MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Valdes mengatakan bahwa dia masih akan menjadi kiper Barca di musim 2013/2014.        Last Match - Liga: FC Barcelona 4-1 Malaga. Gol oleh Villa 4', Fabregas 14', Montoya 15', Iniesta 52'.        Barcelona menjuarai La Liga dengan total raihan 100 poin.        Kontrak Abidal tidak diperpanjang oleh Barcelona, dan kini Abi masih belum memiliki klub.        Neymar resmi menjadi pemain FC Barcelona dengan kontrak hingga 5 tahun ke depan.        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Preview Barca – Betis: Fokus ke La Liga, Barca!
Hafis - Minggu, 5 Mei 2013 - 22:51.

barca

Setelah menelan kekalahan telak (lagi) di leg 2 semifinal UEFA Champions League atas Bayern Munchen, Barca harus kembali fokus menatap La Liga yang menjadi satu-satunya peluang untuk mendapatkan tropi di musim ini. Berjarak 8 poin dengan Real Madrid hingga saat ini, Barca kembali diingatkan bahwa gelar liga tersebut belum benar-benar berada di tangan.

Kemenangan melawan Real Betis beberapa jam lagi menjadi modal yang berharga bagi Messi dkk. untuk lebih mendekatkan diri menuju tangga juara. Jika dihitung, Barca membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara La Liga musim ini.

valdes

Pada pertandingan yang akan berlangsung di Camp Nou, Barca kehilangan sejumlah pilar penting. Victor Valdes harus absen karena masalah di kaki kirinya, ia mengikuti Mascherano dan Puyol di daftar cedera. Sedangkan Cesc Fabregas tidak dapat tampil di laga nanti akibat akumulasi. Sementara Pedro tidak bisa tampil karena tidak dalam kondisi fit sepenuhnya. Messi, Busquets, dan Abidal telah mengikuti sesi latihan pada Sabtu kemarin dan telah diberi lampu hijau oleh tim medis untuk laga nanti. Oier dan Deulofeu dari Barca B bergabung ke dalam tim.

messi

Untuk formasi Barca nanti, 4-3-3 masih akan diterapkan oleh Tito Vilanova dan Jordi Roura. Di bawah mistar gawang dipastikan Pinto yang akan mengisi pos tersebut setelah Valdes harus absen untuk laga nanti. Di barisan pertahanan, Alves-Pique-Abidal-Alba kemungkinan akan diturunkan sebagai starter. Untuk lini tengah, Xavi-Song-Iniesta diprediksi akan tampil dari menit awal. Busquets kemungkinan akan memulai laga di bench. Di lini depan, Alexis-Villa-Tello kemungkinan akan turun sebagai starter. Messi mungkin akan turun di babak kedua jika memang dibutuhkan. Semoga Barca bisa meraih poin penuh melawan Real Betis nanti untuk medekatkan langkah menuju tangga juara. Visca Barca!

La Liga Jornada 34

FC Barcelona – Real Betis

Venue : Camp Nou (99,786)

Wasit : Clos Gomez

Stasiun TV : Trans TV

Perkiraan formasi:

FC Barcelona (4-3-3) : Pinto, Alves-Pique-Abidal-Alba,  Xavi-Song-Iniesta, Alexis-Villa-Tello

Kata kunci: ,

Tactical Analysis FC Barcelona – Bayern Munchen
primsa - Sabtu, 4 Mei 2013 - 20:46.

fcb vs fcb

Digadang-gadang untuk melakukan aksi comeback terbaik sepanjang sejarah Liga Champions, tuan rumah FC Barcelona ternyata harus menelan kekalahan 0-3 dari tamunya Bayern Munchen. Leg kedua semifinal Liga Champions 2012/13 yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Mei 2013, malam waktu setempat pun menentukan bahwa Bayern tidak hanya berhak mengklaim tiket final, namun juga pertunjukan sepakbola yang lebih baik dibanding suguhan Si Biru Merah.

