MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Next Match - Liga: Espanyol vs FC Barcelona. Senin, 27 Mei 2013, pukul 01:00 WIB.        Last Match - Liga: FC Barcelona 2-1 Real Valladolid. Gol oleh Pedro 21', Valiente (OG) 42'.        Barcelona menjuarai La Liga dengan menyisakan 3 pertandingan lagi.        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Prakata
by Admin

Visca Barca,

Selamat datang di web FC.Barcelona Indonesia bagi pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan website ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.

Semoga website ini bermanfaat bagi kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola. Sekian dan terima kasih.

FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS, SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.

Review Barca 2-0 Deportivo
Hafis - Minggu, 10 Maret 2013 - 13:19.

alexis

Barcelona berhasil kembali ke jalur kemenangan usai mengalahkan perlawanan Deportivo La Coruna 2-0 tadi pagi. Bermain di depan publik sendiri, pasukan Jordi Roura telah menekan sejak menit-menit awal pertandingan. Gol dari Alexis Sanchez di babak pertama ditambah dengan satu gol Messi di babak kedua membuat kepercayaan diri tim kembali meningkat. Hal ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Barca jelang laga sulit melawan Milan pada Rabu mendatang.

Dilihat dari pertandingan ini, jelas Roura telah menyiapkan strategi untuk mengatasi Milan di leg 2 babak 16 besar UCL. Bisa dikatakan Roura menurunkan tim lapis kedua pada pertandingan tadi. Messi, Iniesta, Busquets, Pique, dan Alba berada di bench pemain untuk diistirahatkan demi menjaga stamina yang tetap fit di pertandingan yang menentukan beberapa hari kemudian. Walaupun demikian, Barca tetap melakukan serangan demi serangan yang membahayakan gawang Deportivo. David Villa punya peluang yang sangat bagus untuk membuka gol bagi Barca. Pemain nomor 7 ini mendapat kesempatan untuk melakukan tembakan dari jarak dekat, sayangnya bola dari Villa bisa diantisipasi Aranzubia. Pada pertandingan tadi pagi, Thiago yang mengisi posisi Xavi menampilkan permainan yang cemerlang sebagai pemberi serangan kepada Tello dan Alexis di depan.

pinto

Kebuntuan Barca pun pecah di menit ke 37. Mendapat umpan lambung dari Alves di sisi kanan penyerangan Barca, Alexis  menyundul dengan memantulkan bola ke tanah sebelum si kulit bundar masuk ke jala Deportivo. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Barca 1-0 dan Pinto hingga 45 menit pertama berakhir belum satu kali pun melakukan penyelamatan yang berarti.

Melihat kemenangan belum sepenuhnya menjadi milik Barca dan beberapa peluang yang belum berhasil dikoversikan menjadi gol, terlepas dari gol Alexis, dengan itu Roura menarik keluar Villa dan memasukkan Lionel Messi, kemudian Iniesta menggantikan  Thiago, serta memainkan Busquets dengan mengganti Fabregas. Dengan tenaga baru, Barca berhasil meciptakan gol dari kaki Messi setelah memanfaatkan rebound dari tendangan Iniesta. Sayangnya Messi telah dahulu terperangkap offside dan skor pun masih 1-0 keunggulan Barca. Tiga menit jelang waktu normal berakhir, pemain yang baru masuk di babak kedua, Lionel Messi berhasil menciptakan gol usai memanfaatkan satu-dua dengan Sanchez. Satu gol Messi itu membuat pemain yang telah meraih 4 Ballon d’Or tersebut menjadi pemain pertama yang selalu menciptakan gol di 17 pertandingan liga secara beruntun. Ia berhasil memecahkan rekor yang dimiliki Teodor Pewterek yang hanya menciptakan gol beruntun di 16 pertandingan pada musim 1937-38. Kini Messi telah mengoleksi 40 gol di La Liga dan menjadi top skor sementara.

leomessi

Tambahan 3 poin ini semakin memuluskan jalan Barca untuk meraih tropi La Liga dan menjadi modal bagus bagi anak-anak asuh Roura jelang laga melawan Milan 3 hari lagi. Namun saat melawan Milan nanti, para pemain diminta untuk lebih produktif dan kembali ke performa paling baik. Pasalnya, Barca harus mencetak 3 gol untuk bisa melaju lolos ke perempat final, atau 4 gol jika Milan berhasil membuat satu gol ke gawang Valdes.

Susunan pemain:

Barcelona: Pinto, Alves, Mascherano, Puyol, Adriano, Thiago (Iniesta 67′), Song, Cesc (Busquets 75′), Alexis, Villa (Messi 62′), Tello

Deportivo: Aranzubia, Silvio, Aythami, Insua, Manuel Pablo, Aguilar, Assuncao (Dominguez 77′), Valeron (Camunas 62′), Pizzi, Gama, Oliveira (Salomao 71′)

Pencetak Gol:

Barcelona: Alexis ’37, Messi ’87

Kata kunci:

Persiapan sebelum Laga Krusial: Preview Barca-Deportivo
Hafis - Sabtu, 9 Maret 2013 - 22:47.

messi

Usai kalah di dua partai El Clasico secara berturut-turut, Barca diminta untuk segera bangkit menuju jalur kemenangan. Pasukan Roura akan berhadapan dengan Deportivo La Coruna pada lanjutan La Liga jornada 27 di Camp Nou, Minggu (10/3) dinihari WIB. Laga ini merupakan laga yang penting bagi Barca mengingat tim Catalan ini akan menjamu Milan di leg 2 babak 16 besar UCL pada Rabu mendatang.

