MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Next Match - Liga: FC Barcelona vs Real Valladolid. Senin, 20 Mei 2013, pukul 02:00 WIB.        Last Match - Liga: Atletico Madrid 1-2 FC Barcelona. Gol oleh Alexis 72', Fernandez 80' (OG).        Barcelona menjuarai La Liga dengan menyisakan 3 pertandingan lagi.        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Tactical Analys, Remuntada Barca – Milan
primsa - Sabtu, 16 Maret 2013 - 10:28.

Sebuah formasi yang tak lazim dimainkan FC Barcelona di musim ini, akhirnya disuguhkan dalam laga super penting, putaran kedua babak 16 besar Liga Champions 2012/13. Bila kita batasi definisi tim besar dari Spanyol adalah tim yang pernah merengkuh minimal satu piala di tanah Spanyol ataupun di benua Eropa dalam sepuluh tahun terakhir, tak sekalipun di sepanjang La Liga musim ini Barca meladeni Real Madrid CF, Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla sebagai kelompok tim besar tersebut dengan starting-eleven seagresif yang ditampilkan saat menjamu AC Milan hari Selasa, 12 Maret 2013, malam waktu setempat. Begitupun di ajang Liga Champions. Hingga matchday 7 saat dibekuk Rossoneri 2-0, Barca masihlah konservatif soal cara penempatan pemain dan alur serangan.

Barca memulai pertandingan dengan belajar dari kesalahan di tiga kekalahan menyesakkan dari Milan (20 Februari 2013) serta Madrid (26 Februari dan 2 Maret 2013). Dari seluruh kekalahan tersebut, statistik mengindikasikan Barca gagal mengembangkan permainan karena terlalu mudah dibaca lawan. Berkaca dari banyaknya kebobolan (7 gol) dan minimnya gol yang dicetak (2 gol) dari ketiga kekalahan tersebut, Jordi Roura sebagai pendamping pasukan Biru Merah di pinggir lapangan mengorganisasi pemainnya dengan cara berbeda. Tidak murni kejutan memang, karena gambaran besar perubahan tersebut sudah pernah ditampilkan pendahulunya, Josep ‘Pep’ Guardiola dan Frank Rijkaard. Namun, untuk ukuran musim berjalan, ini adalah sebuah kejutan.

Keputusan penting pertama Roura adalah dengan menganulir kebiasaan Barca yang menempatkan bintangnya, Lionel Messi, sebagai penyerang tengah. Dengan kekhasan Messi untuk menggiring bola dalam beberapa sentuhan, giringannya seringkali sudah dijepit salah satu bek tengah lawan serta gelandang bertahan saat masih jauh dari kotak penalti lawan. Maka untuk memaksimalkan peran Messi, ada dua pilihan yang bisa dilakukan Roura, menggesernya ke posisi lamanya sebagai sayap kanan atau menarik mundur Messi dan menempatkan seorang penyerang tengah di depannya. Pilihan yang kedua akhirnya diambil Roura dengan skenario bahwa Barca akan menggiring bola dari sayap hanya sampai saat menyentuh sepertiga pertahanan terakhir Milan. Setelahnya bola diumpan lambung ke tengah kotak penalti sambil berharap muntahannya jatuh ke pemain Barca, atau bola disodorkan kembali ke tengah sambil melihat celah yang timbul saat para pemain Milan bergeser. Disinilah peran Messi, berada di belakang penyerang tengah untuk memimpin para gelandang serang menangkap bola-bola liar di sekitar kotak penalti Milan.

Roura menempatkan Messi di belakang David Villa dengan maksud mengganggu konsentrasi bek tengah Milan agar tidak terlalu berfokus pada Messi. Sesungguhnya Villa sendiri juga kadang bergeser ke area pertahanan kiri lawan. Bedanya, bila pada tiga kekalahan terdahulu, Pedro Rodriguez lebih banyak bertugas menjemput bola wilayah lewat lari cepatnya di area tersebut, kini Villa lebih berperan sebagai target-men saat umpan Dani Alves bersifat pendek menuju kotak penalti Milan. Satu perbedaan berikut, dengan sifat alami Villa sebagai finisher, sekalipun bergeser ke kanan untuk membuka ruang bagi Messi, ia tetap berpedoman untuk menginjakkan kakinya di dekat kotak penalti Milan saja, sedangkan Pedro selama ini lebih banyak beredar mendekati garis lemparan ke dalam.

