MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Next Match - Final CDR: FC Barcelona vs Real Madrid. Kamis, 17 April 2014. Jam 02:30 WIB.        Last Match - Liga: Granada 1-0 FC Barcelona.        Messi menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak hattrick di laga kandang dan tandang el Clasico. Dan juga yang pertama mencetak hattrick di stadion Santiago Bernabeu.        Barca melaju ke final Copa Del Rey dan akan melawan Real Madrid di Final tanggal 16 April 2014. Bertempat di Stadion Mestalla, Valencia.        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Klimaks atau Antiklimaks, Barca?
primsa - Rabu, 16 April 2014 - 9:23.

Tak ada yang menyangka kalau FC Barcelona akan berubah drastis peruntungannya dalam seminggu ini. Dua gol dari dua tim berbeda mengubah mimpi indah Barca mengakhiri musim dengan treble. Kini perjalanan Barca bisa jadi mencapai klimaksnya dalam laga final Copa del Rey 2013-14 yang akan digelar pada 16 April 2014 malam hari waktu kota Valencia. Laga yang akan digelar di Stadion Mestalla ini akan mempertemukan Barca dengan rival abadinya, Real Madrid.

Lawan yang akan dihadapi di final nanti tidaklah asing bagi Barca. Terlalu banyak sejarah yang bisa diulas sejak kedua tim berdiri sebagai sebuah identitas sepakbola bagi komunitas yang mengagungkannya. Dalam semusim, tak jarang pula kedua tim bertemu empat sampai lima kali, sebuah frekuensi yang menandakan tancapan kuku keduanya di banyak kompetisi adalah hal lumrah. Uniknya, walaupun ajang Copa del Rey yang akan mempertemukan keduanya nanti adalah ajang non-premium, keduanya belakangan cukup intens bertemu di babak-babak akhir turnamen, entah itu semifinal ataupun final.

Bila bukan karena kedua kekalahan terakhir, judul artikel ini pastilah sudah melenceng dari keadaan terkini Barca. Namun dengan kegagalan Barca mengamankan tiket semifinal Liga Champions dari genggaman Atletico Madrid dan tiga poin krusial dari tangan Granada, klimaks ataupun antiklimaks perjalanan Barca di musim ini bisa tersaji di laga final Copa del Rey ini.

Secara realistis, dari dua peluang gelar tersisa, Copa del Rey membutuhkan usaha yang lebih minimal dibanding La Liga. Coba bandingkan berapa jumlah menit yang harus dibutuhkan Barca untuk meraih trofi Copa del Rey dibandingkan muncul sebagai kampiun La Liga. Ini belum ditambah dengan kondisi tambahan yang mengharuskan dua tim lain di tiga besar, Real Madrid dan Atletico Madrid, tergelincir di pekan-pekan berikut La Liga.

Terkait lawan yang dihadapi nanti, sebuah kenangan indah juga akan berhasil dicatat pelatih Barca, Gerardo “Tata” Martino bila kembali mampu memimpin pasukannya membantai Madrid. Tak semua pendahulunya berhasil mengalahkan Madrid di laga home and away. Apalagi dengan adanya kesempatan ketiga bertemu Madrid, maka peluang Tata mencatat hat-trick El-Clasico dalam musim pertamanya melatih akan semakin meningkatkan nama baiknya.

Tapi segala peluang klimaks tersebut juga beresiko terjadinya antiklimaks bagi Barca. Disebut antiklimaks karena di luar Piala Super Raja Spanyol yang direngkuhnya musim lalu, ternyata Barca musim ini tidak cukup tangguh untuk mengarungi musim yang berat dan mengakhirinya dengan sebuah trofi. Setelah sempat sangat difavoritkan untuk menjadi juara La Liga setelah mengalahkan Madrid bulan lalu dan memastikan tiket perempat final Liga Champions lewat kemenangan meyakinkan atas Manchester City di bulan yang sama, ternyata armada perang Barca seperti kehabisan bahan bakar. Kekalahan-kekalahan tak terduga menghampiri tim ini dari tim-tim semenjana.