Jelas untuk membuka pertandingan malam itu, Barca tidak tampil dengan komposisi terbaiknya. Jordi Alba harus menjalani hukuman bertanding terkait akumulasi kartu kuning yang sudah diterimanya, kapten Carles Puyol, Javier Mascherano dan Sergio Busquets masih berkutat dengan cedera, sementara Lionel Messi ternyata belum cukup fit untuk tampil.

Sebagai pengisi pos-pos pemain yang berhalangan ini, duet pelatih Francesc ‘Tito’ Villanova dan Jordi Roura menurunkan Adriano Correia sebagai bek kiri, memainkan kembali Marca Bartra yang juga turun sebagai starter di putaran pertama, menempatkan Alexandre Song di posisi favoritnya, gelandang bertahan, dan mendorong Francesc ‘Cesc’ Fabregas sebagai false nine. Namun, kombinasi kekuatan fisik Die Roten dan psikologis pertandingan yang dimulai dengan defisit empat gol menepis upaya Barca menutup celah yang timbul dari ‘cacat’ posisi ini.

FC Barcelona vs FC Bayern Munchen, starting-eleven

Di kubu Bayern, tidak ada pergantian pemain yang signifikan. Mario Mandzukic yang menempati pos penyerang tengah menunjukkan gaya permainan yang mirip dengan Mario Gomez dengan kekhasannya pada bola-bola udara. Di belakang, Daniel van Buyten bermain sebagai bek tengah menggantikan Dante. Pergantian ini lebih disebabkan dengan keunggulan fisik van Buyten akan bermanfaat untuk mengantisipasi umpan lambung sebagai alternatif serangan Barca untuk mengejar defisit gol.

Dibantu dengan dukungan mosaik Barca! Orgull Barca! yang digelar di tribun sebelum pertandingan dimulai, Barca langsung mencoba menguasai jalannya laga sejak menit pertama. Umpan-umpan pendek coba dialirkan secara cepat antar lini. Prinsipnya, bola harus terus bergerak, dan selama pergerakan bola berlangsung, pemain yang tidak aktif juga harus bergerak membuka peluang. Sayangnya, strategi ini berjalan hanya di lapangan permainan Barca. Saat memasuki wilayah Bayern, terutama di sepertiga pertahanan terakhir, Barca terlihat tidak mempunyai tujuan yang jelas. Target-men tidak berada pada posisi yang ideal untuk diumpan. Fabregas terlalu maju berlari di tengah kerumunan Martinez, van Buyten dan Boateng, sementara David Villa dan Pedro Rodriguez tidak menemukan momennya untuk berlari memecah jebakan off-side yang dipasang Bayern.

Dari semua starter Barca, Song mencatatkan penampilan pertamanya di babak gugur. Setelah tampil apik dalam laga akhir pekan lalu melawan Atletico Bilbao, ia memeragakan fungsi holding-midfielder dengan baik hingga pertandingan babak pertama usai. Beberapa kali ia berfungsi efektif menutup duet Pique-Bartra dan mengalirkan bola dengan cepat kepada duet Xavi-Iniesta. Namun di babak kedua, seiring permainan Barca yang langsung digoyang oleh gol Robben, fungsi jembatan yang diemban Song tidak lagi sebaik babak pertama.

Bayern mengulangi apa yang mereka sajikan di Stadion Allianz Arena sepekan silam. Sepanjang pertandingan mereka konsisten melakukan pressing terhadap setiap pemain Barca yang sedang memegang bola, yang dimulai dari lini depan mereka, Mandzukic dan Thomas Mueller. Akibat dari pressing ini, tak heran menjadi pemandangan umum bila Bartra sering mengumpan balik ke Gerard Pique dan kiper Victor Valdes. Strategi Bayern ini sebenarnya hal yang lumrah dilakoni oleh para penakluk Barca sebelumnya, yakni slow the game atau memperlambat pertandingan. Bedanya, bila lawan-lawan yang menyingkirkan Barca di tahap yang sama pada edisi Liga Champions tahun-tahun sebelumnya melakukannya setelah Barca memasuki wilayah mereka, kini Bayern meningkatkan agresivitas cara bertahan mereka, yakni dengan mencari bola hingga ke wilayah pertahanan Barca.

