MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Para pengunjung forum disarankan untuk tidak klik link-link yang tidak jelas di dalam forum ini. Sebab seringkali muncul spam di forum ini yang berisi iklan2 internasional. Resiko atas kelalaian yang disebabkan oleh pengunjung, bukanlah tanggung jawab FCBI dan pengurus forum.        Next Match - LIGA : Real Sociedad vs FC.Barcelona. Senin 05 Januari 2015. Jam 03:00 WIB.        Last Match - LIGA : FC Barcelona 5 - 0 Cordoba . Gol Barcelona oleh Pedro '2 ,Suarez 53' ,Pique 80' ,Messi 82' ,90'+1        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

FCBI Reg. Pekalongan Peduli Lingkungan Hidup
ellazefa - Rabu, 10 Desember 2014 - 17:01.

Dalam rangka menyambut Hari Pohon Internasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014, FCBI Pekalongan yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pekalongan melakukan aksi hijau dengan melakukan penanaman pohon bersama di dua tempat yaitu lapangan Alun-alun Pekalongan dan lapangan Jetayu Pekalongan.

Dalam kegiatan ini turut serta juga komunitas-komunitas lain yang menjadi anggota FKH Kota Pekalongan diantaranya OI, Fama, Perwakilan Mapala, Mahasiswa Unikal, Komunitas Biji dan beberapa anggota lainnya.


Kegiatan kali ini mengambil tema  ”Pohon bisa hidup tanpa manusia, Manusia tidak bisa hidup tanpa pohon.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan terutama pohon. Selain itu dengan adanya kegiatan ini, kami berharap agar komunitas-komunitas lain mau bergabung bersama FKH, terutama komunitas yang berisi generasi-generasi muda.

Memerah Birukan Jakarta dengan GathNas Ke 4 FCBI
ellazefa - Senin, 8 Desember 2014 - 16:58.


Tak terasa sampai juga di Gatnas Ke 4 di Jakarta , setelah Gatnas Pertama di Bandung, Ke dua di Surabaya dan Ketiga di Yogyakarta. Rasanya baru kemarin kebersamaan kami dalam kekeluargaan yang erat di keluarga besar member FCBI berkumpul di yogya,

Fans Club Barcelona Indonesia (FCBI) mengelar Musyawarah Nasional dan Gathering Nasional (Gatnas) ke IV pada  tanggal 23-26 Oktober 2014 di Desa Wisata, Hotel dan Resort Convention Hall Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kegiatan yang mengangkat tema ‘ Eksistensi, Kaderisasi, Sosial dan Silaturahmi diikuti oleh 30 regional dari 62 regional di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut pengurus FCBI Pusat menyampaian laporan pertangungjawaban (LPJ) kinerja pengurus pusat, sekaligus pemilihan presiden baru FCBI dan pembentukan kepengurusan priode 2014/2016.

Dalam Munas yang beragendakan pengesahaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) lama, pemilihan Presiden FCBI, sertijab pengurus lama serta rapat pleno revisi AD ART, formatur kepengurusan dan program kerja terpilih secara aklamasi koordinator regional Bogor Indra Syarifuddin untuk menjadi Presiden FCBI untuk dua tahun mendatang menggantikan IIyas Baisa yang juga merupakan salah seorang pemrakarsa terbentuknya FCBI.


Pada Tanggal 24 Oktober  Dimulai dengan sambutan dari Martin atex selaku Ketua Pelaksana Gatnas, Kamil Messi sebagai Korwil FCBI Regional Jakarta, EllaZefa Sebagai Wakil dari Pengurus Pusat FCBI dan dibuka oleh Ilyaz Baisa selaku Presiden FCBI.

Kita berkumpul disini untuk mesuport tim yang jauh disana, dengan harapan kita ini tetap satu dan menjaga kekompakan, karena kita ini satu FCBI dan satu bangsa Indonesia,”ujar Mantan Presiden Fans Club Barcelona Indonesia Ilyas Baisa.

Senada Humas FCBI Pusat  EllaZefa, menjelaskan  bahwa sesuatu hal yang luar biasa dan atas kedatangan berbagai regional dari  daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi menunjukan bahwa FCBI  adalah Rumah dan Keluarga Kedua ,tetap ada dan eksis dan bersama2 dalam kekeluargaan , karena akan menjadi kuat apabila bersama.

