
Barcelona resmi menjuarai La Liga 2010/11 usai meraih hasil imbang 1-1 di Ciutat de Valencia. Gelar juara La Liga ketiga secara beruntun sejak musim 2008/09 sukses diamankan Barcelona. Hasil seri 1-1 di kandang Levante, Kamis (12 Mei 2011) dinihari WIB, cukup untuk membuat koleksi poin mereka bertambah menjadi 92. Keunggulan enam angka memang masih mungkin disamai Real Madrid di dua jornada tersisa, tapi Tim Catalan unggul head-to-head atas sang rival abadi.
Sadar cuma butuh satu poin dari laga di Ciutat de Valencia, armada pimpinan Pep Guardiola terlihat tidak terlalu ngotot mengumbar serangan. Kendati begitu, penguasaan bola yang dominan tetap diperlihatkan Barcelona.Namun, Levante yang banyak mengandalkan serangan balik sempat beberapa kali mengancam dengan memanfaatkan kegugupan barisan pertahanan Barca.
Seydou Keita muncul sebagai pemecah kebuntuan skor di menit ke-28. Gelandang Barca berkebangsaan Mali itu menyambut umpan lambung terukur dari Xavi Hernandez dengan sundulan keras untuk merobek gawang Gustavo Munua. Keunggulan 1-0 membuat para jugador Barca tampil semakin percaya diri, tapi kans dari Eric Abidal dan David Villa masih menemui kegagalan.
Di menit ke-41, Gerard Pique melakukan kesalahan fatal yang membuat Levante sanggup menyamakan kedudukan. Tendangan sang bek yang bermaksud menyapu bola meleset, Felipe Caceido pun leluasa membobol gawang Victor Valdes.
Tak berapa lama kemudian, tendangan bebas Lionel Messi masih meleset tipis. Skor 1-1 pun menutup paruh pertama.Setelah turun minum, Barca ogah melepaskan kendali permainan dengan Messi sebagai motor serangan.
Pada menit ke-56, La Pulga meliuk-liuk melewati beberapa pemain Levante. Sayang, tendangannya hanya membentur tiang gawang Munua. 15 menit berselang, kembali Messi mampu meloloskan diri dari sergapan pemain bertahan tuan rumah. Tapi ia lagi-lagi gagal masuk scoresheet karena sepakannya yang sedikit berbelok arah setelah mengenai bek Levante masih melebar.
Di waktu tersisa, Barca berusaha menghemat tenaga dan terus mengandalkan possession football. Skor 1-1 terus terjaga sampai peluit panjang dibunyikan wasit Jose Luis Paradas Romero. Fans Barcelona pun berpesta menyambut titel La Liga ke-21.
Berikut adalah Titel Liga Ketujuh Barca di Luar Kandang :
Musim 1928/1929 di Getxo
Pada tanggal 30 Juni 1929, Barca memenangi titel liga pertama mereka usai mengalahkan Arenas Club de Getxo dengan skor 2-0 berkat dua gol Parera.
Musim 1958/1959 di Madrid
Tanggal 12 April 1959, Barca di bawah asuhan Helenio Herrera memenangi liga berkat hasil imbang 1-1 di kandang Atletico Madrid.
Musim 1973/1974 di Gijon
Tanggal 7 April 1974, Barca yang diperkuat Johan Cruyff memastikan titel liga usai menang 4-2 atas tuan rumah Sporting Gijon.
Musim 1984/1985 di Valladolid
Barca memenangi titel liga kesepuluhnya pada tanggal 24 Maret 1985. Kemenangan 2-1 atas tuan rumah Real Valladolid membuat mereka aman dari kejaran Atletico.
Musim 1998/1999 di Vitoria
Kemenangan 4-1 di markas Alaves pada tanggal 22 Mei 1999 memastikan Barca merengkuh titel liga ke-17
Musim 2004/2005 di Levante
Tanggal 14 Mei 2005, gol Samuel Eto’o memaksakan hasil imbang 1-1 di kandang Levante dan memastikan Barca jadi juara.
Musim 2010/2011 di Levante
Kejadian tahun 2005 terulang enam tahun kemudian. Dengan hasil sama, 1-1, Barca memastikan gelar juara meski masih ada dua laga tersisa
Susunan Pemain
Levante: Munua; Nano, Ballesteros, Juanfran, Javi Venta, Pallardo (Larrea 81), Xavi Torres, Vicente Iborra, Xisco Nadal, Caicedo (Stuani 75), Valdo
Barcelona: Valdes; Pique, Mascherano, Abidal (Fontas 62), Dani Alves, Busquets, Keita, Xavi, David Villa (Pedro 86), Afellay, Messi

Derbi Barcelona akhirnya berhasil dimenangkan Barca atas tamunya Espanyol di Camp Nou. Laga yang sukses diraih Barca tersebut berkat gol-gol yang dicetak oleh Andres Iniesta dan pemain bertahan Gerard Pique.
Espanyol yang turun dengan tanpa diperkuat beberapa pemain utamanya bermain tertutup dan lebih banyak berkonsentrasi dengan pertahanannya tetapi Barca yang banyak melakukan serangan juga kesulitan menembus pertahanan berlapis Espanyol.
Barca baru berhasil memecah kebuntuan ketika pertandingan berjalan setengah jam, Iniesta yang melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan pada akhirnya mampu menaklukkan kiper Espanyol Kameni, meskipun terkepung oleh empat pemain lawan tendangan dengan akurasi tinggi pemain Barca ini tidak mampu dipatahkan Kameni, Barca unggul sebuah gol sampai turun minum.
Memasuki babak kedua pertandingan tidak jauh berbeda dari babak pertama, beberapa kali usaha serangan yang dilakukan Villa, Pedro dan Messi tidak berhasil menemui sasaran. Gol kedua tercipta melalui sepak pojok yang dilakukan Xavi, Pique yang membantu serangan berhasil melakukan heading, Kameni terlambat bereaksi dan pemain Espanyol lainnya gagal mengantisipasi datangnya Pique 2-0 menit 48′. Pertandingan tidak membuahkan gol lagi bagi kedua tim sampai usai.
Dengan kemenangan ini Barca meraih total poin 91 dan hanya memerlukan tambahan satu poin lagi dari tiga pertandingan sisa, karena nilai maksimum bagi el Real adalah 92 dan secara head to head Barca unggul atas sang rival.