Agresivitas cara bertahan yang ditunjukkan Bayern terbukti efektif memaksa Barca memutar-mutar bola di area tengah permainan, tanpa memberikan sebuah ancaman yang berarti ke kotak penalti Munchen. Satu-satunya aliran bola untuk menyerang yang bisa diharapkan Barca pada malam itu tertumpu pada bek sayap Dani Alves. Seolah-olah melupakan fungsi tambahannya sebagai ‘kakak asuh’ bagi Bartra, Alves secara rutin mengambil posisi di kedalaman wilayah Munchen. Malangnya, Barca tidak punya finisher bertubuh jangkung untuk berduel dengan duet van Buyten-Dante dalam menjangkau umpan-umpan Alves.

Dari tiga kali keberhasilan menyarangkan bola, yang paling bisa mewakili kemenangan teknik dan strategi FC Hollywood adalah gol pertama. Dengan segala kelebihannya dalam menggiring bola, Arjen Robben mengulangi teknik menyisir lapangan secara diagonal dan melepaskan sebuah tembakan melewati kawalan Adriano dan menembus sisi jauh dari gawang Valdes. Gol kedua dan ketiga Bayern lebih disebabkan faktor psikologis Barca yang mulai lengah dalam bertahan dan menjadi kurang ‘lapar’ terkait selisih agregat yang semakin jauh harus dikejar. Gol kedua terjadi lewat bunuh diri Pique, sementara gol ketiga terjadi saat Pique belum kembali ke posisinya saat serangan balik Munchen dibangun rapi oleh Franck Ribery.

Keunggulan psikologis lewat selisih gol memberikan keleluasaan bagi Bayern dalam melakukan pergantian pemain. Tiga pemain yang diganti Jupp Heynckes lebih menyiratkan soal pengamanan pemain-pemain kunci dari ancaman suspensi di partai final. Bastian Schweinsteiger, Javi Martinez dan Philipp Lahm yang berstatus satu kartu jelang suspensi (one booking away) ditarik keluar secara bertahap.

Di lain pihak, pergantian pemain yang dilakukan oleh Tito-Roura tidak menunjukkan adanya rencana B yang matang. Masuknya Alexis Sanchez, Thiago Alcantara dan Martin Montoya tanpa disertai relevansi antara strategi yang dititipkan ke mereka dengan kondisi teraktual di lapangan. Terutama pada saat pergantian kedua di menit ke-64, yang melengkapi keluarnya duet Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Barca terlihat semakin tidak teroganisir dalam menyerang.

Secara keseluruhan, Barca memang tidak menampilkan permainan terbaiknya malam itu. Mudah kehilangan bola, tanpa kreasi serangan, tanpa target-men yang licin, dan lengah dalam bertahan. Sebaliknya Munchen konsisten melakukan tekanan terhadap Barca, tak ada pemain Munchen yang diizinkan menjauh dari pemain Barca yang sedang menguasai bola. Bila saat menguasai bola, Barca berprinsip ‘alirkan secepatnya’, maka Munchen memunculkan kontra strateginya ‘perlambat pertandingan’.

Munchen sendiri menunjukkan bahwa mereka adalah contoh sebuah tim yang sangat seimbang bergerak dari kedua sayap. Bila Barca pada suatu masa pernah sangat ditakuti dengan dominasi serangan sayap kirinya oleh Ronaldinho Gaucho dan di masa lain oleh Messi di sayap kanan, Munchen mengkombinasikannya dengan sekaligus memiliki Robben dan Ribery pada sisi yang berseberangan. Setelah bertahun-tahun bersama menyusun serangan Munchen lewat racikan berbagai macam tipe pelatih, kini terlihat bahwa paduan mereka berdua mencapai puncaknya. Di saat bersamaan, Barca sedang keropos terutama di sektor pertahanan.

Bukan sebuah kegagalan yang akan terus berulang, semoga ini jadi pelajaran bagi Barca untuk mulai menapaki musim-musim gemilang berikutnya sedari sekarang. Terima kasih, Barca! Semangat terus, Barcelonistas!

