Visca Barca,
Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.
Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.
FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.
![]()
Seminggu berlalu sejak putaran pertama babak 8 besar Liga Champions 2012/13 digelar. FC Barcelona yang nyaris memenangkan laga away saat melawat ke Stadion Stade de France, Paris, kini ganti menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di stadion kebanggaan publik Catalan, Camp Nou.
Bila dibandingkan dengan perhelatan di stadion yang sama pada babak sebelumnya saat menjamu AC Milan, pertandingan nanti selayaknya tidak memicu tensi tinggi bagi tim tuan rumah. Bermodalkan hasil seri yang dibarengi dua gol tandang di kota Paris, Si Biru Merah terlihat lebih tenang mempersiapkan diri, bahkan di saat beberapa pilarnya sudah dipastikan tidak dapat turun ke lapangan. Dari sisi Barcelonistas sendiri, hingga H-1, belum terdengar kabar akan adanya mosaik khusus yang akan digelar di Stadion Camp Nou untuk menyambut laga tersebut. Sepertinya ‘sambutan’ seperti saat menjamu Milan saat para pendukung Barca membentangkan tulisan berjudul ‘Som Un Equip!’ sebelum laga dimulai, dinilai tidak cukup genting untuk dilakukan untuk laga nanti.
Barca menghadapi partai ini dalam sebuah kepastian akan absennya beberapa pemain utama. Menyusul kapten Carles Puyol yang tidak bisa tampil lagi sampai akhir musim karena cedera lutut, gelandang bertahan asal Argentina yang biasa mengisi posisi Puyol, Javier Mascherano, juga mengalami cedera pada bagian yang sama saat menghadapi PSG di putaran pertama. Asumsinya, dengan masa penyembuhan enam pekan, Mascherano hampir dapat dipastikan baru akan turun kembali ke lapangan di ajang ini andaikan Barca meraih tiket ke Wembley pada 25 Mei 2013 nanti. Melengkapi kondisi keduanya, pemain serba bisa Adriano Correia belum sembuh dari cedera, bek asal Perancis Eric Abidal baru bermain 20 menit sebagai pemain pengganti setelah terakhir kali tampil saat membela Les Blues pada 29 Februari 2012, sementara bek muda lulusan La Masia, Marc Bartra yang ‘turut terlibat’ dalam gol kedua PSG di putaran pertama, belum berpengalaman di kompetisi seketat Liga Champions.
Klik untuk memperbesar gambar
Aman dengan stok di lini tengah, Barca kembali mengalami problem yang mirip dengan lini belakangnya pada lini depannya. Hanya bedanya, problem tersebut belumlah menjadi sebuah kepastian. Beberapa berita yang muncul terkait cedera hamstring yang dialami oleh Lionel Messi memunculkan spekulasi ia hanya akan masuk lapangan dengan syarat-syarat tertentu dari jalannya laga ini. Artinya, bila Messi turun adalah sebuah anugerah, namun seandainya pun ia tidak turun, seberat apa kiranya pasukan biru merah akan menjalani laga ini?
Keraguan berikut di lini depan adalah kesiapan Pedro Rodriguez setelah dibekap cedera saat melawan Perancis di laga penyisihan Piala Dunia 2014 pada 26 Maret lalu. Kekhasannya bermain lewat kengototan dan lari cepatlah yang menyebabkan ia pun tidak bisa dipastikan tampil penuh pada laga ini.
Dari cedera yang dialami beberapa pemain pada kedua sektor ini, maka yang perlu dipertimbangkan oleh duet pelatih-asisten pelatih Francesc ‘Tito’ Villanova-Jordi Roura adalah melakukan uji lapangan atas beberapa pemain ‘baru’ Barca. Untuk sekedar menggenggam tiket semifinal, tidak terlalu banyak kesulitan yang akan dialami Barca. Namun antisipasi jangka panjang yang perlu dikedepankan Tito-Roura, bahwa dengan tiadanya Puyol dan Mascherano hingga awal Mei (sesuai jadwal semifinal Liga Champions), artinya Gerard Pique akan tampil 180 menit tanpa didampingi partner tangguh yang biasanya menemaninya menutup gawang Victor Valdes. Sekali lagi, antisipasi ini bersifat jangka panjang dengan asumsi Barca dapat mengatasi PSG.