Terkait kekalahan-kekalahan yang sudah dideritanya, keadaan yang dialami Barca sekarang sudah pernah terjadi pada periode 26 November 2013 – 1 Desember 2013. Kala itu Barca kalah berturut di Liga Champions dari Ajax Amsterdam dan di La Liga melawan Atletico Bilbao. Untungnya kekalahan di masa tersebut hanya terjadi dua kali saja secara berturut-turut. Kondisi yang terjadi sekarang lebih parah. Barca dua kali kalah tanpa mencetak satu gol pun. Akankah Barca kembali kalah untuk ketigakalinya secara berturut-turut? Atau yang lebih telak lagi, akankah kekalahan Barca akan berupa nirgol pula ke gawang lawan untuk ketigakalinya secara berturut-turut? Terlalu banyak rekor negatif yang berpotensi terpecahkan.

Membaca arah perjalanan Barca di pertandingan nanti, faktor kunci yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menutup lubang di lini belakang. Sekalipun ketidakpercayaan kita terhadap kegagalan lini serang dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Neymar Junior dalam membobol gawang lawan dapat dimaklumi, namun dengan melihat bagaimana rapuhnya pertahanan Barca dalam beberapa pertandingan terakhir, kita akhirnya juga tahu ada masalah penting di sana. Ketiadaan kiper Victor Valdes dan bek tengah Gerard Pique pasti akan kembali dieksploitasi Madrid. Apalagi dengan tingkat blunder partner Pique, Javier Mascherano, yang salah ambil posisi dalam dua gol Karim Benzema dalam laga El-Clasico terakhir, pastilah pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, akan kembali memasang Benzema dalam pusaran gerakan Mascherano.

Sekilas rekor apik Tata kontra Don Carletto memberikan ketenangan bagi para Barcelonistas. Tapi perlu diingat, dua kali kemenangan yang diraih Tata bukanlah kemenangan yang mudah. Ada kejar mengejar skor di sana, ada asumsi skuad inti yang fit di sana, dan tentunya Barca tidak mengalami dua kekalahan beruntun pra El-Clasico. Jadi, bagaimana Tata, klimaks atau antiklimakskah Barca kali ini?

Final Copa del Rey 2013-14!

FC Barcelona vs Real Madrid

Venue : Stadion Mestalla, Valencia 16 April 2014

Perkiraan pemain:

FC Barcelona (4-3-3): Pinto; Alves, Bartra, Mascherano, Alba; Busquets, Xavi (c), Iniesta; Sanchez, Messi, Neymar

Real Madrid (4-2-3-1): Lopez; Arbeloa, Ramos, Pepe, Coentrao; Modric, Alonso, di Maria; Bale, Benzema, Ronaldo.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Imbang Lagi Untuk Kali Keempat: FC Barcelona 1-1 Atletico Madrid
initialsatsat - Rabu, 2 April 2014 - 11:02.

Gol fantastis Diego Ribas di menit ke 56 berhasil disamakan oleh sepakan terukur Neymar pada menit ke 71. Kedua tim menjalani laga leg pertama perempat final liga champions 2013/2014 di Camp Nou rabu dinihari. Hasil imbang untuk kali ke empat di pertemuan ke empat musim ini (2kali Super Copa de Espana dan 1kali Primera Liga)akan mencapai puncaknya minggu depan saat Barca harus menuntaskannya di kota Madrid. Kesempatan untuk melaju ke babak semifinal masih terbuka lebar bagi kedua tim. Meski keunggulan karena gol tandang akan sedikit berpihak untuk anak asuh Diego Simeone.

Hal tersebut juga didukung oleh statistik yang diberikan oleh infostrada, bahwa tim tamu yang berhasil bermain imbang 1-1 pada leg pertama mempunyai keunggulan yang lebih dibanding tim tuan rumah saat leg kedua nanti.

Meski akan menjalani pertandingan penentuan saat leg kedua sepekan mendatang, kabar buruk menerpa saat cedera pemain dialami oleh kedua tim pada pertandingan kali ini. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, cedera kembali dialami oleh salah satu pemain andalan Barca di lini belakang, yakni Gerard Pique. Pique mengalami cedera pada menit ke-12 dan harus digantikan oleh Marc Bartra. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Pique harus absen selama kurang lebih 4 pekan, dan sepertinya akan melewatkan laga leg kedua di Vicente Calderon. Selang 18 menit, giliran tim tamu mendapatkan musibah, yakni striker andalan mereka Diego Costa menderita cedera hamstring. Diego Costa yang dalam seminggu terakhir berjuang untuk mengembalikan kondisi kebugarannya harus menepi dari lapangan dan posisinya digantikan oleh Diego Ribas.