Yang stabil dari trio Villa-Messi-Pedro pada malam itu hanyalah posisi Pedro yang dipakemkan di sektor kanan pertahanan Milan. Sedangkan Messi dan Villa lebih sering terlihat bertukar tempat. Saat Messi naik, Villa sedikit bergeser ke kanan. Tiga gol pertama Barca menunjukkan hal ini. Contohnya saat gol kedua Messi, posisi ketiga penyerang tersusun sebagai Messi-Villa-Pedro, dimana bila dilihat dari sisi horizontal, Messi masih lebih jauh dari gawang Christian Abbiati dibanding Villa sebagai penyerang tengah. Nah, untuk mencetak golnya sendiri, posisi Villa pada saat itu adalah di dalam kotak penalti Milan dimana ia menjadi pemain paling kanan diantara trio tersebut.

Keputusan penting kedua yang ditunjukkan oleh Roura adalah dengan keberaniannya mengorbankan Fabregas. Fabregas pemain bagus, namun dengan naluri menyerang yang lebih tinggi dibanding Xavi Hernandez, Roura lebih memilih nama terakhir dengan alasan kemampuannya yang lebih baik dalam mengatur tempo. Keputusan mengorbankan Fabregas juga dalam rangka mensinkronkan dengan perubahan yang terjadi di sektor belakang.

3

Keputusan ketiga terjadi di lini belakang. Tak ada kejutan dalam hal nama pemain yang diturunkan Roura. Hanya satu yang berbeda, ‘format miring’ diraciknya dengan mendorong Alves sebagai sayap kanan. Fungsi ini terakhir kali diperankan dengan sukses oleh Alves saat Barca membalikkan keunggulan Sevilla di babak kedua pada jornada 25 yang digelar 23 Februari 2013 lalu. Bedanya, kali ini Barca menghadapi dua resiko sekaligus, yakni ruang kosong yang ditinggalkan Alves di kanan serta naluri Jordi Alba untuk naik menyerang dari kiri. Sementara pada saat melawan Sevilla, naiknya Alves tidak terlalu merisaukan karena Barca memasang Martin Montoya di pos yang biasa diisi Alba. Karakter Montoya yang lebih kuat dalam hal bertahan ini kurang lebih mirip dengan penempatan Olleguer Presas di zaman Rijkaard ataupun Eric Abidal di zaman Pep. Mereka diposisikan sebagai bek sayap, namun tidak diorientasikan untuk naik membantu serangan.

Ketiga keputusan penting Roura ini merupakan satu kesatuan. Keputusan Roura memakukan posisi Pedro di sisi kiri tak lain untuk menjaga porsi kecepatan yang seimbang antara sisi kiri dan kanan. Dengan Alves menawarkan lari cepatnya dari sayap kanan Barca, hadirnya Pedro dari sisi berseberangan akan menegaskan pencarian alternatif serangan dari kedua sisi pada saat serangan dari sektor tengah mentok.

Masih terkait dengan Alves. Dengan naiknya posisi bek asal Brasil tersebut, Barca perlu seseorang yang benar-benar mampu mengatur tempo untuk menunggu Stephan El Shaarawy melupakan intipan mautnya pada celah yang ditinggalkan Alves di pertahanan Barca. Beberapa kali terlihat umpan satu dua dilakukan Barca hanya di sekitar garis tengah saja sambil memapankan posisi serang Alves dan menunggu Il Faraone ikut mundur mengawal pertahanan Milan. Skenario seperti inilah yang lebih masuk akal untuk memahami mengapa Fabregas tidak dimainkan bahkan hingga pertandingan usai. Roura pun menjadikan Xavi sebagai pengatur tempo tersebut.

Luar biasa. Segunung resiko yang terpapar lewat keputusan-keputusan penting di atas berhasil dilakoni Barca dengan penuh kesabaran untuk membuka pertahanan Milan. Di pihak lain, Massimiliano Allegri melakukan beberapa kesalahan.

Pertama, keputusannya memainkan Mathieu Flamini dibandingkan Sulley Ali Muntari tampaknya didasarkan pada antisipasinya terhadap tampilnya Fabregas di pihak Barca. Hal ini cukup masuk akal melihat pergerakan Fabregas selama ini yang tidak sama banyaknya antara ke arah kanan dan ke kiri. Di Barca, Fabregas lebih cenderung bermain ke depan di sekitar sektor kiri Barca, hal mana sangat cocok dengan wilayah penjagaan oleh Flamini di Milan. Mungkin Allegri berpikir Flamini akan mampu mengawal mantan kompatriotnya di Arsenal tersebut. Namun nyatanya, Barca tidak memainkan Fabregas sama sekali.

Keberadaan Flamini di lapangan hingga digantikan oleh alumni La Masia, Bojan Krkic, di menit ke-74, patut dipertanyakan. Bila kita melihat proses terjadinya ketiga gol Barca, idealnya terlihat peran aktifnya dalam menutup para pencatat assist dari gol-gol tersebut. Hal lain terkait cedera yang menyebabkan kepalanya harus diperban sejak pertengahan babak pertama, menjadikan sebuah teka-teki soal kelugasannya menjalankan tugas menutup pertahanan Milan.