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Dan FC BARCELONA Kembali Menelan Kekalahan dari FC BAYERN
ellazefa - Kamis, 2 Mei 2013 - 10:46.


Kamis 2 Mei 2013 Laga antar Bayern Dan Barca di gelar di Camp Nou membawa Bayern Munich kembali menang mutlak atas Barcelona  3 – O .dan kemenangan sebelumnya  4-0 di leg pertama membuat Die Roten pun akhirnya lolos ke final.

The Bavarians barisan golnya dimulai oleh Arjen Robben pada meniit ke 48. Gerard Pique mencetak gol bunuh diri pada menit 72 hingga Bayern pun menggandakan keunggulan. Thomas Mueller membawa Bayern menjauh berkat golnya yang dicetak dengan sundulan kepala empat menit berselang.

Tujuh gol yang tercipta di kedua leg menegaskan kemutlakan Bayern atas raksasa Spanyol. Tim besutan Jupp Heynckes itu bahkan tidak membiarkan Barca mencetak gol ke gawang mereka satu kali pun. Di babak final yang akan berlangsung di Wembley pada 25 Mei mendatang, Bayern sudah ditunggu oleh tim asal Jerman lainnya, Borussia Dortmund.

Jalannya Pertandingan

Pada Menit ke 9  Marc Batra melakukan satu sundulan meneruskan umpan dari Xavi. Sial, bola sundulannya jauh melayang di atas gawang.

Pada Menit Ke 11 Robben Menerima umpan terobosan Bastian Schweinsteiger, dia tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Victor Valdes. Tapi, bola masih bisa diamankan oleh Gerard Pique.

Pada Menit ke 23 Pedro melepaskan sepakan spekulasi dari luar kotak penalti . Tapi, Manuel Neuer masih sigap hingga mampu menepis bola.

Pada Menit ke 26 Xavi gagal memanfaatkan umpan sundulan Cecs Fabregas dari dalam kotak penalti menyambut umpan Dani Alves, diteruskan Xavi dengan tendangan voli kaki kanan yang masih melesat.

Pada menit ke 30 Kombinasi Xavi dan Cecs Fabregas masih belum membuahkan hasil Fabregas gagal menguasai bola sodoran Xavi dari sisi kotak penalti Bayern hingga mampu ditangkap dengan mudah oleh Neuer.

Pada menit ke 33 sepakan Andres Iniesta yang mampu diblok lini belakang Bayern masih tampil prima .

Pada Menit ke 40 Adriano mencoba peruntungan namun  belum juga membuahkan hasil bagi Barca, sepakan Adriano yang lemah mengarah gawang itu dengan sempurna bisa ditangkap oleh Neuer.

Pada menit ke 48 Gol The Bavarians tercipta melalui Robben dan membawa  Bayern langsung unggul Satu tendangan Valdes berhasil dikuasai oleh David Alaba. Lewat satu umpan jauh dari lini belakang, Robben berhasil menguasai bola lalu melepaskan tendangan melengkung dari sisi kanan pertahanan Barca yang menjebol gawang tuan rumah.

Pada menit ke 55 Robben kembali mengancam. Kali ini sepakan volinya meneruskan crossing Franck Ribery masih melebar.

Pada menit 56  Barca melakukan pergantian pemain pertama  Xavi keluar, Alexis Sanchez masuk.


Pada menit ke 65 Perubahan taktik kedua dilakukan Tito Vilanova dengan menarik Inista digantikan oleh Thiago Alcantara.

Pada menit ke 66 Bayern memutuskan untuk menyimpan Schweinsteiger yang sudah mengantongi kartu kuning digantikan oleh Gustavo .

Pada menit ke 71 Pedro melepaskan sepakan spekulasi Tapi karena masih lemah, Neuer masih bisa menangkapnya dengan sempurna.

Pada menit ke 72 Bayern menggandakan keunggulan berkat gol bunuh diri Pique yang  salah mengantisipasi umpan silang Ribery dari sayap kiri hingga membelokan bola masuk ke gawang sendiri.

pada menit ke 76 Muller memberikan tambahan ke unggulan melalui sundulan kepalanya.

