MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Para pengunjung forum disarankan untuk tidak klik link-link yang tidak jelas di dalam forum ini. Sebab seringkali muncul spam di forum ini yang berisi iklan2 internasional. Resiko atas kelalaian yang disebabkan oleh pengunjung, bukanlah tanggungjawab FCBI dan pengurus forum.        Next Match - UCL: FC Barcelona vs Eibar. Rabu, 22 Oktober 2014. Jam 01:45 WIB.        Last Match - Liga: FC Barcelona 3-0 Eibar. Gol oleh Xavi 60', Neymar 72', dan Messi 74'.        Gathering Nasional FCBI ke-4 akan di adakan di Jakarta, 24-26 Okt 2014. Info selengkapnya di disini        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Menanti R(E)volusi Enrique
primsa - Kamis, 21 Agustus 2014 - 12:00.

Segera setelah peresmiannya sebagai pelatih baru FC Barcelona, Luis Enrique Martinez langsung memulai kerja cerdasnya membenahi skuad. Pengalamannya sebagai pemain Barca selama delapan tahun dan tangan dinginnya memimpin pasukan muda FC Barcelona B dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 memudahkannya untuk menyelaraskan konsep melatihnya dengan ekspektasi tinggi publik Camp Nou.

Beberapa poin penting yang menjadi pekerjaan rumah khusus bagi seorang pelatih Barca ditata secara bertahap. Walau terlihat sederhana dan tampak sama di klub-klub lain, namun Enrique menjadikannya sebagai bagian kekokohan fondasi skuad yang bersifat jangka panjang.


Poin pertama yaitu regenerasi.

Keputusan Victor Valdes yang berniat mencari tantangan baru sejak pertengahan musim sebelumnya, ditambah dengan keputusan pensiun kapten Carles Puyol membuahkan kekosongan senioritas ulung di ruang ganti. Walaupun Valdes batal pindah dan mungkin masih akan sering beredar di kota Barcelona musim depan, ditambah keputusan Puyol yang menyatakan kesediaannya membantu Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, di departemen sepakbola, Enrique meyakini adanya nilai kebaikan dari sebuah masa transisi untuk menularkan semangat heroisme masa jaya Barca kepada skuad baru. Sosok penting untuk pengkonkretan hal ini ada pada diri Xavi Hernandez.

Xavi, yang sudah menjadi wakil kapten selama enam tahun terakhir, tadinya juga berencana untuk hengkang. Tawaran beberapa klub dari Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat dan Liga Qatar terendus media sebagai bakal pelabuhannya berikut. Dengan sebuah langkah pasti, Enrique mengamankan keberadaan Xavi minimal setahun ke depan, namun dengan batasan tidak menjanjikannya sebuah posisi inti di skuad utama. Dalam konsep bisnis, mungkin yang hendak diterapkan Enrique adalah mendorong Xavi “berbicara” dalam acara “CEO Inspiration” bagi pemain-pemain baru.


Poin kedua menyangkut perekrutan alumni akademi sepakbola La Masia.

Di Barca, ada sebuah “tekanan” untuk secara konsisten menjadikan La Masia sumber pasokan pemain baru bagi tim senior. Rasionalitasnya terletak pada kualitas individu dan mental kolektivisme yang dibawa dalam diri tiap alumni, didikan pola 4-3-3 yang tertanam sejak usia dini, lalu berlanjut pada nilai transfer yang akan berhasil dihemat. Konsep ini semakin menemukan pembenarannya dalam sepuluh tahun terakhir dengan rengkuhan tiga trofi Liga Champions.

Tentunya bukan karena Enrique menjalani tujuh tahun pembinaan di sekolah sepakbola milik klub Sporting Gijon yang menyebabkannya tidak menunjukkan tanda-tanda akan ada seorang alumni La Masia baru yang masuk ke skuad utama Barca musim depan. Atau bahkan bila dikaitkan dengan penjualan Francesc “Cesc” Fabregas ke Chelsea. Dalam kondisi La Masia saat ini, tumpukan kualitas para alumni terpusat di lini tengah, sementara perbaikan lini belakang dan depan perlu disikapi lebih serius. Inilah sebabnya sehingga investasi (baca: pengeluaran) besar-besaran Barca musim ini bukan utamanya terjadi di lini tengah.

Satu-satunya poin regenerasi yang belum terselesaikan hingga mendekati dimulainya La Liga 2014/15 adalah pencarian pengganti bek kanan Dani Alves. Dengan umurnya yang sudah mencapai 31 tahun serta kontraknya yang akan berakhir tahun depan, sulit untuk mengharapkan Alves akan menjadi opsi jangka panjang bagi skuad yang sedang dibentuk Enrique.