Presiden FCB Indonesia  Indra Syarifuddin usai terpilih secara aklamasi mengungkapkan bahwa dengan persoalan yang kita hadapi, memberi warna dan menjadikan FCBI lebih kuat. Langkah pertama yang akan kita lakukan yakni melakukan pembenahan dan mencoba menarik benang merah dari berbagai persoalan dan kendala khususnya pengurus pusat ke tiap regional. Namun itu semua tidak akan mungkin dapat kita wujudkan tanpa ada sebuah kebersamaan diantara kita sebagai satu kesatuan. Semakin besar dan eksisnya FCBI ada pada kita, sebaliknya kemunduran dan tenggelamnya FCBI juga ada pada kita. Olehnya itu mari bersama-sama kita rapatkan barisan dan satukan segenap tenaga dan pikiran agar FCBI menjadi komunitas yang besar dengan manajemen yang baik dan dapat memberi warna merah biru di Indonesia.” Visca Barca….Visca FCB Indonesia,”teriaknya di sambut gemuruh peserta munas.

Ketua Panitia Gathering Nasional IV yang juga merupakan pengurus regional FCBI Jakarta Athec menuturkan dengan pelaksanaan ini, juga merupakan pembuktian bahwa regional FCBI Jakarta masih ada dan tetap eksis. ” Sebagai tuan rumah, kita menunjukan bahwa FCBI Jakarta masih ada. Kita jangan di politisir, kami ada untuk berkumpul dan bersatu,”ujarnya.


Dan pada malam itu acara ditutup dengan perkenalan dari seluruh regional peserta dari 30 regional dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung,Semarang,Jogya,Jember,Surabaya, Jombang,Shoppeng,Gorontalo,Palu,Medan,Pekalongan, Bogor,Sumedang,Samarinda, Tarakan,Polman,Luwuk,Wajo, Malang,dll

Pada hari kedua Gatnas Sabtu tanggal 26 Oktober di mulai dengan Games ,foto Grupie yang bekerja sama dengan Head n Shoulder berhadiah Ke Camp Nou sampai sebelum makan siang. Setelah makan siang seluruh peserta Melakukan kebersamaan ke SbowBay yang terletak di kawasan TMII. Seluruh Peserta begitu larut dalam kegembiraan dan kebersamaan. Dan acara hari ke 2 Ditutup dengan NONBAR FCBI dan Ultras Real Madrid Indonesia (URMI) .

Peserta Gathering Nasional (Gatnas) Fans Club Barcelona Indonesia (FCBI) yang berasal dari berbagai regional di Indonesia, dalam kegiatan nonton bareng mendapat perlakukan tak sportif dari para madrista.Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ultras Real Madrid Indonesia (URMI) tersebut berakhir dengan kericuan akibat lemparan botol dari para madrista, pasca gol pertama yang dicetak Neymar pada menit ke tiga babak pertama.

Kegiatan nonton bareng yang dilaksanakan di Aula Universitas Trilogi Jakarta, Minggu 26 Oktober, dini hari tersebut mampu reda setelah beberapa aparat TNI turun tangan melerai keributan tersebut. ” Para madrista khususnya yang menggunakan berbagai atribut berupa bendera dan alat pengeras suara, sebahagian sudah terpengaruh alkohol,”ujar salah seorang peserta nobar.

Presiden FCBI Indra Syarifuddin yang pastinya kami kecewa, akan tetapi untuk mengamankan para peserta gatnas jadi kami mundur.” Kita khawatirkan terjadi keributan yang lebih besar lagi, makanya kami mundur.,”timpalnya. Menanggapi ulah madrista, Indra menyayangkan kejadian tersebut, apalagi banyak korban dari lemparan para madrista.

Peserta Gatnas yang juga merupakan Kordinator Wilayah (Korwil) Regional Polman Provinsi Sulawesi Barat Ichal Jafar menuturkan bahwa kejadian nonton bareng tersebut sungguh memalukan dan tentunya berdampak negatif bagi madrista sendiri. Kita hanya berharap semoga el clasico kedepan khususnya nonton bareng, seperti ini tidak menimbulkan keributan. ” Masing-masing fans harusnya bisa menahan diri dalam nonton bareng tersebut, apalagi kita ini satu bangsa dan satu tanah air,”ungkapnya.

Terpisah panitia pelaksana nonton bareng Kamil mengungkapkan bahwa dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan memberikan sanksi bagi para madrista.
Dalam pertemuan bergengsi antara Madrid dan Barcelona tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Madrid yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo, Pepe dan Karim Benzema. Sedangkan gol semata wayang Barcelona di cetak Neymar.