Pada menit ke 87  Vilanova melakukan perubahan strategi terakhir dengan mengganti Batra dengan Motoya .tapi perubahan strategi itu tak membuahkan hasil bagi Barca.

Hingga pertandingan berakhir Barca tak mampu mencetak gol balasan, Bayern mengakhiri laga dengan skor akhir 3-0 dan menang agregrat 7-0.

Susunan Pemain

Barcelona: Valdes, Dani Alves, Pique, Bartra (Montoya 87), Adriano, Xavi (Sanchez 55), Song, Iniesta (Thiago 64), Villa, Fabregas, Pedro

Bayern Munich: Neuer, Lahm (Rafinha 77), Boateng, Van Buyten, Alaba, Javi Martinez (Tymoshchuk 74), Schweinsteiger (Gustavo 67), Robben, Mueller, Ribery, Mandzukic

Kata kunci: , , , ,

Darurat Gol, Tapi Barca Siap Cetak Sejarah
primsa - Rabu, 1 Mei 2013 - 19:57.

fcb vs fcb

Camp Nou punya cerita khusus bila sedang mengemban misi istimewa. Hampir lima puluh malam yang lalu, lampu-lampu di stadion megah nan bersejarah ini menyorot mosaik yang sudah disiapkan oleh fans FC Barcelona sebelum laga melawan jagoan Italia, AC Milan, resmi dimulai. Butuh kemenangan bersih untuk membalikkan ketinggalan dua gol, Barca berhasil menjebol gawang tamunya empat kali tanpa balas. Camp Nou menunjukkan tuahnya lewat para suporter yang dengan kompak menyajikan tulisan berjudul Som Un Equip! sebelum laga dan terus bersorak mendukung pemain-pemain kesayangannya hingga pertandingan berakhir.

Milan pada 12 Maret 2013, Real Madrid FC pada 7 Oktober 2012, dan FC Bayern Munchen pada 1 Mei 2013. The Bavarians adalah pelancong ketiga ke Camp Nou di sepanjang musim ini yang akan dijamu dengan jamuan ‘komplet’ ala Catalan, paduan permainan teknik dan taktik di atas lapangan dan tekanan psikologis dari arah tribun penonton. Dengan hanya baru tiga kali melakukannya, tampak jelaslah bahwa ada beberapa pertandingan yang memang sangat penting untuk dimenangkan Barca, yang dibungkus dengan target selisih gol besar. Setiap jamuan memiliki tema unik, dan kali ini Barcelonistas yang memadati stadion yang peletakan batu pertama untuk pembangunannya dilakukan pada 28 Maret 1954 itu akan menampilkan mosaik bertuliskan ‘Barca! Orgull Barca!’, yang berarti ‘Barca! Kebanggaan Barca!’

barca orgull barca

Kali ini Barca benar-benar dalam posisi genting, karena wajib menang besar untuk meraih satu tiket ke London, tempat final Liga Champions tahun ini digelar. Defisit empat gol yang dibawa dari Allianz Arena seminggu lalu memang terlihat misi mustahil untuk dibalikkan. Tapi ini adalah Barca, sebuah identitas yang tak pernah berpikir menyerah, yang telah mencatat banyak kemenangan dan memiliki sejarah panjang. Demikian Gerard Pique, bek internasional Spanyol yang membela Barca, mencoba membakar semangat juang rekan-rekan setimnya.

Menilik sejarah 58 tahun sepakbola Eropa, tak ada klub yang berhasil berbalik unggul setelah pernah tertinggal 0-4 dari lawannya. Bagi Barca sendiri, kebobolan empat gol seperti yang diderita dari Die Roten adalah yang pertama kali sejak musim 1997/98 kala menghadapi tim Ukraina, Dynamo Kyiv. Namun ada sebuah catatan penyemangat misi Barca, yakni bahwa dalam sistem home and away babak gugur Liga Champions, tim biru merah ini terekam dua kali dalam lima besar sejarah pembalikan skor.