Poin ketiga adalah penajaman daya tempur.

Sekalipun Barca sudah bertabur bintang, penyelesaian akhir yang tidak efektif masih menjadi momok yang belum mampu diselesaikan Barca. Tepatkah keputasan merekrut Luis Suarez untuk poin ini? Bila menyinggung “masa istirahat”nya dari pertandingan kompetitif resmi selama empat bulan, sudah pasti Barca merugi. Apalagi bila mengacu kepada kondisi aktual sebelum pengurangan hukuman dilakukan, berlatih di stadion pun tidak mungkin bagi Suarez.

Tapi mari kita lihat stok striker yang ada di bursa. Andaikan pun pemegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, Miroslav Klose, masih berusia 25 tahun saat ini, Barca sudah pasti tidak akan mengejarnya. Seluruh titik penciptaan 16 gol yang diciptakan mantan penyerang tim nasional Jerman tersebut terjadi dalam satu koridor garis lurus selebar gawang hingga batas kotak penalti. Tidak ada garis silang yang cukup jauh terdeteksi dalam proses penciptaan gol oleh Klose.

Suarez menawarkan segalanya. Dia memiliki dribbling lengket atas bola, terbiasa dengan permainan diagonal, mumpuni dalam situasi one-on-one serta piawai menyambut bola silang. Dia juga menciptakan teror bila sudah bersiap mengambil tendangan bebas di luar kotak penalti. Gol sundulan acap terjadi lewat kepalanya. Keuletan dan kegesitannya bertarung akan membawanya sebagai sosok “Lucho” (yang artinya fighter atau pejuang), sebuah julukan yang melekat pula pada diri sang pelatih saat masih aktif bermain.

Yang agak mirip dengan profil Suarez ada beberapa, sebutlah Radamel Falcao dan Sergio “Kun” Aguerro, penyerang tengah asal Kolombia dan Argentina. Tapi, Falcao sedang dibekap cedera panjang dan Aguerro tidak menunjukkan sinarnya di Piala Dunia. Maka, dapat dimaklumi bila Barca segera mengamankan tanda tangan Suarez di bulan Juli kemarin.


Poin keempat adalah pengokohan lini belakang.

Setidaknya ada dua alasan penting di poin ini. Pertama karena jumlah kebobolan Barca di musim lalu yang sudah “tidak masuk akal” lagi. Di liga, Barcelonistas harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dibobol lawan hingga 33 kali. Tentu ini bukan jumlah yang bisa ditoleransi untuk klub sebesar Barca.

Alasan berikut adalah untuk kepentingan fleksibilitas lini belakang. Kebiasaan Barca memainkan empat pemain belakang sekaligus akan sulit diubah bila mengandalkan skuad sebelumnya. Javier Mascherano, yang aslinya adalah gelandang bertahan, lebih fasih membaca permainan lawan di lini tengah dibanding sebagai penyapu serangan lawan hingga ke garis tepi. Marc Bartra pun demikian. Walaupun dapat dimaklumi terkait jam terbangnya yang paling minim diantara para bek tengah, kegagalannya mengantisipasi rangsekan Gareth Bale di sisi kanan pertahanan Barca saat final Copa del Rey menjauhkan Enrique dari keinginan menambah stok bek tengah Barca.

Kehadiran Jeremy Mathieu dan Thomas Vermaelen dijadikan jawaban atas kegundahan Enrique terhadap stok bek tengah Barca. Dua benteng raksasa ini, bila dipadukan dengan Gerard Pique, akan menjadi trio penghalau bola-bola udara ke jantung pertahanan Barca. Target terukur untuk prestasi mereka adalah reduksi atas frekuensi kebobolan dari bola-bola mati dan umpan silang ke kotak penalti Barca. Dengan adanya ketiga bek tengah ini, Enrique bisa memastikan pola 3-4-3 sebagai variasi realistis atas pakem 4-3-3 yang sudah rutin dimainkan Barca.


Poin kelima cukup unik, yaitu penciptaan kompetisi diantara para kiper anyar.

Walaupun sudah pasti hanya satu kiper yang berjaga di bawah gawang, Barca punya riwayat kompetisi untuk posisi kiper. Di musim 2002/03, Barca memiliki dua kiper berkualitas sekaligus, yakni Roberto Bonano asal Argentina dan mendiang Robert Enke asal Jerman. Setahun kemudian, Valdes menjadi kiper utama menyingkirkan Rustu Recber, kiper tim nasional Turki, yang turut membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia 2002.