Selain pemain utama di lini belakang yang sudah dipastikan tidak memiliki masalah fisik ataupun larangan bertanding, yakni Pique, bek kanan Dani Alves dan bek kiri Jordi Alba, terdapat lima pilihan yang tersedia untuk ditempatkan sebagai pendamping Pique. Mereka adalah Bartra, Martin Montoya, Alexandre Song, Sergio Busquets dan Carles Planas, seorang pemain Barca B. Mereka ini adalah para pemain yang sudah pernah mencicipi arena Liga Champions di bawah kepelatihan Tito-Roura. Khusus nama pertama, ia berposisi asli sebagai bek tengah, sedangkan sisanya adalah pemain sektor bertahan yang memiliki potensi untuk ditugaskan sebagai bek tengah.
Dari kelima alternatif, Song memiliki keunggulan jam terbang. Baik sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah, ia tak pernah absen selama Barca menjalani laga matchday 1-6 atau saat masih di babak grup. Ia tiga kali bermain sebagai starter, yang semuanya dilakoni sebagai gelandang bertahan, dimana satu diantaranya diganti pada menit ke-71 saat laga away melawan Celtic. Berdasarkan rasio kebobolan dibanding menit bermain, empat dari lima kebobolan Barca di Grup G terjadi selama 351 menit Song bermain di lapangan, artinya pertahanan yang dikawal Song kebobolan tiap 88 menit, atau nyaris satu gol tiap pertandingan. Rasio ini masih lebih buruk dibandingkan dengan Busquets, namun sejatinya kedua gelandang bertahan ini tidak sedang dalam kondisi bersaing untuk sebuah posisi bek tengah saat Barca sedang dilanda krisis bek tengah. Artinya, kalaupun Busquets diposisikan sebagai bek tengah saat melawan PSG nanti, maka Song-lah yang akan ditempatkan Tito-Roura sebagai gelandang bertahan.
Maka, persaingan untuk mendampingi Pique tampaknya akan terjadi antara Song dan Bartra. Bila melihat rasio efektivitas, Bartra tidaklah lebih baik dibanding Song. Hanya, dia memiliki faktor pendukung, yakni bila mengacu pada kebutuhan saat melawan PSG saja, maka jam terbang Bartra yang minimal tidaklah menjadi kekurangan yang signifikan mengingat sang lawan akan sulit mengembangkan permainan di tengah sorakan pendukung tuan rumah. Namun, bila didasarkan pada kebutuhan ke depan, yakni membiasakan permainan menyerang lewat pemain-pemain yang mampu mengumpan dari belakang seperti yang acap dilakukan Mascherano, maka akan lebih tepat bila Tito-Roura memainkan Song. Dengan keunggulan sementara Bayern Muenchen dan Real Madrid di putaran pertama partai perempat final lainnya, Tito-Roura bisa membayangkan seperti apa tensi semifinal bila bertemu salah satu dari mereka, dan tentunya seperti apa desain lini belakang yang harus disiapkan dari sekarang.
![]()
Untuk lini depan, idealnya masalah Barca tidak terlalu pelik. Sekalipun Messi tidak bermain, Barca masih memiliki Cesc Fabregas. Perannya justru akan semakin tegas tanpa kehadiran Messi. Memang selama ini, salah satu yang menyebabkan Fabregas kurang maksimal adalah penumpukan pemain bertipe pengolah bola di Barca. Dua contoh paling anyar dimana memainkan salah satu saja diantara Fabregas dan Messi menjadi kunci kemenangan besar Barca adalah kemenangan fantastis 4-0 atas Milan dan 5-0 atas Real Mallorca. Fabregas hanya duduk di bangku cadangan saat membantai Milan, sementara Messi masih berkutat dengan cedera saat menghajar Mallorca akhir pekan lalu. Sepanjang David Villa dan Alexis Sanchez tidak mengalami cedera hingga pertandingan dimulai, Barca dapat menyerang PSG lewat kedua pemain tersebut dengan dukungan Fabregas yang berdiri sedikit di belakang mereka.