Barca bermain dengan nyaman dan mengendalikan permainan di babak pertama, tercatat 4 peluang berhasil dihasilkan oleh tuan rumah, yakni sundulan Neymar pada menit ke-23, sepakan Iniesta yang berhasil diblok kiper Thibaut Courtois dan sundulan Messi pada menit ke-41 serta lagi-lagi penyelamatan gemilang kiper tim tamu yang berhasil menggagalkan sepakan Neymar di menit akhir babak pertama.

Tim tamu berhasil menciptakan peluang sekaligus gol pertama di pertandingan kali ini saat tendangan fantastis yang sebelumnya diawali oleh dribel di sebelah kanan pertahanan Barca. Adalah Diego Ribas yang menjadi aktornya. Tak butuh waktu lama, 15 menit kemudian Barca berhasil menyamakan kedudukan. Umpan cantik Iniesta dari sektor tengah berhasil dikonversi menjadi gol oleh Neymar yang berlari dari sebelah kanan pertahanan Atletico dan berhasil membuat Courtois memungut bola dari gawangnya. Setelah itu Barca bertubi-tubi mencari gol pemenang, tetapi kegigihan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang Atletico Madrid berhasil mementahkan sejumlah peluang tersebut.

Guardiola, Tito, Tata Dan Cesc Fabregas

Tata menurunkan 4 gelandang dalam pertandingan kali ini, dan hanya memainkan dua penyerang dalam diri Messi dan Neymar. Satu kali Pep pernah berkata bahwa ” Sebagai pelatih, anda akan selalu ingin bermain dengan cara memainkan pemain tengah sebanyak mungkin”. Sebagai mana Pep, begitu pula yang dianut oleh Tito musim lalu dan saat ini oleh Gerardo Tata Martino. Saat tim bertemu dengan lawan yang memiliki pressure berlapis seperti Atletico Madrid, Barca selalu melakukan hal yang sama yakni mencoba mengintegrasikan Fabregas dan membuat Xaviesta “berpisah”. Bukan kali pertama pula Fabregas bermain di bawah form melawan tim dengan disiplin dan pressure tinggi. Sederhananya untuk mengerti adalah bahwa untuk kesekian kalinya, Barca “hanya” bermain dengan 10 orang pemain di lapangan. Atau jika ingin sedikit bias, “ingin melihat tim terbaik di dunia beraksi dinihari tadi?”, maka lihatlah pertandingan tersebut sejak menit ke-68.

Atletico paham benar bahwa Tata akan menaruh sebanyak mungkin gelandang untuk menembus lini tengah dan kedua sentral bek Atletico. Tetapi tanpa pemain yang bermain melebar di sayap, tidak ada keragaman dari cara menyerang Xavi Hernandez dkk. Dan Simeone melakukannya dengan benar sejak awal pertandingan, saat skema 4-4-2 yang teruji nan ampuh digunakan untuk melawan Barca. Musim lalu di babak 16 besar saat tandang ke AC Milan, Barca mengalami hal serupa dengan menggunakan taktik yang sama. Dan saat bermain dengan comeback luar biasa di leg kedua, Barca kembali bermain dengan tiga gelandang kreatif mereka dan tiga penyerang. Setidaknya ada dua hal yang mendasari perubahan skema permainan Barca dinihari tadi hingga tim bisa menyamakan kedudukan. Yang pertama adalah masuknya Alexis Sanchez menggantikan Cesc Fabregas. Hanya butuh kurang lebih dua menit bagi Neymar untuk menyamakan kedudukan. Yang kedua adalah Neymar dan Alexis yang menempati sayap kiri dan kanan dengan Iniesta mendominasi lini tengah, maka peluang dengan mudah diperoleh oleh Barca. Dan tentu saja, kegemilangan kiper tim tamu mencegah tim untuk menjadi pemenang dalam laga kali ini.