Kompetisi keras akan tercipta antara Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo dan Jordi Masip. Kiper asal Jerman, Stegen, adalah rekrutan paling awal Barca, yang persetujuan kontraknya diyakini telah tercapai saat musim lalu masih berjalan. Bravo bermain cemerlang mengawal gawang tim nasional Cile di Brasil, sementara Masip adalah didikan La Masia sejak tahun 2004. Persaingan halus dapat dirasakan bila menyimak komentar-komentar terpisah mereka di media. Enrique sendiri tampaknya tidak mau terjebak dalam pilihan yang terlalu dini. Dalam wawancara dengan media Mundo Deportivo setelah kemenangan telak 6-0 atas HJK Helsinki, ia secara jelas memberikan kesempatan 33% bagi Stegen, 33% bagi Bravo dan 33% bagi Masip untuk menjadi kiper utama Barca musim depan. Siapa yang terpilih? Jelas, tidak bisa dipastikan saat ini.


Poin keenam dan yang paling penting, adalah deklarasi “I am the boss” oleh Enrique.


Dilihat dari struktur tim kepelatihan yang dibawanya, kebijakan transfer pemain, potensi perubahan cara bermain di atas lapangan, hingga gairah, semangat juang dan kepercayaan diri tinggi yang diusungnya, sangat jelas bahwa Enrique akan menempatkan diri sebagai role model yang wajib disimak instruksinya. Tak heran bila Josep Marie Bartomeu, Presiden Barca, sampai menunjuk sang pelatih sebagai rekrutan terpenting musim ini.

Setumpuk ilmu dan pengalaman yang dimiliki Enrique menjadi modal penting mengembalikan Barca ke masa jayanya. Kini dia bukan lagi kapten di atas lapangan, karena dia akan mulai kepemimpinannya sebagai pelatih, mengatur sekelompok talenta luar biasa berbaju biru merah.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Gathering Nasional FCBI Ke 4 Di Jakarta
ellazefa - Senin, 18 Agustus 2014 - 15:10.

Wah Kayaknya baru kemarin Gathnas Pertama di Bandung, Kedua di Surabaya , Ketiga di Yogyakarta…. dan sekarang sudah mau gatnas Ke 4 dan Luar Biasa sekali tempatnya di Jakarta , Pada Tanggal  24,25,26 Oktober 2014

Tema dan Arti Logo Gatnas Ke 4 adalah :

-       Gedung gedung yang mengelilingi lingakaran merupakan landmark Kota Jakarta
-       Merah biru di tengah lingkaran merupakan warna kebanggaan Barcelona
-       Tulisan existir per indonesia merupakan tema dari Gathnas 4 FCBI yang artinya eksis untuk Indonesia
-       “ Eksis” merupakan kepanjangan dari Eksistensi Kaderisasi, Silaturahmi dan Sosial pengertiannya yaitu,

1. Eksistensi, Dengan acara ini diharapkan eksistensi FCBI semakin terlihat, semoga kedepannya bila nama/brand semakin besar, akan memudahkan orang lain paham dan mengenal fans club kita

2. Kaderisasi, Diharapkan ajang ini bisa menjadi bagian dr proseskaderisasi terutama untuk kepungurusan FCBI

3. Silaturahim, Salah satu acara ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik antar regional FCBI

4. Sosial, Acara ini merupakan ajang juga untuk menerapkan filosofi klub yaitu “mes que un club

So siapin dari sekarang nich buat yang di luar kota buat cuti, nabung buat ikutan Gathnas FCBI ,kebayang kan kangen2an ketemu kembali ama sesama Cules dan Nona Barca fans FC BARCELONA, yang biasanya hanya kenal di dunia maya, sosmed , ato lewat Forum bisa ketemu langsung. yg sudah pernah ikutan  Gathnas sebelumnya bisa saling update info2 terbaru .

Nih bocorannya nich acaranya bakalan ada : FCBI got Talent, Sharing sesama Regional, Keliling kota Jakarta , dll masih banyak lagi.


Dan Ini nich yang wajib di baca Info2 penting seputar Gatnas ke 4 :