Riccardo Montolivo, yang pada malam itu ditugaskan Allegri di pos Muntari, terlihat kewalahan dengan rajinnya Alves naik dari sisi sayap. Alih-alih menjalankan fungsi Muntari yang di laga pertama berperan roaming mengawal Xavi atau Lionel, Montolivo malah acap kali kehilangan posisi ataupun bola dalam kepungan para pemain Barca di areanya.

Kedua, pengaturan pemain di lini depan Milan tidak menunjukkan akurasi berhitung oleh Allegri. Keputusannya memainkan Niang M’Baye sebagai penyerang tengah tidak berjalan efektif. Karakter Niang memang cocok untuk mengejar bola yang dikirim jauh dari belakang, namun dengan fakta bahwa Barca pun ternyata terus memepet Milan saat Milan masih mengolah bola di pertahanannya sendiri, Niang akhirnya beberapa kali terlihat turun menjemput bola.

Masuknya Robinho dan Muntari menggantikan Niang dan Massimo Ambrosini pada menit ke-60 langsung membawa dampak positif bagi Milan. Dalam keadaan tertinggal satu gol secara agregat, Robinho menunjukkan ide-ide baru dalam membuka pertahanan Barca, sementara Muntari memberikan semangat bertarung yang sebelumnya tak terlihat dari para pemain Milan. Mungkin bila dalam hitung-hitungannya Allegri memutuskan lebih awal memainkan mereka berdua, keseimbangan permainan dari sisi Milan akan terwujud lebih awal pula.

Milan semakin gencar menyerang dengan menukar satu slot gelandang pada diri Flamini menjadi penyerang lubang yang diisi oleh Bojan. Pola 4-2-3-1 ini sukses menambah daya gempur Milan. Walau tidak ada shots-on-goal yang berbahaya, namun sesungguhnya terdapat beberapa kreasi Milan yang mampu masuk ke kotak penalti Barca. Untungnya beberapa pemain Barca, seperti Sergio Busquets ataupun Alba secara bergantian berada di posisi yang tepat untuk menutup ruang tembak oleh Milan.

Di menit ke-84, Roura memutuskan lebih memperkuat pertahanan dengan memasukkan Adriano Correia menggantikan Pedro. Ini terutama mengantisipasi Ignazio Abate yang sudah memantapkan posisinya di area permainan Barca pada lima belas menit terakhir pertandingan. Dengan masuknya Adriano, ditambah dinormalkannya kembali posisi Alves setelah gol ketiga oleh Villa, Barca sebenarnya lebih banyak diserang pada periode ini. Gol keempat oleh Alba adalah pengecualian karena dimulai dari sebuah serangan balik yang bukan merupakan tradisi Barca dalam mencetak gol.

Walau menang, Barca tetap perlu waspada di pertandingan-pertandingan berikutnya. Perlu diingat, sekalipun diciptakan dalam skenario open-play, gol-gol Barca juga tak bisa dipisahkan dari sapuan tak bersih pemain Milan. Misalnya untuk gol kedua. Sebelum menyodorkan bola bagi Messi, bola yang didapat Andres Iniesta sebenarnya berasal dari cungkilan gagal oleh Ambrosini. Bola jatuh dalam kawalan Iniesta, sekali kontrol ia pun melepaskan umpan pendek bagi Messi yang berdiri dalam jarak aman dari kawalan Philippe Mexes.

Begitu juga pelajaran dari satu-satunya peluang emas Milan lewat Niang. Antisipasi bola lambung oleh Javier Mascherano sempat mengingatkan kita pada proses yang kurang lebih sama dengan gol pertama Madrid pada laga putaran kedua Piala Super Spanyol bulan Agustus lampau. Kala itu Mascherano keliru dalam mengukur titik jatuh bola lambung oleh Pepe yang berujung gol oleh Higuain. Kali ini tiang kiri gawang Victor Valdes menyelamatkan Barca. Situasi psikologis pertandingan jelas akan berbeda bila pantulan bola tersebut mengarah ke sisi dalam gawang.

Selamat, Roura! Terima kasih, Barca! Teruskan sampai di Wembley! Som Un Equip!

Visca Barca!

Kata kunci: , ,

fcbi_yogya

Perkembangan dunia olahraga sepakbola khususnya futsal sudah sangat berkembang pesat. Apalagi di Kota Pelajar ini Yogyakarta. Apresiasi turnamen ini sangat besar dari pemerhati dan pecinta olahraga. Kami menggagas kejuaraan ini menjadi open turnamen untuk kategori antar fakultas di Yogyakarta.