Pada Hari ketiga Minggu 27 Oktober adalah hari terakhir dimana harusnya jam 10 adalah penutupan namun jam 12 Baru bisa dilakukan . dikarenakan sepertinya enggan untuk berpisah. Selalu banyak kenangan manis dari mulai Gatnas Pertama di Bandung, Gatnas ke 2 di Surabaya ,ke 3 di Yogyakarta dan ke 4 di Jakarta… sampai ketemu 2 tahun mendatang di Gatnas selanjutnya. VISCA BARCA VISCA FCBI

Menanti R(E)volusi Enrique
primsa - Kamis, 21 Agustus 2014 - 12:00.

Segera setelah peresmiannya sebagai pelatih baru FC Barcelona, Luis Enrique Martinez langsung memulai kerja cerdasnya membenahi skuad. Pengalamannya sebagai pemain Barca selama delapan tahun dan tangan dinginnya memimpin pasukan muda FC Barcelona B dalam kurun waktu 2008 hingga 2011 memudahkannya untuk menyelaraskan konsep melatihnya dengan ekspektasi tinggi publik Camp Nou.

Beberapa poin penting yang menjadi pekerjaan rumah khusus bagi seorang pelatih Barca ditata secara bertahap. Walau terlihat sederhana dan tampak sama di klub-klub lain, namun Enrique menjadikannya sebagai bagian kekokohan fondasi skuad yang bersifat jangka panjang.


Poin pertama yaitu regenerasi.

Keputusan Victor Valdes yang berniat mencari tantangan baru sejak pertengahan musim sebelumnya, ditambah dengan keputusan pensiun kapten Carles Puyol membuahkan kekosongan senioritas ulung di ruang ganti. Walaupun Valdes batal pindah dan mungkin masih akan sering beredar di kota Barcelona musim depan, ditambah keputusan Puyol yang menyatakan kesediaannya membantu Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, di departemen sepakbola, Enrique meyakini adanya nilai kebaikan dari sebuah masa transisi untuk menularkan semangat heroisme masa jaya Barca kepada skuad baru. Sosok penting untuk pengkonkretan hal ini ada pada diri Xavi Hernandez.

Xavi, yang sudah menjadi wakil kapten selama enam tahun terakhir, tadinya juga berencana untuk hengkang. Tawaran beberapa klub dari Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat dan Liga Qatar terendus media sebagai bakal pelabuhannya berikut. Dengan sebuah langkah pasti, Enrique mengamankan keberadaan Xavi minimal setahun ke depan, namun dengan batasan tidak menjanjikannya sebuah posisi inti di skuad utama. Dalam konsep bisnis, mungkin yang hendak diterapkan Enrique adalah mendorong Xavi “berbicara” dalam acara “CEO Inspiration” bagi pemain-pemain baru.


Poin kedua menyangkut perekrutan alumni akademi sepakbola La Masia.

Di Barca, ada sebuah “tekanan” untuk secara konsisten menjadikan La Masia sumber pasokan pemain baru bagi tim senior. Rasionalitasnya terletak pada kualitas individu dan mental kolektivisme yang dibawa dalam diri tiap alumni, didikan pola 4-3-3 yang tertanam sejak usia dini, lalu berlanjut pada nilai transfer yang akan berhasil dihemat. Konsep ini semakin menemukan pembenarannya dalam sepuluh tahun terakhir dengan rengkuhan tiga trofi Liga Champions.

Tentunya bukan karena Enrique menjalani tujuh tahun pembinaan di sekolah sepakbola milik klub Sporting Gijon yang menyebabkannya tidak menunjukkan tanda-tanda akan ada seorang alumni La Masia baru yang masuk ke skuad utama Barca musim depan. Atau bahkan bila dikaitkan dengan penjualan Francesc “Cesc” Fabregas ke Chelsea. Dalam kondisi La Masia saat ini, tumpukan kualitas para alumni terpusat di lini tengah, sementara perbaikan lini belakang dan depan perlu disikapi lebih serius. Inilah sebabnya sehingga investasi (baca: pengeluaran) besar-besaran Barca musim ini bukan utamanya terjadi di lini tengah.

Satu-satunya poin regenerasi yang belum terselesaikan hingga mendekati dimulainya La Liga 2014/15 adalah pencarian pengganti bek kanan Dani Alves. Dengan umurnya yang sudah mencapai 31 tahun serta kontraknya yang akan berakhir tahun depan, sulit untuk mengharapkan Alves akan menjadi opsi jangka panjang bagi skuad yang sedang dibentuk Enrique.