  1. Gathering Nasional FCBI sanakan pada tanggal 24 s.d 26 Oktober 2014, bertempat di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah
  2. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang ( Insya Allah akan turun seiring dana yang masuk dari sponsor)
  3. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang sudah termasuk 2 malam penginapan, 5 kali makan, merchendise Gathering  (inc : 1 kaos, id card peserta, stiker, gantungan kunci), dan biaya masuk tempat wisata.
  4. Pendaftaran dan Pembayaran Gathering Nasional FCBI  2014 dapat dilakukan dari tanggal 1 September 2014 sampai dengan 31 September 2014.
  5. Pembayaran Gathering Nasional FCBI 2014 dikirimkan via BCA Nomor rekening 0325774817 atas nama Muhammad Kamil
  6. Peserta Gathering Nasional FCBI 2014 adalah member resmi Fans Club Barcelona Indonesia.
  7. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran Gathering Nasional FCBI 2014 yang sudah disediakan panitia.
  8. Peserta yang membawa anak dengan usia 0 – 4 tahun tidak dikenakan biaya pendaftaran dan wajib mencantumkan data di formulir pendaftaran.
  9. Peserta yang membawa anak usia 5 – 9 tahun wajib mengisi formulir pendaftaran dan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000 / orang
  10. Peserta yang sudah berkeluarga diwajibkan menunjukkan photo copy buku nikah.
  11. Tiap Regional yang akan mengikuti Gathering Nasional FCBI 2014 harus menunjuk 1 (satu) koordinator untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI 2014
  12. Koordinator dari tiap Regional harap melaporkan nama beserta no handphone-nya kepada Humas Gathering Nasional FCBI 2014 (Rifqi 083892222032) paling lambat tanggal 31 Agustus 2014.
  13. Koordinator dari tiap Regional bertugas untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI  2014 dalam hal pengumpulan nama-nama pendaftar dan uang pendaftaran yang dikumpulkan secara kolektif.
  14. Koordinator tiap Regional juga bertugas untuk membantu dalam hal koordinasi akomodasi peserta setiap Regional menuju lokasi Gathering Nasional FCBI 2014 Setiap Regional wajib melaporkan jenis penampilan kreatifitas apa yang akan ditampilkan paling lambat pada tanggal  30 September 2014 kepada Panitia Gathering Nasional FCBI  2014
  15. Peserta maksimal 400 orang dengan sistem pendaftaran siapa cepat dia dapat ( Pembayaran bisa dengan Down Payment sebesar Rp. 200.000 melalui Regional masing-masing )
  16. Koordinator wajib melaporkan jadwal kedatangan dan kepulangan peserta secara kolektif kepada panitia Gathering Nasional FCBI 2014.
  17. Peserta di usakan tiba di titik penjemputan (Bandara/stasiun/terminal) hari Jum’at tanggal 24 Oktober 2014 antara jam 13.00 – 16.00 WIB supaya memudahkan panitia untuk penjemputan
  18. Setiap Regional peserta wajib mempersembahkan 1 (satu) penampilan kreatifitas dalam bentuk apa saja yang akan ditampilkan saat FCBI Got Tallent Gathering Nasional FCBI 2014 yang merupakan bagian dari rangkaian acara.

ini nich tempatnya

 

 

So Don’t Miss It Cules n Nona Barca FCBI

Kata kunci:

Menilik Seorang Petarung Bernama Luis Enrique
primsa - Sabtu, 16 Agustus 2014 - 11:24.

Bagi FC Barcelona, musim 2013/14 jelas jauh dari kata sempurna. Tak pernah dibayangkan oleh para Barcelonistas di seluruh dunia bahwa musim yang dicirikan dengan begitu seringnya mega bintang Lionel Messi naik meja operasi tersebut berakhir dengan ketiadaan gelar. Walaupun dikontrak dua tahun, tak pelak lagi kegagalan Barca di partai pamungkas La Liga melawan Atletico Madrid menjadi amunisi empuk yang dilontarkan terhadap kursi kepelatihan Gerardo “Tata” Martino.

Pengganti Tata akhirnya diumumkan. Dialah Luis Enrique Martinez, legenda hidup Barca yang pernah delapan tahun membela Si Biru Merah pada periode 1996-2004. Tanda-tanda mengenai perekrutan Enrique memang sulit dielakkan bila melihat pengunduran dirinya dilakukan justru lebih awal dibanding pengumuman pengunduran diri oleh Tata.

Lantas, sesederhana itukah menyelesaikan persoalan kepemimpinan teknis sepakbola bagi Barca dengan segera menunjuk seorang mantan pemainnya duduk sebagai pelatih? Romansa Josep “Pep” Guardiola sajakah yang menggugah manajemen Barca untuk kembali mendudukkan pelatih dengan pengalaman minim mengatur skuad penuh talenta?

Bertahun-tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions 2010/11, Barca terasa semakin sulit mendekatkan diri ke piala yang sama setelahnya. Grafiknya semakin menukik bila mengacu dua skor agregat semifinal Liga Champions 2011/12 dan 2012/13 serta perempat final Liga Champions 2013/14. Persoalannya pun ternyata bukan melulu terletak pada papan skor, tetapi statistik keseluruhan Barca yang semakin sulit mendominasi lawan dan mengembangkan permainan indah.