Masche dan Bartra


Tak dapat dipungkiri bahwa cedera Valdes dan Pique saat tim dalam performa terbaik di musim ini benar-benar sebuah ketidakberuntungan. Valdes sendiri sudah cedera terlebih dahulu dan harus absen hingga akhir musim. Seakan belum cukup, Gerard Pique menyusul Valdes dan Puyol dalam daftar pemain belakang yang cedera di musim ini. Meski performa pemain muda kita -Marc Bartra- dinihari tadi cemerlang, kita belum bisa bernafas lega. Kenyataanya adalah saat ini tim hanya memiliki satu (1) bek sentral murni! Ya, hanya Marc Bartra saja bek sentral yang kita miliki saat ini. Plus Mascherano yang memang beberapa musim terakhir bermain sebagai sentral bek di pertahanan Barca. Hal ini menggambarkan, bahwa selama 4 pekan cedera Pique, maka selama 4 pekan itu pula, baik Masche dan Bartra tidak akan memiliki waktu istirahat. Dan kemungkinan terburuk adalah lagi-lagi kita akan melihat, bahwa Tata Martino akan mengadopsi lagi skema seperti musim lalu, yakni mencoba Song, Sergio atau bahkan Adriano sebagai bek sentral.

Seperti yang sudah diutarakan oleh Xavi seusai pertandingan bahwa kesempatan untuk kedua tim sama-sama besar, maka Barca hanya perlu mencetak gol cepat di Vicente Calderon untuk bisa mengontrol pertandingan, yakni dengan cara bermain dengan skema 3 gelandang dan 3 penyerang. Karena bermain di kandang, sudah bisa dipastikan bahwa Atletico akan bermain terbuka di awal pertandingan guna mencari gol cepat, setelah itu melakukan pressure ketat. Dan hanya dengan skema seperti disebut diatas tadi, Barca bisa mencetak setidaknya 1 atau 2 gol pada 30 menit awal di Vicente Calderon minggu depan.

SomHi Barca!

Quarter Final leg pertama UEFA Liga Champions 2013/2014

FC Barcelona 1-1 Atletico de Madrid

Gol : Diego Ribas (’56), Neymar (’71)

Venue : Camp Nou (79,941)

Wasit : Felix Brych (GER)

Susunan Pemain :

FC Barcelona (4-3-2-1): Pinto, Alves, Pique (Bartra ’12), Mascherano, Alba, Xavi, Sergio, Fabregas (Alexis ’68), Iniesta, Neymar, Messi

Atletico Madrid (4-4-2): Courtois, Juanfran, Miranda, Diego Godin, Filipe Luis, Gabi, Tiago, Koke, Arda Turan (Cristian Rodriguez ’77), David Villa (Jose Sosa ’70), Diego Costa (Diego Ribas ’30)

Kata kunci: , ,

Bagi para penggemar sepakbola yang rutin mengikuti perkembangan La Liga, perkembangan sepekan terakhir benar-benar memberikan daya kejut adrenalin yang luar biasa. Segalanya bisa terjadi dalam sepakbola, demikianlah konsep dasarnya. Tapi dua buah kekalahan beruntun yang dialami pemuncak klasemen sebelum pekan ke-29, Real Madrid, diyakini tidak banyak yang memprediksi. Maka dengan kombinasi konsistensi yang ditunjukkan dua pemburu titel lainnya, jadilah Atletico Madrid dan FC Barcelona menguasai dua peringkat teratas di klasemen sementara.

Konsistensi. Inilah kata kunci yang akan memutuskan siapa yang menjadi juara liga. Konkritnya adalah raihan kemenangan dalam delapan laga ke depan. Toleransi atas hasil seri, apalagi kalah, harus dibuang jauh-jauh. Musim yang diinginkan publik sepakbola telah terjadi karena perburuan gelar diramaikan oleh lebih dari dua klub yang lebih sering bergantian menguasai juara liga.

Konsistensi dalam perburuan ini pula yang didengung-dengungkan pelatih Barca, Gerardo ‘Tata’ Martino, menjelang pekan ke-30 digelar antara tim yang diasuhnya dengan rival sekota, Espanyol. Tampil begitu meyakinkan hingga tutup tahun 2013, Barca tergelincir saat kalender baru menjejak bulan pertama 2014. Sempat bangkit di bulan Februari, ternyata Barca belum bisa konsisten di bulan ini. Status peringkat ketiga yang tak pernah lagi melekat dalam beberapa tahun terakhir tiba-tiba harus disandang karena kekalahan mengejutkan dari Real Valladolid di pekan ke-27.