Di pihak PSG, Blaise Matuidi dipastikan absen karena terkena hukuman larangan bertanding. Carlo Ancelotti memiliki pilihan untuk memainkan eks pemain Barca, Thiago Motta, yang kabarnya sudah sembuh dari cedera. Namun mengingat PSG harus mencetak gol untuk lolos, lebih wajar bila Ancelotti menurunkan pemain bertipe serang seperti Jeremy Menez untuk menyambut bola-bola jauh dari belakang yang dikirim oleh David Beckham. Skenario ini dapat terjadi dengan catatan Ancelotti benar-benar berani tampil seagresif putaran pertama di Paris. Untuk menurunkan resiko, Ancelotti bisa mengambil jalan tengah dengan memasang Marco Veratti, yang kemampuan menyerangnya lebih baik dari Motta, namun kemampuan bertahannya tidak lebih baik dari Menez.
Peluang Barca untuk lolos ke semifinal terbuka lebar pada laga yang digelar Rabu, 10 April 2013, malam waktu setempat ini. Bahkan tidak hanya lolos, sebuah kemenangan pun wajar diraih Barca. Namun mengingat kondisi permanen beberapa punggawanya, terutama di lini belakang hingga beberapa minggu ke depan, sangat penting bagi Tito-Roura untuk mengemas upaya mencapai kemenangan ini sebagai persiapan menyambut babak-babak penting berikutnya. Dari sekarang, Tito-Roura sudah harus merencanakan detail persiapan menuju Stadion Wembley, stadion tempat final Liga Champions 2012/13 digelar. Salah rencana, justru Barca bisa celaka.
Perkiraan formasi:
Barca (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Song, Alba; Busquets, Xavi, Iniesta; Sanchez, Fabregas, Villa.
PSG (4-4-2): Sirigu; Jallet, Alex, Thiago, Maxwell; Moura, Beckham, Menez, Pastore; Lavezzi, Ibrahimovic.
Visca Barca!
Kata kunci: Cesc Fabregas, Gerard Pique, Liga Champions 2012/13, Lionel Messi, Paris Saint-Germain
Sabtu malam 6 April 2013 waktu setempat, Barcelona berhasil menang telak atas tamunya Real Mallorca dengan lima gol tanpa balas. Bermain di depan publik sendiri, Camp Nou, para Jugadors Barca mendapat angin segar dan sangat termotivasi setelah kembalinya Tito Vilanova ke bench Barca.

Pada pertandingan tadi dinihari WIB, Barca tampil menyerang dari mulai jalannya laga. Beberapa kali para pemain Barca memberi ancaman ke gawang Mallorca yang dijaga oleh Dudu Aouate. Namun, gol baru tercipta di menit 20 lewat kaki Cesc Fabregas yang mengisi posisi Lionel Messi secara formasi. Kerjasama satu dua Fabregas dengan Alexis Sanchez memudahkan nama pertama untuk menceploskan bola ke dalam gawang. 1-0 Barca Unggul.

Hanya berselang dua menit, Barcelona langsung menggandakan keunggulannya lewat gol dari Alexis Sanchez. Berawal dari tendangan Cesc Fabregas di dalam kotak penalti, kemudian bola hasil sepakan itu ditepis oleh penjaga gawang Mallorca. Hasil tepisan dari bola rebound di sisi kiri pertahanan Mallorca langsung disambut dengan tendangan yang mengarah ke gawang oleh Alexis Sanchez. 2-0 Barca menggandakan keunggulan.
Unggul dua gol belum menyurutkan permainan Barca, pasukan Tito Vilanova ini terus menggempur pertahanan Mallorca. Serangan demi serangan pun tetap dilancarkan. Alhasil, di menit 36 dan 37 Barca kembali menambah pundi-pundi golnya lewat aksi Cesc dan Alexis. Gol ketiga lagi-lagi diawali dengan kerjasama satu dua Fabregas dengan Alexis Sanchez sebelum pemain nomor punggung 4 itu menuntaskan tugasnya dengan menendang bola ke sisi kanan kiper Mallorca. 3-0 Barca memimpin.
Gol ke-4 Barca lahir dari kaki Alexis Sanchez setelah menerima umpan lambung dari Cesc Fabregas. Meski dibayang-bayangi oleh dua pemain Mallorca di kiri dan kanan Alexis tak membuat dia goyah untuk melakukan sontekan ke gawang Aouate. 4-0 Barca unggul jauh dari tamunya Mallorca. Selebrasi Sanchez pada gol keduanya ini tak lupa untuk memeluk Abidal yang berada di pinggir lapangan. Skor 4-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Usai turun minum ternyata Barca masih ingin menambah jumlah golnya, alhasil semenit babak kedua berjalan Cesc Fabregas lagi-lagi menggetarkan gawang Mallorca sekaligus mencatatkan namanya di papan skor sebagai hat-trick. Berawal dari umpan datar menerobos Iniesta kepada Fabregas yang berada di kotak penalti. Kemudian Cesc mengecoh satu pemain Mallorca sebelum menendang bola ke gawang tim tamu. 5-0 Barca memimpin jauh.