Kompatriot Barca asal Spanyol, Deportivo La Coruna, menjadi tim pemuncak untuk kategori best comeback. Sempat dikubur Milan dengan skor 1-4 di San Siro, Coruna balik unggul 4-0 di kandang mereka, Stadion Riazor. Barca melakukan comeback pertamanya pada perempat final musim 1999/00 saat berjumpa tim asal kota London, Chelsea. Dengan bermodalkan ‘invasi’ pemain-pemain dari Serie A, The Blues berhasil mencetak kemenangan 3-1 di leg pertama yang digelar di Stadion Stamford Bridge. Dalam asa yang melambung tinggi, Chelsea menyeberangi lautan untuk menyambangi Camp Nou untuk memainkan laga kedua. Drama thriller pun terjadi saat 90 menit normal di Camp Nou berakhir dengan skor sama persis dengan laga perdana, 3-1, namun untuk kemenangan tim tuan rumah. Dalam perpanjangan waktu itulah si kidal Rivaldo dan si jangkung Patrick Kluivert menambah dua gol tambahan bagi Barca dan menyingkirkan Chelsea dengan skor agregat 6-4. Sementara satu comeback terbaik lainnya yang dicatat Barca dilakukan dengan menyingkirkan Milan di bulan Maret lalu.

abi dan song

Munchen bukan lawan asing bagi Barca. Sebagai dua tim yang berprestasi di kompetisi lokal masing-masing, wajar bila mereka sering berhadapan di turnamen Eropa. Di Camp Nou, jamuan Barca di ajang yang sama atas lawannya tersebut sudah pernah berakhir dengan skor 4-0, sebuah selisih yang kali ini dibutuhkan Barca minimal untuk memaksakan extra-time. Saling mengalahkan dengan skor besar seperti inilah yang sebenarnya menjadi keuntungan untuk Barca, artinya secara alami, kedua tim terdidik untuk menyerang dan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Di sinilah perlu kejelian duet Francesc ‘Tito’ Villanova untuk merinci lewat celah mana Barca akan berupaya mendulang gol di tengah ‘normalitas’ gaya permainan Bayern nanti.

Untuk menghadapi Munchen di leg kedua ini, penyusunan strategi dan komposisi pemain oleh Tito-Roura setidaknya perlu mengantisipasi tiga kemungkinan utama dari perubahan skor pertandingan. Kemungkinan pertama, jika Barca mencetak gol terlebih dahulu hingga mencapai selisih tiga gol bersih. Kemungkinan kedua adalah usaha Barca mendulang selisih golnya yang keempat atau kelima, entah lewat waktu normal ataupun tambahan. Yang terakhir, adalah kemungkinan sebaliknya dimana justru Munchen yang mencetak gol terlebih dahulu.

Dasar dari ketiga kemungkinan di atas adalah psikologis pertandingan yang akan bergeser sangat dinamis antara kedua tim dari menit ke menit. Dengan tabungan empat gol tanpa kebobolan yang dibawa dari kandang, diprediksi Munchen akan bermain lepas dan tidak akan mencoba berorientasi bertahan. Pola ini akan terus berlanjut seandainya kemungkinan ketiga terwujud, dimana Munchen yang malah menambah selisih agregat.

Sementara untuk dua kemungkinan pertama, jika pun kebobolan, agak sulit mencerna logika Munchen akan langsung bersikap panik saat Barca belum membobol gawang mereka tiga kali tanpa balas. Munchen akan berusaha tetap santai dan mempertahankan gayanya tanpa perlu khawatir terus diserang Barca andaikan defisit di leg kedua ini belum mencapai tiga gol. Selisih tiga gol bersih dari lawannya itulah yang akan menjadi garis batas pembeda strategi tim tamu.

messi

Dalam menyusun komposisi terbaik untuk merealisasikan dua kemungkinan pertama, sebaiknya Tito-Roura memulai dengan cara mengoptimalisasi pergeseran pemain saat transisi dari situasi bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Dengan absennya Jordi Alba akibat suspensi, maka opsi terbaik mendorong bek sayap terletak dari sisi sebelah kanan, yakni dari pos yang diisi oleh Dani Alves. Kendalanya, bagaimana menempatkan trio bek tengah yang tersisa setelah ditinggalkan Alves, agar situasi penggempuran ke daerah pertahanan Munchen yang turut disokong oleh Alves tidak memantik resiko serangan balik berbahaya oleh lawan?