Dalam hasrat yang berbeda terkait target realistis akhir musim yang bisa dicapai masing-masing tim, pertemuan antara Barca dan Espanyol selalu berlangsung rumit. Dikatakan rumit karena Espanyol merupakan satu dari beberapa tim yang mengandalkan pertarungan fisik untuk memenangkan pertandingan. Cara bermain lawan yang seperti ini telah beberapa kali pula menjauhkan Barca dari hasil positif. Satu catatan penting untuk poin ini adalah bahwa Espanyol merupakan salah satu tim yang menerima hukuman kartu terbanyak di liga dalam beberapa tahun belakangan ini.

Dengan peringkat delapan yang saat ini diperolehnya, perjuangan anak-anak Javier Aguirre untuk meraih tiga poin di kandang sendiri, Stadion Cornella El-Prat, lebih ditujukan untuk memastikan satu tiket Liga Eropa musim depan. Pencapaian fluktuatif tim berkostum khas strip biru putih ini menjadi salah satu penyebab mandeknya prestasi Espanyol. Misalnya di bulan Maret ini, Espanyol mencatatkan kemenangan dan hasil seri yang sama banyaknya di liga, yakni dua pertandingan.

Sama-sama sempat diterpa inkonsistensi, Barca sepertinya telah menemukan obat penawarnya. Sebuah kemenangan sangat penting dalam laga mahabesar, El-Clasico, seminggu lewat telah memompa kepercayaan diri para pemain Barca. Pemain-pemain Barca seperti telah menemukan kembali sebuah kebanggaan dapat mengenakan kostum biru merah di atas lapangan hijau. Laga pertengahan pekan melawan Celta Vigo menjadi lanjutan bukti sahih betapa perkasanya Barca bila sedang menemukan permainan terbaiknya. Dua gol yang dicetak bintang muda Barca, Neymar Junior, di laga tersebut seolah-olah menepis anggapan bahwa ia sedang dilanda krisis kepercayaan diri terkait kasus nilai transfernya.

Gol Neymar, yang salah satunya disokong oleh assist Alexis Sanchez, akan menjadi kata kunci penting pertama jelang Barca menghadapi Espanyol nanti. Keduanya bertukar umpan sebelum Sanchez mencetak gol tunggal kemenangan Barca atas Espanyol pada pertemuan pertama tanggal 1 November 2013 silam.

Cara mencetak gol antara Neymar dan Sanchez yang pernah dipertontonkan kala melawan Espanyol dan Celta Vigo inilah yang memang diharapkan Barca musim ini, yakni adanya kombinasi baru di lini serang sebagai pemecah konsentrasi lawan terhadap Lionel Messi. Apalagi dengan slot mereka di atas lapangan yang normalnya ditengahi oleh sang bintang dari Argentina, manuver tiba-tiba salah satu dari Neymar dan Sanchez ke depan Messi berpotensi besar membingungkan koordinasi pertahanan lawan.

Kata kunci penting kedua sesungguhnya bukan berasal dari keadaan yang diharapkan oleh para penggemar Barcelona. Cedera yang dialami kiper utama Victor Valdes saat menyelamatkan gawangnya dari serbuan sepak pojok Celta Vigo telah mengantarkan Valdes ke meja bedah. Tak tanggung-tanggung, enam bulan adalah estimasi durasi wajar yang harus dijalani Valdes agar benar-benar pulih dari cederanya.

Menggantikan posisi Valdes di bawah mistar gawang Barca adalah tugas otomatis yang menurun kepada kiper kedua, Jose Pinto, dalam keadaan seperti sekarang. Walaupun tidak banyak partai besar yang pernah dijalaninya, tapi mari sebentar melihat statistik penampilan Pinto musim ini: 5 kali tampil di La Liga, 8 di Copa del Rey dan 2 di Liga Champions, dengan jumlah kemasukan 11 gol. Rasio kinerjanya yang belum tentu kebobolan setiap kali turun ke lapangan setidaknya memberi ketenangan awal. Lalu, keikutsertaannya di Liga Champions merupakan salah satu komponen penting untuk menilai kualitas Pinto, selain pengawalan atas gawang Barca kala menjalani El-Clasico dalam tajuk Copa del Rey beberapa tahun ke belakang.

Memang masih sulit menerka seperti apa Barca akan mengakhiri musim ini tanpa kehadiran Valdes. Hanya, dengan satu pertandingan melawan peringkat pertama, Atletico, di penghujung musim, maka keberhasilan menjadi juara liga adalah keputusan mandiri yang bisa dibuat Barca. Tak peduli apa hasil dua pengganggunya di tiga besar La Liga, perjalanan menjadi juara adalah jatah pasti bagi Barca bila konsisten memetik kemenangan di delapan laga tersisa. Pembuktian awal ketangguhan Barca bersama Pinto pun akan mulai dituntut kala melawan Espanyol nanti.