Poin ketiga adalah penajaman daya tempur.

Sekalipun Barca sudah bertabur bintang, penyelesaian akhir yang tidak efektif masih menjadi momok yang belum mampu diselesaikan Barca. Tepatkah keputasan merekrut Luis Suarez untuk poin ini? Bila menyinggung “masa istirahat”nya dari pertandingan kompetitif resmi selama empat bulan, sudah pasti Barca merugi. Apalagi bila mengacu kepada kondisi aktual sebelum pengurangan hukuman dilakukan, berlatih di stadion pun tidak mungkin bagi Suarez.

Tapi mari kita lihat stok striker yang ada di bursa. Andaikan pun pemegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, Miroslav Klose, masih berusia 25 tahun saat ini, Barca sudah pasti tidak akan mengejarnya. Seluruh titik penciptaan 16 gol yang diciptakan mantan penyerang tim nasional Jerman tersebut terjadi dalam satu koridor garis lurus selebar gawang hingga batas kotak penalti. Tidak ada garis silang yang cukup jauh terdeteksi dalam proses penciptaan gol oleh Klose.

Suarez menawarkan segalanya. Dia memiliki dribbling lengket atas bola, terbiasa dengan permainan diagonal, mumpuni dalam situasi one-on-one serta piawai menyambut bola silang. Dia juga menciptakan teror bila sudah bersiap mengambil tendangan bebas di luar kotak penalti. Gol sundulan acap terjadi lewat kepalanya. Keuletan dan kegesitannya bertarung akan membawanya sebagai sosok “Lucho” (yang artinya fighter atau pejuang), sebuah julukan yang melekat pula pada diri sang pelatih saat masih aktif bermain.

Yang agak mirip dengan profil Suarez ada beberapa, sebutlah Radamel Falcao dan Sergio “Kun” Aguerro, penyerang tengah asal Kolombia dan Argentina. Tapi, Falcao sedang dibekap cedera panjang dan Aguerro tidak menunjukkan sinarnya di Piala Dunia. Maka, dapat dimaklumi bila Barca segera mengamankan tanda tangan Suarez di bulan Juli kemarin.


Poin keempat adalah pengokohan lini belakang.

Setidaknya ada dua alasan penting di poin ini. Pertama karena jumlah kebobolan Barca di musim lalu yang sudah “tidak masuk akal” lagi. Di liga, Barcelonistas harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dibobol lawan hingga 33 kali. Tentu ini bukan jumlah yang bisa ditoleransi untuk klub sebesar Barca.

Alasan berikut adalah untuk kepentingan fleksibilitas lini belakang. Kebiasaan Barca memainkan empat pemain belakang sekaligus akan sulit diubah bila mengandalkan skuad sebelumnya. Javier Mascherano, yang aslinya adalah gelandang bertahan, lebih fasih membaca permainan lawan di lini tengah dibanding sebagai penyapu serangan lawan hingga ke garis tepi. Marc Bartra pun demikian. Walaupun dapat dimaklumi terkait jam terbangnya yang paling minim diantara para bek tengah, kegagalannya mengantisipasi rangsekan Gareth Bale di sisi kanan pertahanan Barca saat final Copa del Rey menjauhkan Enrique dari keinginan menambah stok bek tengah Barca.

Kehadiran Jeremy Mathieu dan Thomas Vermaelen dijadikan jawaban atas kegundahan Enrique terhadap stok bek tengah Barca. Dua benteng raksasa ini, bila dipadukan dengan Gerard Pique, akan menjadi trio penghalau bola-bola udara ke jantung pertahanan Barca. Target terukur untuk prestasi mereka adalah reduksi atas frekuensi kebobolan dari bola-bola mati dan umpan silang ke kotak penalti Barca. Dengan adanya ketiga bek tengah ini, Enrique bisa memastikan pola 3-4-3 sebagai variasi realistis atas pakem 4-3-3 yang sudah rutin dimainkan Barca.


Poin kelima cukup unik, yaitu penciptaan kompetisi diantara para kiper anyar.

Walaupun sudah pasti hanya satu kiper yang berjaga di bawah gawang, Barca punya riwayat kompetisi untuk posisi kiper. Di musim 2002/03, Barca memiliki dua kiper berkualitas sekaligus, yakni Roberto Bonano asal Argentina dan mendiang Robert Enke asal Jerman. Setahun kemudian, Valdes menjadi kiper utama menyingkirkan Rustu Recber, kiper tim nasional Turki, yang turut membawa negaranya ke semifinal Piala Dunia 2002.