Setelah berhasil melangkah menuju final liga Champion 2010-2011 di Wembley dan akan bertemu klub Inggris Manchester United, Barca kembali berkonsentrasi untuk menghadapi lanjutan Primera Liga di Jornada 35.
Lawan yang akan dihadapi adalah rival sekota Barcelona, Espanyol. Laga yang bertajuk el Derbi Barceloni ini juga bisa menentukan apakah Barca akhirnya bisa lebih cepat meraih titel Primera, namun hal tersebut juga bergantung pada hasil laga di Andalusia antara Sevilla dan Real Madrid.
Madrid kini memiliki nilai 80 dan Barca 88, bila Sevilla mampu menahan draw el Real, maka kemenangan Barca atas Espanyol akan sekaligus memberikan gelar bagi Barca karena secara head to head Barca unggul atas Madrid (5-0, 1-1), bila Sevilla sampai mampu mengalahkan el Real maka Barca hanya cukup bermain draw dengan Espanyol untuk menjadi juara musim 2010-2011.
Meskipun demikian laga kontra Espanyol tidak akan memberikan kemudahan bagi Barca, Espanyol dipastikan akan sekuat mungkin menunda pesta bagi Barcelona, sudah rahasia umum Espanyol sebagai rival se-kota Barca lebih menyenangi Real Madrid yang meraih titel juara dan menghambat laju Barca di Camp Nou adalah sukses besar untuk Espanyol. Laga diperkirakan akan berlangsung keras, anak-anak asuh Guardiola akan menghadapi salah satu laga terberat meskipun bermain di Camp Nou.

Duel el Clasico jilid II di musim kompetisi 2010-2011 antara Madrid dan Barcelona berakhir sama kuat 1-1, dengan demikian maka secara head to head Barca berhasil mengamankan posisi apabila di penghujung musim angka yang diperoleh kedua tim adalah sama dalam penentuan juara liga musim ini. Barca unggul agregat 6-1.
Pertandingan yang dilangsungkan di kandang el Real Santiago Bernabeu berlangsung menarik, Madrid yang berambisi membalas kekalahan besar (5-0) di Camp Nou berusaha meladeni Barca meskipun tetap memfokuskan permainannya di lini pertahanan, Barca cenderung mengendalikan permainan meskipun serangan-serangan yang dilakukan tetap menemui kesulitan menembus pertahanan Madrid. Pertandingan di babak pertama tidak membuahkan gol bagi kedua tim.
Gol bagi Barca terjadi lebih dahulu setelah Raul Albiol dengan sengaja menjatuhkan David Villa, Messi yang mengambil eksekusi tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menaklukkan Casillas, 0-1 Barca unggul menit 52′. Diusirnya Albiol membuat Barca lebih leluasa namun serangan-serangan berbahaya juga mampu dilakukan sang rival ke gawang Valdes.
Tuan rumah akhirnya juga mendapatkan hadiah pinalti setelah Dani Alves yang sedang berusaha menghadang rekan se-timnya di timnas Brasil dianggap menjatuhkan Marcelo, dan Ronaldo yang menjadi eksekutor berhasil mencetak gol, kedudukan imbang di menit 82′ dan laga berakhir seri.
Lanjutan pertarungan Barca dan Madrid ini kembali tersaji di tengah minggu ini pada laga final Copa del Rey di stadion Mestalla, Valencia.

Barca kembali memperoleh kemenangan dalam laga krusial melawan Villareal Minggu pagi setelah meraih kemenangan di el Madrigal.
Pertandingan berjalan ketat, beberapa peluang yang terjadi di babak pertama oleh kedua tim tidak berhasil membuahkan gol dan laga 45 menit pertama berlangsung imbang. Barca baru berhasil menjebol gawang Diego Lopez di babak kedua. Gerard Pique berhasil memberikan poin penuh untuk dibawa pulang, pada menit 66′ sepak pojok yang diperoleh Barca diteruskan oleh Busquet dengan heading yang diarahkannya ke Pique yang berada di depan gawang, setelah menerima bola dengan dadanya Pique kemudian menendang bola dengan keras melewati hadangan Diego Lopez, gol ! 0-1 untuk Barca.
Kedua tim kembali memperoleh peluang tetapi tidak terjadi gol lainnya hingga pertandingan usai. Kiper Victor Valdes juga menjadi pemain penting bagi Barca dinihari tadi dengan menggagalkan serangan-serangan berbahaya yang dilakukan Cazorla cs.
Dengan hasil poin penuh ini Barca sementara menjauh dari rival terdekat Real Madrid dengan 8 poin, Madrid yang tampil 4 jam lebih awal ditumbangkan Sporting Gijon di Bernabeu (0-1) dan meratapi kekalahan kandang pertama mereka di musim ini.