Dalam rangka memperingati ulang Tahun FCBI Yogya ke 1 yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2013. Kami  menyelenggarakan Turnament  Futsal FCBI Yogya CUP 2013 yang digelar pada tanggal 30-31 Maret 2013 di Lapangan Tifosi Futsal – Jl Sukonandi no.11B semaki  Kulon Umbulharjo Jogja. Yang diikuti 32 tim antar Fakultas di Yogyakarta.

Kompensasi Juara:

Juara I

Uang pembinaan 2.000.000
Piala, Piagam / sertifikat

Juara II

Uang pembinaan 1.250.000
Piala, Piagam / sertifikat

Juara III

Uang pembinaan 750.000
Piala dan Piagam

Juara IV

Uang pembinaan 300.000
Piala dan Piagam

TOP SCORE : 250.000
BEST PLAYER : 250.00
Supporter Terbaik : 200.000

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan tim kalian. Dan dapatkan segala keseruan, keasyikan dan keramean turnamen futsal bersama kami Fans Club Barcelona Indonesia regional Jogjakarta.

Kontributor : @FCBI_Yogya

Kata kunci: ,

Laporan dari Regional : Nobar Seru FCBI Bandung
Hafis - Rabu, 13 Maret 2013 - 18:46.

fcbi_bdg

Berturut-turut event Nonton Bareng dengan skala yang besar digelar FCBI Regional Bandung. Dimulai dengan Nonton Bareng Barcelona yang bertandang ke Milan di San Siro dalam 1st leg Babak Perdelapan Final UEFA Champions League (UCL) bersama Milanisti Indonesia sezione Bandung (MIsB). Event Nonton Bareng yang terbilang besar di Bandung yang bertempat di GOR C-Tra Arena, salah satu gedung olah raga terbesar di Bandung.

Setelah diselingi dengan 2 kali berturut-turut event Nonton Bareng El Clasico dalam laga Copa Del Rey dan La Liga, FCBI Regional Bandung bersama dengan MIsB kembali menggelar event Nonton Bareng 2nd leg Babak Perdelapan Final UCL Barcelona yang menjamu AC Milan di Camp Nou tepat pada hari Rabu, 13 Maret 2013 waktu Indonesia bagian barat. Nonton Bareng yang digelar di tempat yang sama yaitu GOR C-Tra Arena yang memiliki kapasitas ribuan orang. Dengan kapasitas seperti ini bisa terbayangkan suasana yang akan tercipta di dalam GOR layaknya di sebuah stadion sepak bola. Tribun-tribun dipenuhi banyak orang dan ber-chant ria. Sorak sorai dukungan untuk tim kebanggaan masing-masing bergemuruh di seluruh sudut GOR C-Tra Arena.

fcbi bdg

Di 1st leg Babak Pedelapan Final UCL, AC Milan berhasil mengalahkan FC Barcelona dikandangnya. Kesedihan dan kekecewaan dirasakan oleh seluruh cules yang hadir di event Nonton Bareng saat itu. Letih, lelah, suara yang serak karena sepanjang pertandingan terus mengeluarkan chant-chant tak bisa terbayarkan karena Barcelona kalah. Tak tanggung-tanggung 2-0 AC Milan membombardir gawang FC Barcelona saat itu. Sebagian tetap optimis, sebagian merasa pesimis jika Barcelona bisa lolos dari babak perdelapan final.

Namun, ternyata rasa pesimis itu pudar ketika di 2nd leg Barca yang menjamu Milan di Camp Nou berhasil comeback dengan hasil yang fantastis. Messi yang berhasil mencetak gol 5 menit setelah kick off babak pertama berhasil menyihir seluruh cules yang hadir di GOR C-Tra Arena. Teriakan, chant, tepuk tangan dan berbagai ekspresi dikeluarkan. Timbul rasa optimis yang begitu besar saat Messi bisa kembali mencetak gol. Dan terbukti hingga akhir pertandingan cules FCBI yang memenuhi GOR C-Tra tak henti-hentinya menyanyikan chant-chant Barcelona. Pertandingan yang diakhiri dengan skor fantastis 4-0 dan aggregate 4-2 untuk Barcelona. Super! Fantastis! Mengagumkan!

celebration

Ya, Barcelona kembali mengagumkan hingga bisa memenangkan pertandingan dan membalikkan aggregate. Begitu pun cules FCBI yang hadir di GOR C-Tra, mengagumkan karena sejak 1st leg hingga 2nd leg UCL ini mereka tetap setia mendukung dan menyuarakan dukungannya lewat chant saat Nonton Bareng. Jika saat kalah saja kita bisa tetap semangat, apalagi saat menang seperti ini. Semangat dan aura yang benar-benar tidak bisa terungkapkan kata-kata. It was feel like watching FC Barcelona in Camp Nou.