Kompetisi keras akan tercipta antara Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo dan Jordi Masip. Kiper asal Jerman, Stegen, adalah rekrutan paling awal Barca, yang persetujuan kontraknya diyakini telah tercapai saat musim lalu masih berjalan. Bravo bermain cemerlang mengawal gawang tim nasional Cile di Brasil, sementara Masip adalah didikan La Masia sejak tahun 2004. Persaingan halus dapat dirasakan bila menyimak komentar-komentar terpisah mereka di media. Enrique sendiri tampaknya tidak mau terjebak dalam pilihan yang terlalu dini. Dalam wawancara dengan media Mundo Deportivo setelah kemenangan telak 6-0 atas HJK Helsinki, ia secara jelas memberikan kesempatan 33% bagi Stegen, 33% bagi Bravo dan 33% bagi Masip untuk menjadi kiper utama Barca musim depan. Siapa yang terpilih? Jelas, tidak bisa dipastikan saat ini.


Poin keenam dan yang paling penting, adalah deklarasi “I am the boss” oleh Enrique.


Dilihat dari struktur tim kepelatihan yang dibawanya, kebijakan transfer pemain, potensi perubahan cara bermain di atas lapangan, hingga gairah, semangat juang dan kepercayaan diri tinggi yang diusungnya, sangat jelas bahwa Enrique akan menempatkan diri sebagai role model yang wajib disimak instruksinya. Tak heran bila Josep Marie Bartomeu, Presiden Barca, sampai menunjuk sang pelatih sebagai rekrutan terpenting musim ini.

Setumpuk ilmu dan pengalaman yang dimiliki Enrique menjadi modal penting mengembalikan Barca ke masa jayanya. Kini dia bukan lagi kapten di atas lapangan, karena dia akan mulai kepemimpinannya sebagai pelatih, mengatur sekelompok talenta luar biasa berbaju biru merah.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Gathering Nasional FCBI Ke 4 Di Jakarta
ellazefa - Senin, 18 Agustus 2014 - 15:10.

Wah Kayaknya baru kemarin Gathnas Pertama di Bandung, Kedua di Surabaya , Ketiga di Yogyakarta…. dan sekarang sudah mau gatnas Ke 4 dan Luar Biasa sekali tempatnya di Jakarta , Pada Tanggal  24,25,26 Oktober 2014

Tema dan Arti Logo Gatnas Ke 4 adalah :

-       Gedung gedung yang mengelilingi lingakaran merupakan landmark Kota Jakarta
-       Merah biru di tengah lingkaran merupakan warna kebanggaan Barcelona
-       Tulisan existir per indonesia merupakan tema dari Gathnas 4 FCBI yang artinya eksis untuk Indonesia
-       “ Eksis” merupakan kepanjangan dari Eksistensi Kaderisasi, Silaturahmi dan Sosial pengertiannya yaitu,

1. Eksistensi, Dengan acara ini diharapkan eksistensi FCBI semakin terlihat, semoga kedepannya bila nama/brand semakin besar, akan memudahkan orang lain paham dan mengenal fans club kita

2. Kaderisasi, Diharapkan ajang ini bisa menjadi bagian dr proseskaderisasi terutama untuk kepungurusan FCBI

3. Silaturahim, Salah satu acara ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik antar regional FCBI

4. Sosial, Acara ini merupakan ajang juga untuk menerapkan filosofi klub yaitu “mes que un club

So siapin dari sekarang nich buat yang di luar kota buat cuti, nabung buat ikutan Gathnas FCBI ,kebayang kan kangen2an ketemu kembali ama sesama Cules dan Nona Barca fans FC BARCELONA, yang biasanya hanya kenal di dunia maya, sosmed , ato lewat Forum bisa ketemu langsung. yg sudah pernah ikutan  Gathnas sebelumnya bisa saling update info2 terbaru .

Nih bocorannya nich acaranya bakalan ada : FCBI got Talent, Sharing sesama Regional, Keliling kota Jakarta , dll masih banyak lagi.