Anims Valdes!

Jornada 31 Primera Liga 2013-14

Espanyol vs FC Barcelona

Venue : Stadion Cornella El-Prat, 29 Maret 2014, 16.00 Waktu Lokal

Wasit : Clos Gomez

Stasiun TV : Delay @official_RCTI

Perkiraan susunan pemain:

Espanyol (4-2-3-1): Casilla; Javi Lopez, Sidnei, Moreno, Fuentes; David Lopez, Sanchez; Stuani, Pizzi, Simao; Sergio (c)

FC Barcelona (4-3-3): Pinto; Alves, Pique, Mascherano, Alba; Busquets, Iniesta, Xavi (c); Alexis, Messi, Neymar

Visca Barca!

Kata kunci: , , ,

Tiga Poin Mahal di Camp Nou
ellazefa - Kamis, 27 Maret 2014 - 14:35.

Kamis 27 Maret 2014 dinihari WIB, laga antara Barca melawan Celta Vigo yang di gelar di Camp Nou merupakan  laga yang ke-1.000 sebagai tuan rumah. Barcelona sukses memperbaiki posisi di klasemen La Liga usai menang 3-0 atas Celta Vigo, berkat dua gol Neymar pada menit ke -6 dan menit ke -67  dan satu gol lain dari Lionel Messi pada menit ke -30.


Sementara itu, Real Madrid gagal mendulang poin di kandang Sevilla setelah kalah 2-1 dan Atletico Madrid sukses menekuk tamunya Granada dengan skor 1-0. Dengan demikian, hasil pertandingan tengah pekan ini membuat Barca naik satu peringkat di posisi dua  La Liga dengan 72 poin hasil dari 30 laga, unggul dua poin dari Real Madrid di peringkat tiga, namun masih berada di bawah Atletico Madrid yang masih berada di pucuk dengan 73 poin.


Jalannya Pertandingan

Pada menit ke 4  Lionel Messi sudah menggetarkan gawang Celta. Namun, gol tidak berlaku karena Messi dinilai sudah berada dalam posisi offside saat menerima operan Andres Iniesta.

Pada menit ke 6 Neymar membuat Barca memimpin, Dimulai dengan  Messi menyodorkan bola kepada Alexis yang berada di sisi kiri dari arah gawang Celta. Setelah itu Alexis memberikan umpan matang ke depan gawang untuk dituntaskan Neymar.

Pada  menit ke 15 lewat serangkaian operan khasnya yaitu tiki taka. Kali ini operan Messi dilanjutkan Neymar dengan tembakan yang belum tepat ke bidang sasaran

Pada menit ke 17 Messi berhasil menembus pertahanan Celta. Ia melepaskan tembakan di muka gawang Celta, namun belum berhasil mencetak gol , karena kiper Yoel Rodriguez Oterino berhasil menyelamatkan gawangnya .

Pada menit ke 20 Adriano melakukan handball di area pertahanan Barca. Pada awalnya wasit terlihat akan memberikan penalti untuk Celta, meski pada akhirnya cuma mengganjar tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti. Fabian Orellana mengeksekusinya, untuk kemudian diredam Valdes.
Pada menit ke  23 Bencana menimpa Barca ketika Victor Valdes menangkap bola tembakan lawan . Sayangnya, posisi jatuh Valdes salah dan lututnya menghantam tanah. Dan kemungkinan membutuhkan waktu 6 bulan untuk pemulihan .

Pada menit ke 30 Messi menggandakan keunggulan Barca. Iniesta melepaskan umpan terobosan jitu ke Messi, yang lantas menggiring bola ke kanan untuk menghindari Yoel sebelum mengirim si kulit bundar ke dalam gawang Celta.

Pada menit ke 36 Neymar berhasil mengirim bola ke dalam gawang Yoel meski sudah dinyatakan lebih dulu terjebak dalam posisi offside.

Pada menit ke 44 Adriano memberikan umpat ke pada Alexis , namun sayang belum berhasil menjebol gawang Celta karena melenceng.

Pada menit ke 48 Barca langsung mengancam melalui Neymar. Skor belum berubah karena bola sepakannya masih melambung jauh.