Setelah unggul 5 gol tanpa balas, Tito pun melakukan rotasi pemain. Di menit 50, Andres Iniesta ditarik keluar dan memasukkan Jonathan Dos Santos. Daya serang Barca pun sedikit mengendur setelah keluarnya Sang Ilusionis Iniesta, namun di sisi lain hal ini juga bagus untuk memberi kesempatan kepada pemain muda beraksi di lapangan pertandingan. Sekaligus menyimpan tenaga dari Don Andres untuk laga leg 2 babak perempat final Liga Champions beberapa hari kedepan.
Mallorca pun sempat mencetak gol di menit 53 yang berawal dari tendangan penjuru, namun wasit menganulir gol tersebut karena terjebak offside. Pertandingan tetap berlanjut dengan didominasi serangan Barca, namun tidak ada lagi gol tercipta setelah keluarnya Iniesta. Tito Vilanova kembali melakukan rotasi dengan menarik pencetak hat-trick pada laga itu Cesc Fabregas dan menggantikannya dengan Deulofeu di menit 65. Lagi-lagi Tito Vilanova ingin mengembangkan potensi dari pemain generasi muda.
Lima menit setelah masuknya Deulofeu, Camp Nou pun bergemuruh ketika Abidal dipersiapkan di pinggir lapangan. Menit 70, Pique pun ditarik keluar digantikan dengan Abidal. Seluruh penonton yang hadir di stadion memberi tepuk tangan yang meriah sambil berdiri kepada King Abi. Pemain nomor punggung 22 itu secara resmi kembali merumput pada pertandingan tadi malam pasca operasi transplantasi hati. Kurang lebih 20 menit ia bermain di depan publik sendiri.
Hasil akhir 5-0 bertahan hingga laga berakhir. Raihan 3 poin ini mengokohkan Barca di puncak klasemen dengan koleksi 78 poin dari 30 laga, selisih 13 poin dari Real Madrid di posisi 2. Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa Barca tetap ‘masih ada’ walaupun tanpa kehadiran Sang Mega Bintang Lionel Messi yang absen karena cedera. Kini Barca mempersiapkan diri pada leg 2 babak perempat final Liga Champions melawan PSG beberapa hari kemudian. Hasil seri 2-2 di leg 1 membuat Barca harus kerja lebih keras di Camp Nou agar bisa mendapatkan tiket semifinal. Visca Barca!
Susunan Pemain:
Barca: Pinto, Alves, Pique (Abidal 70′), Bartra, Montoya, Thiago, Song, Iniesta (Jonathan 50′), Sanchez, Fabregas (Deulofue 65′), Tello.
Cadangan: Villa, Jonathan dos Santos, Busquets, Jordi Alba, Abidal, Deulofeu, Oier
Mallorca: Aouate, Hutton, Nunes, Bigas, Kevin, Nsue (Arizmendi 45′), Pina (Marquez 70′), Alvaro, Giovani, Tissone, Hemed (Luis Marti 45′)
Cadangan: Javi Marquez, Víctor, Martí, Arizmendi, Fontás, Mino, Ximo Navarro
Statistik Barca – Mallorca (via WhoScored.com)
Kata kunci: La Liga 2012-13, Mallorca
Setelah harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan PSG pada leg 1 babak perempat final Liga Champions, Barca kembali memfokuskan diri ke ajang La Liga di akhir pekan ini. Pada lanjutan La Liga jornada 30, Barca ditantang oleh tamunya Real Mallorca di Camp Nou. Pertandingan yang akan berlangsung Minggu (7/4) dinihari WIB nanti menjadi partai penting untuk Barca. Pasalnya raihan poin penuh wajib didapat yang pekan lalu Barca gagal mendapatkannya setelah bermain imbang 2-2 atas tuan rumah Celta Vigo. Tambahan 3 poin juga akan mendekatkan langkah Barca untuk mengembalikan tropi La Liga kembali ke kota Barcelona.