Tata awalnya diprediksi bakal hebat di Barca, terutama mengingat pencapaiannya di paruh pertama musim. Apalagi bila ukuran El-Clasico yang dipakai, terasa kompletlah awal karier Tata di Barca. Tetapi independensi mungkin menjadi sebuah kata kunci yang menghambat inovasinya di Barca. Tata hanya terlihat independen di sekitar kebijakan rotasi pemain, karena dengan penuh keyakinan, dialah pelatih pertama yang punya nyali untuk rutin membangkucadangkan Messi. Di luar itu, tidak tampak keleluasaannya bergerak. Jajaran pelatih fisik, fisioterapis dan lainnya adalah gabungan tim yang sejak lama “mengembara” bersamanya di Amerika Latin serta komposisi lama sepeninggalan Francesc “Tito” Vilanova (alm.) yang mengundurkan tiba-tiba dalam masa persiapan musim 2013/14. Ia juga tidak cukup yakin untuk mengambil keputusan membeli seorang pemain baru. Neymar Junior, yang merupakan rekrutan anyar untuk musim 2013/13, sudah diperkenalkan pada publik Stadion Camp Nou hampir dua bulan sebelum Tata bergabung.

Maka, ketika nama Enrique diajukan oleh Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, imaji yang segera melintas bagi Barcelonistas adalah energi dari sebuah sosok yang dulu sama baiknya menggunakan kaki kiri dan kanan, tak jarang mencetak gol lewat sundulan, terbiasa dengan set-pieces, rutin beroperasi dari kedua sayap, serta rajin melakukan penetrasi tiba-tiba dari lini kedua. Kombinasi skill yang sangat teknis ini masih ditambah dengan satu syarat rumit yang pasti sulit dipenuhi pemain sepakbola manapun, yakni bahwa Enrique pernah menjajal semua posisi di lapangan kecuali kiper.

Sepaket dengan kualitas individu Enrique, manajemen Barca kembali menghadiahkan para Barcelonistas dengan kemerdekaan berimprovisasi bagi sang pelatih untuk menciptakan tim idaman versinya. Indikasinya jelas: Enrique merekrut tidak hanya untuk posisi favorit yang dikejar Barca bertahun-tahun (baca: penyerang) hingga “melupakan” lini lainnya, tapi juga membenahi lini tengah, lini belakang, bahkan hingga kiper. Dari semua rekrutan untuk musim depan, hanya kiper berkebangsaan Jerman, Marc-Andre ter Stegen, yang telah disepakati bergabung sebelum penunjukan Enrique. Hal demikian menjadi salah satu pembeda utama perjalanan awal kepelatihan Enrique dengan Tata.

Sepeninggal Pep, Barca secara perlahan meninggalkan konsep tiki-taka. Kesulitan yang ditemui setiap kali melawan tim-tim besar di tahapan penting Liga Champions tampaknya mengubah haluan Tito dan Tata untuk menciptakan alternatif serangan udara lewat bola-bola lambung dari garis pertahanan sendiri. Pragmatisme atas pencapaian hasil pun dikedepankan melewati batas idealisme yang diperkenalkan bagi pemain Barca sejak lama. Beberapa kali Barca mempraktekkan cara bermain demikian saat melawan tim medioker sebelum dijajal tim raksasa lain di kancah Eropa. Kesulitan untuk menjalankan alternatif ini ternyata tidak hanya soal pakem tiki-taka yang sudah terlanjur dibiasakan terhadap para alumni La Masia yang mendominasi skuad Barca, tetapi juga soal ketiadaan postur di lini tengah dan depan yang mendukung penyelesaian akhir yang dibangun dengan bola udara. Inovasi dalam ide ya, tapi dalam praktek belum membuahkan hasil maksimal.

Enrique sendiri bukan pemain yang asing untuk mencetak gol, termasuk lewat sundulan, semasa menjadi pemain. Dengan tinggi “hanya” 180cm dan bukan target-man resmi Barca di era Bobby Robson, Louis van Gaal, Llorenc Serra Ferrer, Carles Rexach, Radomir Antic hingga Frank Rijkaard, dapat diyakini bahwa jejalan ilmu menciptakan peluang dari beragam pelatih Barca telah tertanam kuat di dalam diri Enrique untuk kemudian ditularkan pada skuad Barca kelak.