Untuk mengakomodasi serangan sayap oleh Alves, sebaiknya posisi bek kiri diberikan kepada Eric Abidal dengan tujuan menciptakan keseimbangan pertahanan. Abidal memiliki setidaknya dua keunggulan komparatif dibanding kandidat lainnya, Adriano Correia. Pertama, dengan postur lebih tinggi dibanding Adriano, Abidal lebih efektif untuk mengantisipasi umpan-umpan lambung kepada Thomas Muller, Mario Gomez atau Mario Mandzukic. Kedua, Abidal sudah akrab dengan posisi bek tengah kiri yang sudah sering dilakoninya, baik di Barca maupun tim nasional Perancis. Poin kedua ini bermanfaat saat Barca diburu waktu dan perlu memunculkan alternatif serangan lewat bola udara. Maka, terkait alternatif serangan ini, bila partner Pique sebagai duet bek tengah dipercayakan pada Alexandre Song, Abidal akan lebih efektif menutup celah yang ditinggalkan oleh Song untuk maju membantu distribusi bola ataupun menjadi target-men untuk situasi bola mati di dekat kotak penalti Munchen. Dalam alternatif serangan seperti ini, Barca bertransformasi dari 4-3-3 menjadi 2-2-3-3, dimana Sergio Busquets dan Song berbagi peran holding midfielder secara horizontal dan Alves merangsek naik hingga selevel duet Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Mimpi final yang sudah menggelayuti Bayern dapat diambil celahnya oleh Tito-Roura dengan menginstruksikan permainan bola-bola pendek oleh Lionel Messi, Iniesta dan Xavi di jalur ‘poros tengah’ Munchen. Ini terkait dengan status satu kartu jelang suspensi (one booking away) yang menempel pada penyerang Gomez dan Muller, gelandang serang Bastian Schweinsteiger, gelandang bertahan Javi Martinez dan bek tengah Dante. Bagaimanapun, dengan kondisi pra-pertandingan yang sudah menguntungkan timnya, pemain-pemain ini akan berpikir dua kali untuk bermain keras untuk menghindari hukuman larangan bertanding berikutnya. Kondisi psikologis ini menjadi titik eksploitasi Barca nantinya.

barca

Untuk trisula penyerang, poin yang harus dikejar Tito-Roura adalah menyeimbangkan frekuensi tusukan dari kedua sayap dan senantiasa menyiagakan seorang finisher di kotak penalti lawan. Alves telah siap untuk melakukan penetrasi dari sayap kanan, sementara untuk opsi Cristian Tello dapat dikedepankan. Dengan larinya yang cepat, sementara bek kanan Bayern yang juga menjabat sebagai kapten tim, Philipp Lahm, menyandang status satu kartu jelang suspensi, harapan Barca untuk memenangkan duel di sektor ini cukup terbuka lebar.

90 menit ini akan menjadi laga paling genting dan penting bagi Barca sepanjang musim ini. Sebelum peluit panjang berbunyi, kita terus percaya tiket final masih bisa digapai. Barca! Orgull Barca!

Perkiraan formasi:

FC Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Song, Abidal; Busquets, Xavi, Iniesta; Villa, Messi, Tello.

FC Bayern Munchen (4-4-1-1): Neuer; Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Robben, Martinez, Schweinsteiger, Ribery; Mueller; Mandzukic.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

Preview Bilbao – Barca
Hafis - Sabtu, 27 April 2013 - 20:06.

messi

Kemenangan melawan Bilbao di San Mames nanti, dikombinasikan dengan kekalahan Real Madrid pada laga derby di Vicente Calderon akan memastikan Barca mengunci gelar juara La Liga musim ini. Dengan hal tersebut Barca menjadi unggul 16 poin atas Real Madrid yang hanya menyisakan 5 pertandingan lagi, sehingga perolehan poin Barca tidak akan bisa terkejar oleh sang rival.