Dan Ini nich yang wajib di baca Info2 penting seputar Gatnas ke 4 :

  1. Gathering Nasional FCBI sanakan pada tanggal 24 s.d 26 Oktober 2014, bertempat di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah
  2. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang ( Insya Allah akan turun seiring dana yang masuk dari sponsor)
  3. Biaya Gathering Nasional FCBI 2014 sebesar Rp. 400.000 / orang sudah termasuk 2 malam penginapan, 5 kali makan, merchendise Gathering  (inc : 1 kaos, id card peserta, stiker, gantungan kunci), dan biaya masuk tempat wisata.
  4. Pendaftaran dan Pembayaran Gathering Nasional FCBI  2014 dapat dilakukan dari tanggal 1 September 2014 sampai dengan 31 September 2014.
  5. Pembayaran Gathering Nasional FCBI 2014 dikirimkan via BCA Nomor rekening 0325774817 atas nama Muhammad Kamil
  6. Peserta Gathering Nasional FCBI 2014 adalah member resmi Fans Club Barcelona Indonesia.
  7. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran Gathering Nasional FCBI 2014 yang sudah disediakan panitia.
  8. Peserta yang membawa anak dengan usia 0 – 4 tahun tidak dikenakan biaya pendaftaran dan wajib mencantumkan data di formulir pendaftaran.
  9. Peserta yang membawa anak usia 5 – 9 tahun wajib mengisi formulir pendaftaran dan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000 / orang
  10. Peserta yang sudah berkeluarga diwajibkan menunjukkan photo copy buku nikah.
  11. Tiap Regional yang akan mengikuti Gathering Nasional FCBI 2014 harus menunjuk 1 (satu) koordinator untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI 2014
  12. Koordinator dari tiap Regional harap melaporkan nama beserta no handphone-nya kepada Humas Gathering Nasional FCBI 2014 (Rifqi 083892222032) paling lambat tanggal 31 Agustus 2014.
  13. Koordinator dari tiap Regional bertugas untuk berkoordinasi dengan panitia Gathering Nasional FCBI  2014 dalam hal pengumpulan nama-nama pendaftar dan uang pendaftaran yang dikumpulkan secara kolektif.
  14. Koordinator tiap Regional juga bertugas untuk membantu dalam hal koordinasi akomodasi peserta setiap Regional menuju lokasi Gathering Nasional FCBI 2014 Setiap Regional wajib melaporkan jenis penampilan kreatifitas apa yang akan ditampilkan paling lambat pada tanggal  30 September 2014 kepada Panitia Gathering Nasional FCBI  2014
  15. Peserta maksimal 400 orang dengan sistem pendaftaran siapa cepat dia dapat ( Pembayaran bisa dengan Down Payment sebesar Rp. 200.000 melalui Regional masing-masing )
  16. Koordinator wajib melaporkan jadwal kedatangan dan kepulangan peserta secara kolektif kepada panitia Gathering Nasional FCBI 2014.
  17. Peserta di usakan tiba di titik penjemputan (Bandara/stasiun/terminal) hari Jum’at tanggal 24 Oktober 2014 antara jam 13.00 – 16.00 WIB supaya memudahkan panitia untuk penjemputan
  18. Setiap Regional peserta wajib mempersembahkan 1 (satu) penampilan kreatifitas dalam bentuk apa saja yang akan ditampilkan saat FCBI Got Tallent Gathering Nasional FCBI 2014 yang merupakan bagian dari rangkaian acara.

ini nich tempatnya

 

 

So Don’t Miss It Cules n Nona Barca FCBI

Kata kunci:

Menilik Seorang Petarung Bernama Luis Enrique
primsa - Sabtu, 16 Agustus 2014 - 11:24.

Bagi FC Barcelona, musim 2013/14 jelas jauh dari kata sempurna. Tak pernah dibayangkan oleh para Barcelonistas di seluruh dunia bahwa musim yang dicirikan dengan begitu seringnya mega bintang Lionel Messi naik meja operasi tersebut berakhir dengan ketiadaan gelar. Walaupun dikontrak dua tahun, tak pelak lagi kegagalan Barca di partai pamungkas La Liga melawan Atletico Madrid menjadi amunisi empuk yang dilontarkan terhadap kursi kepelatihan Gerardo “Tata” Martino.

Pengganti Tata akhirnya diumumkan. Dialah Luis Enrique Martinez, legenda hidup Barca yang pernah delapan tahun membela Si Biru Merah pada periode 1996-2004. Tanda-tanda mengenai perekrutan Enrique memang sulit dielakkan bila melihat pengunduran dirinya dilakukan justru lebih awal dibanding pengumuman pengunduran diri oleh Tata.

Lantas, sesederhana itukah menyelesaikan persoalan kepemimpinan teknis sepakbola bagi Barca dengan segera menunjuk seorang mantan pemainnya duduk sebagai pelatih? Romansa Josep “Pep” Guardiola sajakah yang menggugah manajemen Barca untuk kembali mendudukkan pelatih dengan pengalaman minim mengatur skuad penuh talenta?