Sejenak mengupas “periode kosong”nya selepas pensiun sebagai pemain tahun 2004, kita akan menemukan pelatih kelahiran Gijon, sebuah kota tepi pantai di sebelah utara Spanyol, ini sebagai sosok petarung tangguh. Ajang lari maraton di berbagai belahan dunia diikutinya, mulai dari New York City (AS), Amsterdam (Belanda), Firenze (Italia) dan Gurun Sahara. Catatan khusus perlu disematkan untuk lokasi yang disebut terakhir, karena Sahara telah dikenal sebagai gurun yang sangat kejam bagi mereka yang berfisik biasa-biasa saja. Pada siang hari, suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius. Marathon des Sables, nama kegiatan melintasi Gurun Sahara tersebut, diikuti Enrique pada tahun 2008. Media Discovery Channel bahkan menyebut Marathon des Sables sebagai lomba lari paling sulit ditaklukkan di atas muka bumi saat ini. Tapi nyatanya, Enrique mengikutinya dan berhasil mencapai garis finis.

Kekuatan fisik, seperti halnya contoh yang ditunjukkan lewat beragam lari maraton yang diikuti, akan mendapat porsi lebih di mata Enrique. Itu pula yang bisa menjadi penguak di balik keputusan Barca memusatkan persiapan pra-musim di St.George Park, Inggris, tanpa mengikutsertakan diri dalam banyak partai persahabatan.

Boleh jadi, kita akan melihat perubahan daya tarung Barca di musim depan. Dengan “keberingasan” sang pelatih dalam memberikan contoh, pasti melecut setiap punggawa Barca untuk menaikkan standar diri masing-masing. Apalagi contoh yang ditunjukkan Enrique terjadi setelah masa fisik keemasan seorang atlet umumnya telah berlalu. Semakin rumit saja bagi pemain dalam mencari alasan untuk tidak mampu memenuhi standar sang pelatih.

Perubahan kedua yang pasti ditunggu-tunggu adalah skema bermain Barca. Dalam delapan tahun kebersamaannya sebagai pemain di Barca, periode 1998/99 mungkin akan menjadi periode inspirasi bagi Enrique dalam menentukan pola permainan yang diusung Barca. Tahun dimana Barca menjuarai La Liga tersebut ditandai dengan pola maut 3-3-3-1 yang dimainkan secara trengginas oleh Luis Figo, Rivaldo Vitor Barbosa dan Enrique sebagai trisula gelandang serang di belakang Patrick Kluivert. Pola yang diterapkan van Gaal tersebut berhasil menggilas lawan-lawan Barca dengan skor telak. Enrique menjadi gelandang yang subur mencetak gol, bahkan dalam partai keras El-Clasico melawan klub ibukota yang juga pernah dibelanya. Tanda-tanda ke arah pola 3-3-3-1 dan variasinya pun telah terdeteksi dari aktivitas Barca di bursa transfer kali ini.

Cita rasa kontra El Real yang sangat kental menjadi bumbu lain dari sosok Enrique. Selain rajin membobol gawang Real Madrid semasa menjadi pemain, ia juga berhasil memimpin Celta Vigo musim lalu untuk membatalkan kelanjutan perburuan gelar La Liga oleh Madrid. Kemenangan Celta dua gol tanpa balas atas Si Putih di jornada 37 yang dilangsungkan di Stadion Balaidos, Vigo, memastikan Madrid tak mungkin lagi menjadi juara liga.

Kini, Enrique telah kembali ke Nou Camp. Ia telah menjadi sosok penting bagi Barca saat menjadi pemain. Ia pun patut dipercaya akan menjadi sosok penting bagi Barca di musim-musim mendatang. Ini bukan sekedar romansa sukses ala Pep, bukan pula bertajuk paket cepat memanggil pulang alumni, namun dengan kualitasnya, terlalu sulit menolak untuk tidak menempatkan Enrique di bangku kepelatihan Barca! Semoga sukses, Enrique!

Visca Barca!

Kata kunci:

Pesta Barca dan Gathering Nasional Ke 4
initialsatsat - Senin, 4 Agustus 2014 - 8:42.

Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya Idul Fitri buat cules dan nona barca di seluruh Indonesia. Kurang lebih 2 bulan setelah rehat kompetisi Primera Liga serta bergulirnya Piala Dunia di Brazil bulan Juni dan Juli lalu, musim 2014/2015 pun hanya tinggal menghitung hari untuk dimulai.

Untuk mengobati kerinduan cules dan nona barca akan tim kesayangannya, maka pada tanggal 22 hingga 24 Agustus, jakarta akan disinggahi perwakilan dari FC Barcelona. Tim futsal FCB yang akrab disebut dengan FCB Alusport akan mengunjungi Jakarta pada tanggal 22 hingga 24 Agustus 2014. Event yang bertajuk #2208PestaBarca ini selain menggelar pertandingan eksibisi antara tim FCB Alusport melawan tim dari Indonesia, Thailand dan Malaysia di Tenis Indoor Senayan Jakarta, akan ada juga FCB Village. FCB Village akan menampilkan memorabilia  FCB Alusport dan FCB. Selain itu akan ada juga meet and greet serta coaching clinic untuk pemain dan pelatih.