Pada laga nanti, pasukan Tito Vilanova tidak akan diperkuat oleh beberapa pemain kuncinya. Valdes kembali tidak bisa tampil karena masih dalam larangan bertanding, sedangkan Mascherano, Puyol, dan Messi harus absen karena cedera. Sementara Adriano dan Pedro masih dalam tahap pemulihan, namun mereka telah kembali latihan bersama tim dan dipersiapkan untuk laga melawan Mallorca nanti. Mereka bergabung dengan Oier dan Deulofeu dari tim Barca B. Pertandingan nanti juga menyajikan tantangan bagi Barca dengan tanpa hadirnya sosok Lionel Messi. Pemain nomor punggung 10 itu mengalami cedera saat Barca berhadapan dengan PSG pada tengah pekan lalu. Dengan hal ini, pertandingan melawan Mallorca akan menjadi pembuktian bagi Barca bahwa tim asal Catalan ini tidak selalu terikat dengan Messi.
Melihat dari sisi lawan yang akan dihadapi Barca nanti, anak-anak asuh Gregorio Manzano (pelatih Mallorca) kini duduk di peringkat 19 klasemen dengan koleksi 24 poin. Pada jornada 11 lalu, Barca berhasil mengalahkan tuan rumah Mallorca dengan skor 2-4, gol dicetak oleh Xavi, Messi (2 gol), dan Tello.
Pada hari ini, 6 April akan menjadi hari besar bagi FC Barcelona dengan 3 laga kandang sebagai penghormatan kepada dua pemain legendaris Barca, Josep Seguer dan Antoni Ramallets. Tiga pertandingan Barca pada hari ini: Barca B vs Mirandes (18.00), Barca vs Shum (20.00) dan Barca vs Mallorca (22.00) waktu setempat.
Mallorca datang ke Camp Nou tidak hanya untuk memberi poin penuh bagi tuan rumah, mereka datang dengan misi bisa mencuri poin demi keluar dari zona degradasi. Dengan kekalahan pada dua laga terakhir saat melawan Real Madrid (2-5) dan Deportivo La Coruna (2-3), Mallorca mempunyai motivasi kuat untuk kembali ke peforma terbaiknya. Namun, untuk laga ini tentu Barca tidak akan memberi ruang kesempatan bagi Mallorca dan membuat sulit tim tamu.
Untuk formasi Barca, pola 4-3-3 akan diterapkan oleh Tito Vilanova dan Jordi Roura. Pinto akan menjadi penjaga mistar gawang Barca nanti. Pique dan Bartra kemungkinan akan melapis Pinto di sentral pertahanan. Alves dan Montoya mengisi posisi bek sayap. Jordi Alba kemungkinan akan diistirahatkan pada laga ini. Di lini tengah, Thiago-Song-Cesc akan mengisi trio tengah Barca. Song bermain dengan opsi mengistirahatkan Busquets, Thiago tampil dengan mencadangkan Xavi, dan Cesc bermain dengan pilihan menyimpan Iniesta untuk laga leg 2 UCL melawan PSG. Di depan, Alexis-Villa-Tello mungkin akan dipasang sebagai starting. Semoga Barca bisa menang pada laga ini. Visca Barca!
La Liga Jornada 30
FC Barcelona – Mallorca
Venue : Camp Nou (99,786)
Wasit : Muniz Fernandez
Stasiun TV : Trans TV
Perkiraan formasi:
FC Barcelona (4-3-3) : Pinto, Alves-Pique-Bartra-Montoya, Thiago-Song-Cesc, Alexis-Villa-Tello
Kata kunci: La Liga 2012-13, Mallorca
Laga Paris Saint-Germain (PSG) FC kontra FC Barcelona pada putaran pertama babak 8 besar Liga Champions 2012/13 hari Selasa, 2 April 2013, malam waktu kota Paris akan dikenang sebagai ajang uji nyali oleh pelatih PSG, Carlo Ancelotti. Walau sepanjang musim ia relatif ‘adil’ dalam menerapkan dua formasi utama, 4-3-3 dan 4-4-2, namun sebenarnya banyak yang sebelum pertandingan tersebut sudah lebih dulu memaklumi bila PSG akan bermain aman lewat strategi bertahan dengan hanya mengandalkan serangan balik.