Pada menit ke 54 Jose Manuel Pinto melakukan penyelamatan apik di bawah mistar gawang. Setelah mementahkan peluang Augusto Fernandez, Pinto kembali meredam tembakan dari Santi Mina. Menit ke 59 Barca mendapatkan tendangan bebas. Diambil Messi, bola lalu mengarah ke Cesc Fabregas yang bisa menaklukkan Yoel meskipun gol tak berlaku karena offside. Barca akhirnya menambah keunggulan pada menit 67 melalui Neymar. Menerima kiriman bola dari Alexis dengan dadanya, Neymar kemudian mampu menyepak bola di bawah kawalan Levy Madinda dan Andreu Fontas untuk bikin gol ketiga Barca.

Statistik Barcelona – Celta Vigo

Penguasaan bola: 67% – 33%
Shot (on goal): 14 (6) – 8 (6)
Corner: 4 – 6
Pelanggaran: 11 – 8
Offside: 6 – 2
Kartu kuning: 2 – 2
Kartu merah: 0 – 0

Susunan Pemain

Barcelona: Valdes (Pinto 23′); Adriano, Bartra, Mascherano, Alba; Song, Iniesta (Sergi Roberto 46′), Fabregas; Alexis, Messi, Neymar (Pedro 71′).

Celta: Yoel; Hugo Mallo, Cabral (Inigo Lopez 38′), Aurtenetxe, Johnny; Fontas (Oubina 74′), Madinda, Lopez; Fernandez, Santi Mina, Orellana (Bermejo 64′).

Kata kunci: , ,

“Jika Barcelona kalah dalam laga Elclasico, maka tak ada lagi peluang menjadi juara,”

Kalimat itulah yang ada di benak para pendukung Barcelona maupun Real Madrid sebelum laga Jornada 29 La Liga dimulai, Senin 24 Maret 2014 dinihari tadi.


Mungkin kalimat pesimistis itu juga yang memantik semangat para jugador El Barca. Hasilnya, 4 gol bersarang ke gawang Lopez.


Dan  Lionel Messi yang menjadi kreatornya. Hattrick (tiga gol) dan satu assist dari Sang Messiah menjadi pembakar asa Azulgrana (julukan Barcelona) untuk kembali ke jalur juara La Liga.

Berbalasan gol terjadi pada laga yang berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu. Sejak kick off kedua musuh bebuyutan ini terlihat bermain tidak terlalu menekan, hanya berebut penguasaan bola. Namun tiba-tiba Messi dkk.menggebrak pada menit ke-7. Messi menggiring bola dari lini tengah hingga mendekati kotak penalti lalu mengoper bola ke Iniesta yang berada di sisi kiri pertahanan lawan tanpa kawalan.


Tanpa gocekan dan dengan dingin, Iniesta melesakkan tendangan keras yang tak mampu dihalau Lopez.  Publik Estadio Bernabeu terdiam melihat gol cepat itu.


Menit berikutnya permainan makin keras. Los Merengues makin gencar menyerang pertahanan Barca. Hasilnya, dua gol balasan berhasil diciptakan pada menit ke-20 dan 24 oleh Karim Bemzema.  Punggawa Barca pun seperti kehilangan semangat usai dua gol cepat tersebut. Lini pertahanan Pique dan Mascherano terus-terusan digempur Benzema-Bale-Ronaldo.

Namun Messi kembali membakar semangat kawan-kawannya melalui gol yang diciptakannya pada menit ke-42 setelah melakukan kerjasama apik dengan Neymar. Hingga turun minum, skor bertahan 2-2.


Kick off babak kedua, Si Putih langsung menekan. Permainan cepat dan umpan-umpan panjang memaksa barisan pertahanan Blaugrana bekerja keras. 10 menit babak kedua berjalan, serangan itu membuahkan hasil, Ronaldo dijatuhkan di kotak penalti oleh Mascherano.

Ronaldo langsung mengeksekusinya dengan sempurna. Publik Bernabeu kembali menggetarkan stadion. Namun kebahagian itu hanya berlangsung 10 menit. Pada menit ke-65 Ramos menjatuhkan Neymar di kotak penalti.


Tak hanya hadiah penalti yang diberikan wasit kepada El Barca, tapi juga memberikan kartu merah kepada Ramos. Publik Bernabeu terdiam, terlebih saat La Pulga (Julukan Messi) berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna.