Bertahun-tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions 2010/11, Barca terasa semakin sulit mendekatkan diri ke piala yang sama setelahnya. Grafiknya semakin menukik bila mengacu dua skor agregat semifinal Liga Champions 2011/12 dan 2012/13 serta perempat final Liga Champions 2013/14. Persoalannya pun ternyata bukan melulu terletak pada papan skor, tetapi statistik keseluruhan Barca yang semakin sulit mendominasi lawan dan mengembangkan permainan indah.

Tata awalnya diprediksi bakal hebat di Barca, terutama mengingat pencapaiannya di paruh pertama musim. Apalagi bila ukuran El-Clasico yang dipakai, terasa kompletlah awal karier Tata di Barca. Tetapi independensi mungkin menjadi sebuah kata kunci yang menghambat inovasinya di Barca. Tata hanya terlihat independen di sekitar kebijakan rotasi pemain, karena dengan penuh keyakinan, dialah pelatih pertama yang punya nyali untuk rutin membangkucadangkan Messi. Di luar itu, tidak tampak keleluasaannya bergerak. Jajaran pelatih fisik, fisioterapis dan lainnya adalah gabungan tim yang sejak lama “mengembara” bersamanya di Amerika Latin serta komposisi lama sepeninggalan Francesc “Tito” Vilanova (alm.) yang mengundurkan tiba-tiba dalam masa persiapan musim 2013/14. Ia juga tidak cukup yakin untuk mengambil keputusan membeli seorang pemain baru. Neymar Junior, yang merupakan rekrutan anyar untuk musim 2013/13, sudah diperkenalkan pada publik Stadion Camp Nou hampir dua bulan sebelum Tata bergabung.

Maka, ketika nama Enrique diajukan oleh Direktur Olahraga, Andoni Zubizaretta, imaji yang segera melintas bagi Barcelonistas adalah energi dari sebuah sosok yang dulu sama baiknya menggunakan kaki kiri dan kanan, tak jarang mencetak gol lewat sundulan, terbiasa dengan set-pieces, rutin beroperasi dari kedua sayap, serta rajin melakukan penetrasi tiba-tiba dari lini kedua. Kombinasi skill yang sangat teknis ini masih ditambah dengan satu syarat rumit yang pasti sulit dipenuhi pemain sepakbola manapun, yakni bahwa Enrique pernah menjajal semua posisi di lapangan kecuali kiper.

Sepaket dengan kualitas individu Enrique, manajemen Barca kembali menghadiahkan para Barcelonistas dengan kemerdekaan berimprovisasi bagi sang pelatih untuk menciptakan tim idaman versinya. Indikasinya jelas: Enrique merekrut tidak hanya untuk posisi favorit yang dikejar Barca bertahun-tahun (baca: penyerang) hingga “melupakan” lini lainnya, tapi juga membenahi lini tengah, lini belakang, bahkan hingga kiper. Dari semua rekrutan untuk musim depan, hanya kiper berkebangsaan Jerman, Marc-Andre ter Stegen, yang telah disepakati bergabung sebelum penunjukan Enrique. Hal demikian menjadi salah satu pembeda utama perjalanan awal kepelatihan Enrique dengan Tata.

Sepeninggal Pep, Barca secara perlahan meninggalkan konsep tiki-taka. Kesulitan yang ditemui setiap kali melawan tim-tim besar di tahapan penting Liga Champions tampaknya mengubah haluan Tito dan Tata untuk menciptakan alternatif serangan udara lewat bola-bola lambung dari garis pertahanan sendiri. Pragmatisme atas pencapaian hasil pun dikedepankan melewati batas idealisme yang diperkenalkan bagi pemain Barca sejak lama. Beberapa kali Barca mempraktekkan cara bermain demikian saat melawan tim medioker sebelum dijajal tim raksasa lain di kancah Eropa. Kesulitan untuk menjalankan alternatif ini ternyata tidak hanya soal pakem tiki-taka yang sudah terlanjur dibiasakan terhadap para alumni La Masia yang mendominasi skuad Barca, tetapi juga soal ketiadaan postur di lini tengah dan depan yang mendukung penyelesaian akhir yang dibangun dengan bola udara. Inovasi dalam ide ya, tapi dalam praktek belum membuahkan hasil maksimal.