Ada perbedaan yang cukup signifikan dari dua event Nonton Bareng UCL Barcelona-Milan ini. Dari segi persiapan, Nonton Bareng di 2nd leg ini lebih matang. Panitia yang terdiri dari para pengurus FCBI Regional Bandung dan MIsB menyiapkan berbagai properti untuk mendukung acara. Berbagai banner untuk fans club masing-masing mau pun untuk tim yang didukung. Selain itu ada pula koreo yang membentuk bendera Catalan sebelum pertandingan dimulai untuk FCBI, dan bendera Milan untuk MIsB. Flare yang menyala-nyala di awal pertandingan disertai dengan dikumandangkannya hymne masing-masing tim. Flare pun dinyalakan di setiap gol yang tercipta dalam pertandingan. Ada yang special pula untuk MIsB di Nonton Bareng 2nd leg UCL ini. MIsB merayakan ulang tahun Milanisti Indonesia yg ke-10. Secara langsung FCBI Regional Bandung beserta regional lainnya yang hadir (Jakarta, Sukabumi, Bogor, Tg. Pinang, Subang, juga BoixosNois Bandung) ikut merayakan perayaan ini. Sungguh sebuah tanda respect terhadap kawan kita sesama fans club sepak bola. Selamat ulang tahun Milanisti Indonesia.

celebration1

Jika kita lihat dari review kegiatan ini, event Nonton Bareng 2nd leg ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selain perbedaan-perbedaan yang lebih baik dari 1st leg, Barcelona pun berhasil memenangkan pertandingan dan lolos ke babak 8 besar. Sungguh nilai plus bagi kesuksesan event Nonton Bareng ini. Acara ini bisa terselenggara dengan lancar atas dukungan dan sumbangsih dari berbagai pihak yang terkait. Pihak pengelola tempat GOR C-Tra Arena, Sponsor utama Event Nonton Bareng yaitu My Super Soccer dan sponsor-sponsor lainnya seperti Verve Baselayer, WaroengBarca, dll. Tak lupa dari pihak internal security, TNI dan POLRI yang juga ikut memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk keamanan selama Nonton Bareng. Dengan kata lain, event Nonton Bareng FCBI Regional Bandung bersama Milanisti Indonesia sezione Bandung ini sukses besar. Sesuai dengan slogan FCBI Regional Bandung, “BISA!! BISA!! BISA!!. Event Nonton Bareng ini pun BISA terlaksana dengan sukses tanpa ada kendala yang berarti, dan Barcelona pun BISA memenangkan pertandingan dan BISA lolos ke babak 8 besar. ViscaBarca, Visca FCBI y Visca FCBI Bandung. Remuntada FC Barcelona, FCBI Bandung BISA!! BISA!! BISA!!.

Kontributor : @FCBI_Bandung

Kata kunci: ,

Welcome Back Jugador FC Barcelona
ellazefa - Rabu, 13 Maret 2013 - 8:53.


Pada  laga Rabu 13 Maret 2013  di Camp Nou,  Barcelona tampil gemilang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra AC Milan. Los Cules menang 4-0 sekaligus menghantarkan mereka ke perempatfinal usai menang agregat total 4-2


Dari awal pertandingan Jugadors mempunyai beban berat untuk dpt lolos, namun tugas berat itu bisa dijalankan dengan baik oleh Barca. La Blaugrana nyaris tak membuat kesalahan sepanjang laga dan bisa membantai Milan empat gol tanpa balas sekaligus menyingkirkan Rossoneri dari Liga Champions musim ini.


Barca yang harus mengejar ketertinggalan dua gol di leg pertama sudah mencetak gol lewat Lionel Messi di menit kelima,  dan disusul di menit 38, kembali lewat Messi. Di babak kedua Barca menambah gol lewat David Villa dan Jordi Alba. Dengan kemenangan 4-0 ini, Barca yang kalah 0-2 di leg pertama lolos ke babak delapan besar.


Jalannya Pertandingan


Pada menit ke 5 Berawal dari umpan satu-dua cantik dengan Xavi, Lionel Messi melepas tendangan melengkung yang dari tepi kotak penalti. Abbiati tak mampu menahan laju bola yang bersarang ke pojok atas gawangnya.

Pada  menit ke12 Andres Iniesta melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, bola ditepis Abbiati dan menghantam mistar. Bola rebound disambar Messi tapi masih menyamping di sisi gawang.

Pada menit ke 17  Xavi Hernandez yang menguji ketangguhan Abbiati tapi bola tembakan dari jarak 25 yard masih bisa ditepisnya dan amanlah gawang Milan.