Kedudukan 3-3 dan Madrid hanya bermain dengan 10 pemain dengan sisa waktu pertandingan 25 menit lagi. Para pendukung Los Merengues yang menyaksikan di stadion terlihat banyak yang menangis. Karena tahu, dengan 10 pemain, menang melawan Barca adalah hal yang sulit terjadi.


Barcapun terus menekan pada menit menit berikutnya. Sebaliknya Madrid menumpuk pemain di lini pertahanan setelah memasukkan Varane menggantikan Benzema. Gol kemenangan Barca nyaris terjadi di menit 72. Namun sayang, tendangan keras Dani Alves masih membentur tiang gawang.


Barca yang tak mau kehilangan peluang untuk menang memasukkan Alexis Shancez menggantikan Fabregas pada menit 78. Kemudian menarik Neymar dan memasukkan Pedro. Dengan dua tenaga serangan baru yang merangsek secara bergantian dari sisi kanan dan kiri, membuat lini pertahanan Madrid kocar kacir. Hingga akhirnya menjatuhkan Iniesta di kotak terlarang pada menit 82.

Ronaldo dkk melakukan protes pada wasit. Namun wasit tetap menunjuk titik putih sebagai hadiah untuk Barcelona. Dan, lagi-lagi Messi memaksa Lopez memungut bola dari gawangnya. Setelah gol itu, tak lagi terdengar sorakan dari publik Bernabeu. Mereka harap haral cemas dan berdoa terjadi keajaiban, yakni gol balasan ke gawang Valdes.


Namun doa dan harapan itu tak terjadi, hingga peluit panjang terdengar tak ada satupun gol tercipta. Kedudukan 3-4 untuk El Barca.


Usai laga ini, entranador Barca, Gerardo Tata Martino, yang posisinya ujung tanduk, angkat bicara. “La Liga dimulai lagi. Mereka yang menganggap kami sudah kalah, dan kini kami bangkit untuk berjuang meraih gelar,” seru Gerardo Martino.


“Ini adalah kesempatan terakhir kami, kami tidak ingin tertinggal dalam persaingan menjadi juara,” lanjut pelatih asal Argentina itu kepada Marca.


Hasil pertandingan dalam drama El Clasico Jilid 2 2014 ini memangkas selisih poin antara Barca (di posisi ketiga dengan 69 poin) dengan duo madrid tinggal satu poin. Real Madrid yang awalnya bertengger dipuncak dengan 70 poin harus rela digeser rekan sekotanya Atletico Madrid. Poin sama 70, namun Atletico unggul selisih gol setelah mengalahkan Real Betis 2-0 kemarin.


Selain soal kembali merengkuh asa juara, hattrick Messi pada Elclasico ini menorehkan catatan tersendiri. Dalam catatan ESPN, Messi kini sudah mencetak 21 gol di Elclasico. Dia pun jadi pemain dengan torehan gol terbanyak di pertemuan klasik antara Barca dan Madrid itu.


Untuk Iniesta ini merupakan Gol ke 50 Sepanjang kariernya.  Messi  melampaui pencapaian Legenda Madrid Alfredo Di Stefano yang mencetak 18 gol. Satu-satunya pemain yang masih aktif yang paling dekat dengan torehan Messi adalah Cristiano Ronaldo, yang sudah mencetak 12 gol di El clasico.

Namun, pacuan tiga kuda tangguh La Liga masih menyisakan 9 jornada. Ketiganya tentu tak ingin terpeleset dan akan melakukan segala cara untuk membawa tiga poin di setiap laga. Bisa jadi, laga jornada terakhir antara Barcelona melawan Atletico Madrid menjadi penentu siapa raja La Liga musim ini.


Madrid’s starting XI: Diego López, Pepe, Ramos, Ronaldo, Benzema, Bale, Marcelo, Xabi Alonso, Carvajal, Modric and Di María


Barça’s starting XI: Valdés, Alves, Piqué, Mascherano, Jordi Alba, Sergio, Xavi, Iniesta, Cesc, Messi and Neymar


bench: Pinto, Pedro, Alexis, Adriano, Sergi Roberto, Bartra and Song. Montoya, Tello and Afellay


Artikel: Arifin FCBI Reg Medan

Editor: Ella Zefa

Kata kunci: , ,

#