Harga tanda masuk untuk mengikuti event #2208PestaBarca dijamin tidak akan menguras kocek teman-teman cules dan nona barca sekalian. Selain HTM harian, pihak penyelenggara juga menyediakan tiket terusan secara pre order. Berikut HTM #2208PestaBarca:

HTM Harian

Tribun                   : IDR. 90,000

VIP Selatan         : IDR. 135,000

VIP Utara            : IDR. 225,000 (Free FCB Village)

FCB Village         : IDR 50,000


Pre Order HTM Terusan

Tribun                   : IDR. 260,000

VIP Selatan         : IDR. 380,000

VIP Utara            : IDR. 650,000


Selain itu ditawarkan juga Meet and Greet dan Coaching Clinic oleh pelatih FCB Alusport, Marc Carmona dengan persyaratan tertentu. Jika kalian membeli langsung 10 tiket kategori VIP Selatan (senilai IDR. 1,350,000) maka kalian berhak mengikuti coaching clinic  plus sertifikat! Selain itu untuk pembelian HTM Terusan kategori VIP Selatan (senilai IDR. 380,000) kalian berhak mengikuti Meet and Greet.

Untuk informasi dan pemesanan tiket bisa menghubungi Koordinator Wilayah di Regional kalian.

Setelah sukses menggelar Gathering Nasional FCB Indonesia ke 3 di kota Yogyakarta tahun 2013, maka ajang silaturahmi antara cules dan nona Barca tahun ini akan diselenggarakan di ibukota, Jakarta. Gathering Nasional FCB Indonesia ke-4 tahun 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2014. Gathnas kali ini akan mengambil venue di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Informasi lebih lanjut mengenai event Gathnas ke-4 ini akan selalu kami update di web ini atau bisa juga berkoordinasi dengan Korwil di Regional kalian.

Kata kunci: ,

Siaga Semua Lini, Barca!
primsa - Sabtu, 17 Mei 2014 - 11:45.

Jelang “Final” Primera Liga

Mungkin, saat setahun lalu melakukan penjadwalan La Liga musim 2013-14, tak banyak yang memprediksi bahwa partai penentu juara adalah pertemuan langsung antara dua kandidat pada pekan terakhir La Liga. Menilik ketimpangan prestasi antara dua tim ibukota, pantaslah bila di awal perjalanan liga, lebih banyak orang yang menganggap pertemuan FC Barcelona kontra Atletico Madrid adalah batu sandungan yang dapat menghadang Barca untuk mencegah tim lainnya dari kota Madrid meraih gelar juara. Nyatanya, Atletico Madrid sendirilah yang “meminta” gelar tersebut, dalam laga La Liga pekan ke-38 antara Barca menjamu Atletico di Stadion Nou Camp, hari Sabtu, 17 Mei 2014, malam nanti.

Atletico menjelma menjadi kekuatan baru di musim ini. Kekuatan yang diidentikkan pada Atletico bukanlah sebuah citra mengerikan, menghancurkan, atau kemampuan menguasai lawan. Berguru kepada lugasnya sang pelatih, Diego Simeone, pada saat masih bermain, Atletico menjelma menjadi sebuah ketangguhan, kekompakan dan disiplin. Pertandingan-pertandingan besar yang dijalani Atletico diibaratkan sebagai sebuah pertarungan yang alot. Ibarat sebuah permainan catur, pergeseran bidak-bidak di garis depan saja kadang sudah cukup menghambat pergerakan benteng, kuda atau gajah lawan. Tak heranlah bila akhirnya sangat sulit bagi tim-tim besar memperoleh ruang tembak langsung di depan gawang Thibaut Courtois.

Belajar dari pengalaman pertemuan-pertemuan sebelumnya antara Barca dan Atletico, prediksi selisih gol yang tipis sangat wajar dimunculkan. Total, hanya ada lima gol yang dicetak kedua kubu dalam lima pertemuan mereka. Malahan, dari total lima gol tersebut, Atletico mencetak lebih banyak, yakni tiga buah. Artinya, betapa sulit bagi Barca untuk melesakkan bola ke gawang Courtois.

Dengan klasemen yang menyisakan tiga poin sebagai jarak antara Atletico dan Barca, pendekatan yang dilakukan kedua tim terhadap pertandingan nanti akan sangat berbeda. Atletico akan “selesai” bila kalah, tapi mereka tidak butuh kemenangan. Sebaliknya bagi Barca, tiga poin wajib dicapai. Tidak ada kebutuhan akan selisih gol, karena La Liga mengedepankan aturan head-to-head sebagai penentu peringkat bila ada dua tim yang berakhir dengan nilai yang sama.