Pada menit ke 36 Milan mendapat kesempatan cetak gol melalui serangan balik di mana Mbaye Niang mendapat bola dan memasuki kotak penalti. Cuma tinggal berhadapan dengan Victor Valdes, bola hasil tembakan Niang menerpa tiang gawang.

Pada menit ke 38 Messi kembali menggandakan keunggulan Barca menjadi 2-0 sekaligus menyamakan agregat menjadi 2-2. Messi yang mendapat umpan pendek dari Iniesta dan langsung menembak bola melewati kaki Mexes dan bersarang di pojok kiri gawang. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.


Pada menit ke 48 kembali Barca mendapat peluang melalui Messi yang berlari ke arah kanan kotak penalti Milan dan melepaskan sepakan yang masih lemah mengarah ke pelukan Abbiati.

Pada menit ke 56 Villa striker  bernomor punggung tujuh  menambah keunggulan Barca menjadi 3-0 setelah mendapatkan bola terobosan Xavi di kotak penalti. Berdiri bebas, Villa dengan mudah menaklukkan Abbiati di bawah mistar dengan sepakan melengkung ke pojok kanan. Barca kini memimpin agregat 3-2.


Pada menit ke 82 Milan kemudian nyaris menyamakan kedudukan  ketika crossing Bojan Krkic dari sisi kiri menemui Robinho di kotak penalti. Sebelum Robinho mengeksekusinya, Jordi Alba dengan sigap mem-blok bola tersebut.

Pada menit ke 92 Jordi Alba membawa Barca  lolos ke semifinal. Serangan balik dari Messi ke Alexis Sanchez yang kemudian memberi crossing ke sisi kiri, Alba menerima dan dengan mudah meneruskan ke dalam gawang Abbiati.


Pada Match kali ini, Gol yg dibuat messi telah  menyudahi ‘derita’ Messi yang tak pernah mencetak gol dari permainan terbuka melawan tim-tim Italia dalam 790 menit terakhir. Messi juha menjadi  peringkat dua pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions dengan koleksi 57 gol. Dengan demikian, Barca berhak lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 4-2 atas AC Milan.

Welcome back Jugador dan semangat maju ke babak selanjutnya. Visca Barca


Statistik  Barcelona – AC Milan


Penguasaan bola :  67% – 33%

Shot (on goal) : 14 (2) – 10 (2)

Corner :  6 – 3

Pelanggaran :  6 – 19

Offside :  2 – 5

Kartu kuning :  1 – 3

Kartu merah : 0 – 0

Penyelamatan :  2 – 3


Susunan pemain

Barcelona: Valdes; Alves, Pique, Mascherano (Puyol, 77′), Alba; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro (Adriano, 83′), Messi, Villa (Sanchez, 74′).

AC Milan: Abbiati; Abate, Zapata, Mexes, Constant; Flamini (Bojan, 75′), Ambrosini (Muntari, 60′), Montolivo; Niang (Robinho, 60′), Boateng, El Shaarawy.

Kata kunci: , , , , ,

Dimana Celahmu, Milan?
primsa - Senin, 11 Maret 2013 - 21:10.

Mungkin inilah pertandingan paling menentukan bagi FC Barcelona di sepanjang musim ini. Dengan format turnamen yang sudah memasuki tahapan sistem gugur, sekedar menang ternyata tak cukup bagi Si Biru Merah. Dalam laga super penting ini, Barca wajib menang besar. Dan itu harus dicapai dalam sebuah duel melawan klub Italia ber-DNA Eropa, AC Milan, dalam putaran kedua babak 16 besar Liga Champions 2012/13 pada hari Selasa, 12 Maret 2013, malam waktu setempat.

Pertandingan pertama sudah digelar hampir tiga pekan yang lalu di Stadion San Siro, Milan. Membiarkan diri diserang sejak awal babak pertama, Milan menemukan momentumnya saat mampu mencetak gol pertama yang berawal dari situasi bola mati di wilayah pertahanan Barca. Setelah secara bertahap memulihkan kepercayaan diri pasca gol tersebut, Milan pun akhirnya mampu mencetak gol kedua dari sebuah serangan balik cepat saat laga tinggal menyisakan waktu sekitar sepuluh menit lagi.

Ragam statistik pertandingan tersebut boleh jadi mengharuskan para Barcelonistas sejenak mengurut dada. Satu contoh mudah adalah catatan Soccernet yang menyebutkan bintang Barca, Lionel Messi, hanya mampu melepaskan dua tembakan saja di sepanjang laga, bahkan hanya dibiarkan satu kali memegang bola di daerah kotak penalti Rossoneri. Lalu, bagaimana Barca harus membalikkan keadaan di laga kandang nanti?