Nyatanya jauh berbeda. PSG tampil dengan formasi 4-4-2, tanpa gelandang bertahan ‘murni’, memainkan gelandang gaek David Beckham sebagai starter, mendorong kedua bek sayap naik membantu serangan. Bukan itu saja. Dalam situasi bola mati, Ancelotti mengizinkan duet bek tengah mereka maju ke kotak penalti Barca.
Tak ada kejutan dalam line-up PSG selain kehadiran Beckham. Idealnya, Ancelotti pasti masih ingat dengan komentar salah satu legenda Manchester United, George Best, tentang Beckham. Best pernah bilang, “Beckham tidak bisa menendang dengan kaki kiri, tidak bisa menyundul bola, tidak bisa menekel dan tidak mencetak cukup banyak gol. Selebihnya Beckham bermain baik.” Maka memang sebuah resiko tinggi bagi PSG saat Ancelotti memainkan Beckham sejak menit pertama dengan posisi strategis menutup keempat bek di belakangnya. Memainkan Beckham yang tidak ahli bertahan dihitung oleh Ancelotti sebagai resiko kecil dibanding manfaat yang bisa diberikannya lewat umpan-umpan terukur ke penyerang jangkung, Zlatan Ibrahimovic.
Sebaliknya, terhadap Blaise Matuidi, gelandang penuh energi yang biasanya diplot sebagai breaker, Ancelotti mendorong posisinya lebih ke depan. Bersama Javier Pastore di kiri, Lucas Moura di kanan, dan Ezequiel Lavezzi yang rajin naik turun, ia membentuk empat serangkai penekan gelandang Barca. Mereka berempat dirancang untuk bermain rapat di area tengah permainan, tanpa terlalu banyak bergerak ke sayap. Skenarionya adalah begitu bola didapat oleh barisan belakang PSG, diumpankan ke Beckham, lalu dilambungkan jauh ke depan dengan target Ibrahimovic. Ketika bola diperebutkan oleh Ibrahimovic kontra bek-bek Barca, mereka berempat bersiaga untuk menyambut bola liar.

Maka tak heran pada laga tersebut, jarang kita melihat aksi Moura menggiring bola di sisi sayap seperti halnya dulu sering ia lakukan saat berkostum Sao Paulo. Pun demikian dengan Pastore. Untuk urusan menyerang lewat sayap, Ancelotti lebih menginstruksikan Christophe Jallet di kanan dan Maxwell di kiri untuk naik membantu serangan. Dengan padatnya pemain-pemain PSG di area tengah permainan, kinerja beberapa pemain Barca menjadi tidak begitu terlihat, terutama Sergio Busquets. Busquets yang biasanya bermain efektif berbagi tugas pengawalan dengan bek-bek Barca, malam itu terlihat sering salah mengambil posisi. Contohnya saat gol kedua PSG terjadi. Bila menilik dari sisi pengawasan wilayah, wilayah terjadinya gol kedua PSG oleh Matuidi adalah tanggung jawab Busquets, sementara pengawalan Ibrahimovic sebagai pemberi assist lewat sundulan adalah tanggung jawab duet bek tengah Barca, Gerard Pique dan Marc Bartra.
Gol oleh Matuidi tersebut adalah klimaks dari skenario pengkonsentrasian serangan PSG lewat jalur tengah lapangan. Tambahan lagi, barisan pertahanan Barca, dimulai dari Busquets, tampaknya tidak siap dengan fungsi serbabisa Ibrahimovic. Ancaman pertama PSG di menit-menit awal babak pertama lewat tembakan Lavezzi yang membentur tiang gawang Victor Valdes adalah salah satu bentuk perubahan fungsi tersebut. Saat Lavezzi berlari ke depan mendekati kotak penalti Barca, Ibrahimovic sudah terlihat bergerak menjauhi ‘kotak penyerang tengah’ yang diambil oleh Lavezzi.