Karena ketiadaan urgensi atas selisih gol tersebut, maka bisa dibayangkan bahwa sebuah gol pembuka, entah dari tim tuan rumah ataupun tamu, sudah cukup memutar penuh tensi permainan bagi tim yang kebobolan. Sebaliknya, bagi tim yang mencetak gol pembuka, ini akan menjadi waktu yang tepat untuk memperlambat tempo, bermain psikologis dengan berharap amarah yang membuncah dari tim lawan justru membuka celah di pertahanan mereka sendiri.

Lalu siapakah yang nantinya akan mencetak gol pembuka? Tak ada jawaban pasti karena bola itu bundar. Tapi, karena kebutuhan untuk menang terdapat di sisi Barca, maka dapat dikatakan bahwa Barca akan menjadi tim yang paling berusaha keras mencetak gol pembuka. Lebih banyak mengumpan, lebih banyak berlari, lebih banyak menembak akan menjadi opsi satu-satunya yang dimiliki Barca. Serangan demi serangan akan berusaha dialirkan sederas mungkin ke kotak penalti lawan. Peran para penggedor sangat diharapkan untuk mengambil posisi tembak, tumpuan berlari dan pancingan bagi bek lawan ke luar area yang dijaganya. Neymar Junior, Lionel Messi dan Alexis Sanchez sejatinya sangat tepat dikombinasikan dalam kondisi seperti sekarang.

Setelah ketiganya, jangan lupakan peran penting Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Ketika lini depan Barca mengupayakan segala macam cara untuk menusuk pertahanan Atletico, pengaturan tempo oleh Xavi dan umpan-umpan dari Iniesta menjadi alternatif terbaik untuk menyabarkan punggawa-punggawa Barca kala terdesak waktu untuk menyusun serangan kembali. Bagaimanapun, sepanjang Barca belum berhasil mencetak gol, kubu Atletico akan berpuas di diri bertahan di belakang sambil memancing emosi Barca mengalahkan skema serangan mereka sendiri.

Perihal Atletico yang tidak memiliki urgensi memenangkan pertandingan, Simeone bisa saja memajang lima gelandang sebagai starter, atau menurunkan Diego Costa dan David Villa sekaligus, dengan menarik Costa lebih ke pinggir untuk mengusik bek kanan Barca, Dani Alves. Formasi 4-5-1 menjadi formula andalan Atletico untuk mengamankan satu poin dari Nou Camp. Pilihan apapun yang diterapkan oleh Atletico, orientasi untuk mencuri peluang lewat sisi pinggir yang ditinggalkan para bek sayap Barca akan dimaksimalkan.

Di sisi Barca, yang sangat perlu bertindak waspada adalah lini belakang. Ketiadaan bek-bek tangguh seperti Gerard Pique, Carles Puyol dan Jordi Alba ditambah kiper utama Victor Valdes, menambah suram prospek kawalan pertahanan kala Barca asyik menyerang. Apalagi, kombinasi Marc Bartra dan Javier Mascherano belum teruji betul ketangguhannya. Pelatih Barca, Gerardo “Tata” Martino harus cerdik menempatkan kedua bek ini. Secara fisik, Bartra lebih pas mengawal Costa, sementara Mascherano bagi Villa. Tapi ingat, pergerakan penyerang lebih dinamis dibanding pergeseran bek tengah. Bila gelandang bertahan Sergio Busquets tak ikut membantu, bisa jadi serangan menggebu-gebu Barca berujung bumerang di lini pertahanan sendiri.

Barca dan Atletico pasti sudah berhitung cermat untuk mengamankan laga ini. Bagaimanapun, begitu gentingnya laga ini tak terlepas dari kelengahan kedua tim dalam dua bulan terakhir dengan melepas begitu banyak poin-poin melawan tim-tim semenjana. Kini, mereka harus menjalani penghakiman terakhir mereka atas kegagalan mendulang poin sebelumnya. Siapa yang tertawa terakhir? Semoga Barca jawabnya.

Jornada 38 La Liga 2013-14:

FC Barcelona vs Atletico Madrid

Venue : Stadion Nou Camp, Barcelona

Wasit : Antonio Mateu Lahoz

Perkiraan pemain:

FC Barcelona (4-3-3): Pinto; Alves, Bartra, Mascherano, Adriano; Busquets, Xavi, Iniesta; Sanchez, Messi, Neymar

Atletico Madrid (4-5-1): Courtois, Juanfran, Miranda, Godin, Luis; Koke, Tiago, Gabi, Turan, Costa; Villa

Visca Barca!

Kata kunci: ,

#