Milan mengarungi Serie A musim ini dengan catatan meningkat. Sempat terseok-seok hingga peringkat 18 pada giornata ke-8, Milan kini sudah bertengger di posisi tiga klasemen di bawah Juventus dan Napoli. Dari 28 pekan yang sudah dijalani, Milan mengoleksi 15 kemenangan, yang setengahnya diperoleh di laga kandang. Milan tak pernah memperoleh hasil seri bila bertanding di San Siro. Dari enam hasil seri, seluruhnya merupakan pencapaian laga tandang. Selisih gol 50-32 menjadi gambaran produktivitas Milan musim ini.

Bagaimana hasil seri menjadi sebuah ‘prioritas’ bagi Milan saat keluar San Siro di Serie A tampaknya akan terulang lagi pada laga kontra Barca nanti. Memang belum tentu Milan akan bertahan total, apalagi dengan tabungan dua gol, lebih mudah bagi Milan untuk menentukan sendiri rencana pertandingan untuknya tanpa harus berstrategi menunggu serangan Barca terlebih dahulu.

Menarik menyimak seperti apa kira-kira formasi yang akan ditampilkan oleh Massimiliano Allegri bagi Milan. Sudah cukup sering formasi utama 4-3-3 diejawantahkannya ke dalam varian lain, seperti 4-2-3-1 ataupun 4-3-1-2. Bahkan, lima hari setelah melawan Barca di putaran pertama, Allegri tidak memainkan seorang pun gelandang bertahan murni saat dijamu saudara sekota Inter Milan dalam Derby della Madonnina. Saat itu, Riccardo Montolivo, yang sudah sering berperan sebagai trequartista saat di Fiorentina ataupun tim nasional Italia, bermain di pos gelandang bertahan yang biasa diisi oleh Massimo Ambrosini.

Satu-satunya yang konsisten dari formasi Allegri adalah format empat pemain belakang. Duet bek tengah Philippe Mexes dan Cristian Zapata akan tetap dipertahankan. Milan memiliki keuntungan untuk posisi bek sayap. Milan punya Mattia De Sciglio, bek multifungsi yang sama fasihnya untuk beroperasi di sisi kiri dan kanan. Bersama bek kanan Ignazio Abate serta bek kiri Kevin Constant, Allegri akan memilih dua diantaranya untuk menutup kotak penalti Milan dari arah tepi lapangan.

Yang menarik, seluruh pemain belakang Milan adalah berpostur tinggi, dimana duet Mexes-Zapata memegang rekor dengan tinggi badan 187cm. Ini menjadi kendala bagi Barca bila hendak menyerang lewat bola udara. Alexis Sanchez, sebagai pemain Barca terakhir yang mencetak gol lewat sundulan sebelum laga nanti, hanya memiliki tinggi 169cm, tak jauh berbeda dengan penyerang tengah Barca lainnya seperti David Villa. Namun, bukan berarti skenario serangan Barca sudah tertutup rapat dari bola udara. Mengandalkan umpan-umpan silang Dani Alves, bisa saja Sanchez diplot untuk menjadi pengganggu lompatan Mexes-Zapata dan menyiagakan Messi atau gelandang serang Barca lainnya menyambut bola muntah di sekitar kotak penalti Milan.

Dari sisi Barca, membongkar pertahanan Milan perlu upaya ekstra sabar dan penuh kreativitas. Mexes dan Zapata dipastikan tidak akan naik membantu serangan Milan. Sementara untuk menghindari terulangnya statistik serangan yang tumpul, Barca bisa mengubah pos Messi tidak lagi persis berada sebagai penyerang tengah Barca. Menarik mundur Messi dan menempatkan Sanchez atau Villa sebagai penyerang tengah bisa jadi alternatif untuk memecah konsentrasi marking Mexes dan Zapata.

Bagaimanapun Barca harus lebih agresif sejak menit pertama. Dengan skenario penambahan pos di depan Messi, terdapat variasi untuk mengirimkan bola langsung ke depan di saat tiki-taka Barca menemui jalan buntu. Saat umpan seperti ini efektif diterapkan, dampak positif yang diharapkan kemudian adalah dua bek sayap Milan akan semakin terdesak bermain merapat ke posisi Mexes dan Zapata sehingga Jordi Alba dan Alves dapat naik menusuk ke sisi kosong yang mereka tinggalkan.

Bila tak efektif dengan penempatan seorang penyerang tengah di depan Messi, maka alternatif lain dapat dimunculkan dengan mengoptimalisasi daya ledak Cristian Tello. Sisirannya yang penuh kecepatan dari tepi lapangan diharapkan dapat membuka celah kosong di daerah sektor kanan pertahanan Milan. Namun lagi-lagi, di dalam skenario ini, Barca perlu memastikan seorang pemain pasti bersiaga di kotak penalti Milan untuk menunggu bola sodoran dari Tello, Alba ataupun Alves. Tinggal bagaimana Roura mensiasati optimalisasi kecepatan Tello, apakah dengan memainkannya sebagai starting-eleven ataukah menyiapkannya masuk lapangan di babak kedua saat tenaga bek kanan Milan sudah sedikit terkuras.

