitu “mes que un club

So siapin dari sekarang nich buat yang di luar kota buat cuti, nabung buat ikutan Gathnas FCBI ,kebayang kan kangen2an ketemu kembali ama sesama Cules dan Nona Barca fans FC BARCELONA, yang biasanya hanya kenal di dunia maya, sosmed , ato lewat Forum bisa ketemu langsung. yg sudah pernah ikutan  Gathnas sebelumnya bisa saling update info2 terbaru .

Nih bocorannya nich acaranya bakalan ada : FCBI got Talent, Sharing sesama Regional, Keliling kota Jakarta , dll masih banyak lagi.


Dan Ini nich yang wajib di baca Info2 penting seputar Gatnas ke 4 :

  1. Gathering Nasional FCBI sanakan pada tanggal 24 s.d 26 Oktober 2014, bertempat di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah
  2. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang ( Insya Allah akan turun seiring dana yang masuk dari sponsor)
  3. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang sudah termasuk 2 malam penginapan, 5 kali makan, merchendise Gathering  (inc : 1 kaos, id card peserta, stiker, gantungan kunci), dan biaya masuk tempat wisata.
  4. Pendaftaran dan Pembayaran Gathering Nasional FCBI  2014 dapat dilakukan dari tanggal 1 September 2014 sampai dengan 31 September 2014.
  5. Pembayaran Gathering Nasional FCBI 2014 dikirimkan via BCA Nomor rekening 0325774817 atas nama Muhammad Kamil
  6. Peserta Gathering Nasional FCBI 2014 adalah member resmi Fans Club Barcelona Indonesia.
  7. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran Gathering Nasional FCBI 2014 yang sudah disediakan panitia.
  8. Peserta yang membawa anak dengan usia 0 – 4 tahun tidak dikenakan biaya pendaftaran dan wajib mencantumkan data di formulir pendaftaran.
  9. Peserta yang membawa anak usia 5 – 9 tahun wajib mengisi formulir pendaftaran dan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000 / orang
  10. Peserta yang sudah berkeluarga diwajibkan menunjukkan photo copy buku nikah.
  11. Tiap Regional yang akan mengikuti Gathering Nasional FCBI 2014 harus menunjuk 1 (satu) koordinator untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI 2014
  12. Koordinator dari tiap Regional harap melaporkan nama beserta no handphone-nya kepada Humas Gathering Nasional FCBI 2014 (Rifqi 083892222032) paling lambat tanggal 31 Agustus 2014.
  13. Koordinator dari tiap Regional bertugas untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI  2014 dalam hal pengumpulan nama-nama pendaftar dan uang pendaftaran yang dikumpulkan secara kolektif.
  14. Koordinator tiap Regional juga bertugas untuk membantu dalam hal koordinasi akomodasi peserta setiap Regional menuju lokasi Gathering Nasional FCBI 2014 Setiap Regional wajib melaporkan jenis penampilan kreatifitas apa yang akan ditampilkan paling lambat pada tanggal  30 September 2014 kepada Panitia Gathering Nasional FCBI  2014
  15. Peserta maksimal 400 orang dengan sistem pendaftaran siapa cepat dia dapat ( Pembayaran bisa dengan Down Payment sebesar Rp. 200.000 melalui Regional masing-masing )
  16. Koordinator wajib melaporkan jadwal kedatangan dan kepulangan peserta secara kolektif kepada panitia Gathering Nasional FCBI 2014.
  17. Peserta di usakan tiba di titik penjemputan (Bandara/stasiun/terminal) hari Jum’at tanggal 24 Oktober 2014 antara jam 13.00 – 16.00 WIB supaya memudahkan panitia untuk penjemputan
  18. Setiap Regional peserta wajib mempersembahkan 1 (satu) penampilan kreatifitas dalam bentuk apa saja yang akan ditampilkan saat FCBI Got Tallent Gathering Nasional FCBI 2014 yang merupakan bagian dari rangkaian acara.

ini nich tempatnya

 

 

So Don’t Miss It Cules n Nona Barca FCBI

Kata kunci:

#