Enrique sendiri bukan pemain yang asing untuk mencetak gol, termasuk lewat sundulan, semasa menjadi pemain. Dengan tinggi “hanya” 180cm dan bukan target-man resmi Barca di era Bobby Robson, Louis van Gaal, Llorenc Serra Ferrer, Carles Rexach, Radomir Antic hingga Frank Rijkaard, dapat diyakini bahwa jejalan ilmu menciptakan peluang dari beragam pelatih Barca telah tertanam kuat di dalam diri Enrique untuk kemudian ditularkan pada skuad Barca kelak.

Sejenak mengupas “periode kosong”nya selepas pensiun sebagai pemain tahun 2004, kita akan menemukan pelatih kelahiran Gijon, sebuah kota tepi pantai di sebelah utara Spanyol, ini sebagai sosok petarung tangguh. Ajang lari maraton di berbagai belahan dunia diikutinya, mulai dari New York City (AS), Amsterdam (Belanda), Firenze (Italia) dan Gurun Sahara. Catatan khusus perlu disematkan untuk lokasi yang disebut terakhir, karena Sahara telah dikenal sebagai gurun yang sangat kejam bagi mereka yang berfisik biasa-biasa saja. Pada siang hari, suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius. Marathon des Sables, nama kegiatan melintasi Gurun Sahara tersebut, diikuti Enrique pada tahun 2008. Media Discovery Channel bahkan menyebut Marathon des Sables sebagai lomba lari paling sulit ditaklukkan di atas muka bumi saat ini. Tapi nyatanya, Enrique mengikutinya dan berhasil mencapai garis finis.

Kekuatan fisik, seperti halnya contoh yang ditunjukkan lewat beragam lari maraton yang diikuti, akan mendapat porsi lebih di mata Enrique. Itu pula yang bisa menjadi penguak di balik keputusan Barca memusatkan persiapan pra-musim di St.George Park, Inggris, tanpa mengikutsertakan diri dalam banyak partai persahabatan.

Boleh jadi, kita akan melihat perubahan daya tarung Barca di musim depan. Dengan “keberingasan” sang pelatih dalam memberikan contoh, pasti melecut setiap punggawa Barca untuk menaikkan standar diri masing-masing. Apalagi contoh yang ditunjukkan Enrique terjadi setelah masa fisik keemasan seorang atlet umumnya telah berlalu. Semakin rumit saja bagi pemain dalam mencari alasan untuk tidak mampu memenuhi standar sang pelatih.

Perubahan kedua yang pasti ditunggu-tunggu adalah skema bermain Barca. Dalam delapan tahun kebersamaannya sebagai pemain di Barca, periode 1998/99 mungkin akan menjadi periode inspirasi bagi Enrique dalam menentukan pola permainan yang diusung Barca. Tahun dimana Barca menjuarai La Liga tersebut ditandai dengan pola maut 3-3-3-1 yang dimainkan secara trengginas oleh Luis Figo, Rivaldo Vitor Barbosa dan Enrique sebagai trisula gelandang serang di belakang Patrick Kluivert. Pola yang diterapkan van Gaal tersebut berhasil menggilas lawan-lawan Barca dengan skor telak. Enrique menjadi gelandang yang subur mencetak gol, bahkan dalam partai keras El-Clasico melawan klub ibukota yang juga pernah dibelanya. Tanda-tanda ke arah pola 3-3-3-1 dan variasinya pun telah terdeteksi dari aktivitas Barca di bursa transfer kali ini.

Cita rasa kontra El Real yang sangat kental menjadi bumbu lain dari sosok Enrique. Selain rajin membobol gawang Real Madrid semasa menjadi pemain, ia juga berhasil memimpin Celta Vigo musim lalu untuk membatalkan kelanjutan perburuan gelar La Liga oleh Madrid. Kemenangan Celta dua gol tanpa balas atas Si Putih di jornada 37 yang dilangsungkan di Stadion Balaidos, Vigo, memastikan Madrid tak mungkin lagi menjadi juara liga.

Kini, Enrique telah kembali ke Nou Camp. Ia telah menjadi sosok penting bagi Barca saat menjadi pemain. Ia pun patut dipercaya akan menjadi sosok penting bagi Barca di musim-musim mendatang. Ini bukan sekedar romansa sukses ala Pep, bukan pula bertajuk paket cepat memanggil pulang alumni, namun dengan kualitasnya, terlalu sulit menolak untuk tidak menempatkan Enrique di bangku kepelatihan Barca! Semoga sukses, Enrique!

Visca Barca!

Kata kunci:

#