Di tengah, Montolivo tidak akan menjalani lagi peran sebagai gelandang bertahan. Allegri akan memainkan kembali Ambrosini yang sengaja disimpan saat Milan menang 2-0 lawan Genoa hari Jumat, 8 Maret 2013, kemarin. Satu slot tersisa untuk posisi gelandang akan diperebutkan oleh Mathieu Flamini, Sulley Ali Muntari dan Antonio Nocerino. Dengan kesuksesannya menjalankan peran saat putaran pertama, Allegri tampaknya akan tetap memilih Muntari dalam starting-eleven-nya nanti.

Di sektor ini, dilema akan muncul bagi Jordi Roura. Asisten pelatih Barca ini akan dipusingkan untuk memilih dua diantara empat gelandang serang utamanya, yakni Andres Iniesta, Cesc Fabregas, Thiago Alcantara dan Xavi Hernandez. Kendalanya, keempatnya memiliki karakter bermain yang hampir sama, yakni mengutamakan bola-bola pendek, tidak kuat dalam bola udara, dan tidak mengandalkan kecepatan apalagi duel fisik. Namun, untuk mensinkronkan upaya penambahan slot penyerang tengah seperti disebutkan di atas, ada baiknya Roura mengedepankan duet Fabregas dan Iniesta. Fakta bahwa keduanya lebih lincah dibanding Xavi untuk menyebar dari lingkaran tengah lapangan ke sektor sayap atau pun naik ke kotak penalti lawan menjadi faktor pendukung skenario alternatif Barca saat keduanya terkepung rapatnya pengawalan oleh tiga gelandang Milan. Untuk pos gelandang bertahan, Sergio Busquets menjadi pilihan utama kali ini.

Untuk lini serang, perubahan gaya bermain akan terlihat pada Milan. Dengan absennya ujung tombak Giampaolo Pazzini, Allegri akan mendorong posisi Kevin-Prince Boateng lebih ke depan. Pilihan ini lebih rasional bagi Allegri daripada menggeser top-scorer Serie A Stephan El Shaarawy untuk bermain lebih ke tengah. Bagaimanapun, keberadaan Il Faraone lebih dibutuhkan Allegri untuk meredam frekuensi naiknya Alves membantu serangan Barca. Shaarawy dan Robinho akan mengapit Boateng dari sektor kanan dan kiri pertahanan Barca. Sekalipun beroperasi di tengah, peran Boateng bukanlah sebagai penyelesai akhir, dia akan bergerak horizontal ke kiri dan ke kanan mengganggu konsentrasi bek Barca yang sedang berusaha menghadang giringan bola Robinho ataupun Shaarawy.

Buat Barca, dengan keharusan mencetak tiga gol tanpa kebobolan, penempatan pemain di lini belakang bisa menjadi awal agresivitas. Memainkan Alexandre Song sebagai pasangan Gerard Pique menjawab beberapa kebutuhan sekaligus. Pertama, dengan postur yang lebih tinggi dibanding Carles Puyol ataupun Javier Mascherano, antisipasi bola udara ke kotak penalti Barca tidak hanya menjadi beban Pique semata. Ini perlu diantisipasi mengingat beberapa kebobolan terakhir Barca di partai krusial berasal dari gol sundulan. Berikutnya, dalam situasi kebuntuan target-men dan diburu waktu, Song dapat menjadi pemantul efektif di kotak penalti Milan. Strategi yang sama pernah dilakukan oleh Josep ‘Pep’ Guardiola pada semifinal Liga Champions musim 2009/10 dan 2011/12 saat mendorong pemain-pemain berpostur tinggi namun bukan berposisi penyerang seperti Seydou Keita dan Pique menjadi tujuan umpan-umpan silang dari Barca. Walau tidak berhasil mengejar defisit gol, namun variasi taktik oleh Pep ini bisa sangat dipertimbangkan oleh Roura.

Barca perlu ketenangan menjalankan segala skenario untuk mencari celah di pertahanan Milan. Masih ada 90 menit waktu tersisa, atau mungkin laga 120 menit akan tercipta. Berjuanglah, Barca! Som Un Equip!

Perkiraan formasi:

Milan (4-3-1-2): Abbiati; Abate, Zapata, Mexes, Constant; Ambrosini, Montolivo, Muntari; Boateng, El Shaarawy, Robinho.

Barca (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Song, Alba; Busquets, Cesc, Iniesta; Sanchez, Messi, Villa.

Visca Barca!

Kata kunci: ,

#