Sebelum gol oleh Matuidi tersebut, gol pertama PSG juga menegaskan kelengahan Barca dalam hal bola udara. Terlepas dari posisi Ibrahimovic yang berada dalam posisi off-side untuk menjemput bola yang membentur tiang gawang Valdes, tayangan ulang menunjukkan saat naik ke udara menyundul bola, yang tertangkap kamera adalah dua orang pemain PSG tanpa ada pemain Barca ikut menyundul di dekatnya, dimana kepala Silva-lah yang berhasil mengenai bola. Harusnya para pemain Barca sudah paham lebih awal bahwa duet bek tengah PSG, Silva dan Alex, telah menyumbangkan nyaris 25% dari 17 gol PSG hingga matchday 8 Liga Champions saat menyingkirkan Valencia. Positioning yang tak cermat terhadap bola udara oleh para pemain Barca dihukum oleh dua gol penyama kedudukan oleh PSG. Ini mengulang kesalahan yang juga terjadi di jornada terakhir pekan kemarin saat gol sundulan oleh Oubina di pengujung laga menyelamatkan satu poin bagi Celta Vigo.
Belajar dari kemenangan penting 4-0 atas AC Milan di babak 16 besar, Barca kembali mencoba mengulang peragaan formasi 3-4-3. Skenarionya mirip. Di depan, Francesc ‘Tito’ Villanova menderetkan Alexis Sanchez – Lionel Messi – David Villa, dari kiri ke kanan. Ketika menyerang lewat sayap kanan, Villa masuk ke tengah, Messi mundur sedikit ke belakang, dan Dani Alves naik menjadi sayap kanan. Cara normal 4-3-3 baru terjadi bila serangan dilakukan dari sayap kiri, dimana Andres Iniesta bersama Sanchez dan Jordi Alba berusaha membongkar sektor yang dikawal Jallet. Cedera yang dialami Messi pada akhir babak pertama tidak mengubah gaya bermain Barca sekalipun posisi Messi diambil oleh Cesc Fabregas di babak kedua.
Barca kurang beruntung dengan jatah pergantian pemain yang harus dilakukannya pada malam itu. Dua dari tiga pergantian pemain terpaksa dilakukan karena cedera yang dialami Messi dan Javier Mascherano. Sementara satu pergantian lainnya dengan memasukkan Cristian Tello tidak menuai dampak signifikan terkait psikologis pertandingan yang sudah sama kuat 1-1 saat pergantian dilakukan.
Kontras dengan Barca, PSG sukses dengan rencana pergantian pemain yang dilakukan Ancelotti. Ancelotti melakukan tiga pergantian pemain hanya dalam 11 menit, dengan semua pergantian diorientasikan pada peningkatan serangan PSG. Pergantian pertama dilakukan pada menit ke-66 dengan menarik keluar Lavezzi dan memasukkan Jeremy Menez. Menez yang segar menggantikan peran Lavezzi untuk naik turun antara posisi gelandang dan penyerang. Bedanya dengan Lavezzi, Menez lebih banyak beroperasi dari sektor kanan pertahanan Barca, terutama setelah pergantian ketiga dengan masuknya Kevin Gameiro menggantikan Pastore.
Satu-satunya ‘gelandang bertahan’ PSG malam itu, yakni Beckham, diganti pada menit ke-70 dengan alasan stamina. Sesungguhnya dengan kontribusi umpan-umpan jauhnya, Beckham telah cukup sering mengirimkan sinyal bahaya ke daerah pertahanan Barca. Pergantian ketiga atau yang terakhir dilakukan Ancelotti adalah pada menit ke-76 dengan memasukkan Gameiro dan menempatkannya sebagai partner Ibrahimovic, sementara Menez digeser ke posisi yang ditinggalkan Pastore.
Strategi agresif yang diterapkan oleh Ancelotti menyelamatkan ‘nyawa’ pertandingan PSG kontra Barca. Bukannya mengikuti pola umum dari tim-tim yang menyingkirkan Barca dengan hanya mengandalkan serangan balik, Ancelotti malah memulai pertandingan dengan menempatkan lebih banyak pemain bertipe serang. Pun di luar strategi menyerangnya yang lebih banyak langsung menusuk area sentral pertahanan lawan tanpa memaksakan diri menerobos lewat tepi lapangan, tak terlihat gaya bermain ala Italia yang cenderung menumpuk pemain bertahan dan bertempo lambat. Namun sayangnya Barca kali ini kurang maksimal memanfaatkan ‘peluang’ jual-beli serangan yang ditawarkan Ancelotti. Maksimalkan di leg kedua, Barca!
Visca Barca!
Kata kunci: Liga Champions 2012/13, Paris Saint-Germain
Kata kunci: DARIUS, MEET N GREAT