Barca akan bermain laga resmi yang ke-100 di San Mames, dan sekaligus menjadi yang terakhir sebelum Athletic Bilbao pindah ke stadion barunya. Pada laga nanti malam (27/4) WIB, Barca berangkat ke Bilbao dengan 20 pemain. Dari 20 pemain itu, tidak termasuk Sergio Busquets yang mengalami masalah pada pangkal pahanya. Sementara Adriano telah kembali ke dalam skuad, sedangkan Javier Mascherano masih dalam tahap pemulihan. Berikut 20 pemain yang dibawa ke Bilbao: Valdes, Pinto, Dani Alves, Pique, Fabregas, Xavi, Villa, Iniesta, Alexis, Messi, Thiago, Dos Santos, Bartra, Pedro, Jordi Alba, Montoya, Adriano, Abidal, Song, dan Tello.

100

Melihat lawan Barca nanti, Bilbao akan berusaha untuk menunda pesta juara Barca. Tuan rumah yang kini berada di posisi 14 tak ingin pesta juara The Catalans digelar lebih dini dikandang mereka, San Mames. Kemenangan terakhir Bilbao atas Barca adalah pada musim 2005/06 dengan skor 3-1.

Beralih ke tim tamu FC Barcelona, tim yang baru saja menelan kekalahan telak atas Bayern Munchen di leg 1 semifinal Liga Champions ingin segera bangkit atas hal itu. Kemenangan atas Bilbao (ditamabah kekalahan Real Madrid di laga derby) akan menjadi suntikan semangat bagi pasukan Tito Vilanova. Dengan memastikan gelar La Liga lebih cepat, maka akan lebih memfokuskan Barca pada leg 2 semifinal Liga Champions melawan Munchen di Camp Nou beberapa hari kedepan. Misi Barca untuk membalikkan ketertinggalan 4-0 atas tim se-superior Munchen memang sangat tidak mungkin. Namun Munchen belum 100% ke final, banyak yang mengatakan 99% tim asal Jerman ini sudah di Wembley. Karena sepakbola apa saja kemungkinan masih bisa terjadi. Dengan memanfaatkan kans 1% tersebut diharapkan Barca bisa membalikkan keadaan, paling kurang menang di Camp Nou. Oleh karena itu, Barca ingin segera memastikan titel juara musim ini. Jika Barca belum bisa juara pada akhir pekan ini, maka fokus Xavi dkk. dipastikan akan terpecah mengingat tim harus mengejar La Liga dan Liga Champions.

barca

Menarik untuk dilihat apa formasi dan strategi yang akan diturunkan Tito dan Roura pada laga nanti. Untuk penjaga gawang, Valdes masih menjadi pilihan pertama. Pada barisan pertahanan, Bartra-Abidal kemungkinan mengisi posisi bek sentral. Di sayap pertahanan, Alves akan mengisi bek kanan. Sedangkan bek kiri diisi oleh Jordi Alba. Alba jelas tidak akan disimpan pada laga nanti, karena pemain nomor 18 ini dipastikan absen pada leg 2 semifinal UCL akibat akumulasi kartu. Kembalinya Adriano bisa jadi pilihan lain Tito untuk posisi bek (sentral atau sayap). Sementara Pique jelas akan diistirahatkan pada laga nanti sebagai persiapan untuk leg 2 UCL. Di lini tengah, Thiago-Song-Iniesta kemungkinan akan main dari awal. Untuk penyerang, Sanchez-Messi-Villa/Tello kemungkinan akan turun sebagai starter. Tapi tidak menutup kemungkinan Fabregas tampil dari menit pertama baik di posisi gelandang atau barisan depan. Semoga Barca bisa menang pada laga nanti dan memastikan gelar juara lebih dini. Visca Barca!

La Liga Jornada 33

Athletic Bilbao – FC Barcelona

Venue : San Mames (40,000)

Wasit : Iglesias Villanueva

Stasiun TV : Trans TV

Perkiraan formasi:

FC Barcelona (4-3-3) : Valdes, Alves-Bartra-Abidal-Alba,  Thiago-Song-Iniesta, Alexis-Messi-Villa/Tello

#