Pada pertandingan nanti, Victor Valdes akan absen usai diganjar kartu merah akibat protes kerasnya di laga melawan Real Madrid (ajang La Liga) yang lalu. Valdes tidak hanya absen pada laga ini, kiper nomor 1 Barcelona ini juga tidak akan tampil saat timnya melawan Rayo Vallecano, Celta Vigo, dan Mallorca. Untuk mengisi pos Valdes, Pinto menjadi opsi utama Roura sebagai pengisi bawah mistar tim. Ini menjadi kesempatan perdana Pinto bermain di ajang liga, yang biasanya hanya bermain di kompetisi Copa Del Rey. Sedangkan cadangan amunisi kiper, Jordi Masip dari Barca B akan masuk di tim utama dan memakai jersey nomor punggung 32. Pemain 24 tahun itu mempunyai reflek yang cepat dalam menghentikan laju bola. Dengan tinggi 180 cm, Jordi Masip mempunyai kekuatan dalam membaca dan mengantisipasi bola-bola atas.

jordi masip

Melihat laga selanjutnya, Barca harus menjadikan pertandingan ini sebagai lompatan untuk bisa memenangkan laga krusial melawan Milan beberapa hari selanjutnya. Dengan ketertinggalan 2 gol, Barca diharuskan bekerja ekstra keras untuk merobek pertahanan ala Italia yang diterapkan Allegri pada laga esok dan mungkin akan lebih rapat daripada yang terjadi di San Siro lalu. Mental pemain dan fokus ke pertandingan yang berlangsung jadi kunci utama pada laga tersebut.

Barcelona mempunyai rekor yang sangat bagus dalam pertandingan kandang di Camp Nou dengan meraih 11 kemenangan dan sejauh ini hanya baru 1 kali seri. Sedangkan Deportivo punya rekor buruk saat melakoni laga tandang pada musim ini. Dari 13 laga tandang, tim yang saat ini dilatih oleh Fernando Vázquez sudah mengalami 8 kekalahan, 5 hasil imbang, dan belum pernah menang. Deportivo kini menjadi juru kunci kompetisi liga Spanyol dengan jumlah 17 poin dari 26 laga. Walaupun demikian, Barca tidak boleh memandang sebelah mata lawannya kali ini, pasalnya Deportivo mengincar kemenangan tandang pertama di stadion kebanggaan publik Catalan, Camp Nou.

Dilihat dari sisi sejarah Barca melawan Deportivo di kandang (41 kali laga), The Catalans berhasil menang 32 kali, 3 kali kalah, dan sisanya seri. Pada putaran pertama lalu, Barca berhasil menang 4-5 atas Deportivo di Riazor. Tiga gol Messi, dan satu gol masing-masing dari Alba dan Tello berhasil membuat Barca membawa pulang raihan 3 poin. Di laga nanti, Pizzi yang mencetak dua gol bagi Deportivo saat putaran pertama lalu harus absen karena cedera.

Pada sesi latihan kemarin, Xavi yang masih dalam masa pemulihan dari cedera hamstring yang dideritanya tampak sudah ikut bersama rekan-rekannya latihan. Namun, Marc Bartra harus absen karena mendapatkan cedera ligamen lutut kiri di sesi latihan Kamis malam yang lalu. Dari keterangan tim medis, pemain muda ini diperkirakan akan absen 7 hingga 10 hari.

bartra

Untuk formasi Barca, Jordi Roura masih akan menerapkan pola 4-3-3. Di bawah mistar, nama Pinto akan turun sebagai pengganti Valdes di laga ini. Di pertahanan, kemungkinan akan tampil Puyol dan Mascherano sebagai opsi untuk mengistirahatkan Pique demi kondisi ‘siap tempur’ di laga melawan Milan mendatang. Pada sayap pertahanan, Alves/Montoya dan Adriano akan turun dengan pilihan Jordi Alba diistirahatkan oleh Roura. Maju ke lini tengah, Thiago-Song-Cesc diprediksi akan tampil sebagai starting. Hal ini mungkin akan dilakukan Roura agar menjaga kebugaran Xavi-Busquets-Iniesta untuk kompetisi UCL. Pada sektor penyerangan, Alexis-Messi-Villa akan tampil sebagai starting, tetapi tidak menutup peluang untuk Tello tampil dari menit awal. Semoga saja Barca bisa kembali ke jalur kemenangan dan memetik 3 poin demi memuluskan langkah menuju tahta juara.

Pada pertandingan nanti Barca akan membayar penghormatan atas penulis dari lagu klub “Cant Del Barca”. Lagu kebanggaan FC Barcelona itu dibuat sebagai perayaan ulang tahun klub yang ke-75 pada 27 November 1974. Musik pada lagu ini disusun oleh Manuel Valls dan ditulis oleh Josep Maria Espanas dan Jaume Picas. Satu dari tiga orang penting dalam penciptaan lagu “Cant Del Barca”, yang masih hidup yaitu Espinas.

La Liga Jornada 27

FC Barcelona – Deportivo La Coruna

Venue : Camp Nou (99,786)

Wasit : Pérez Montero

Stasiun TV : Trans TV

Perkiraan formasi:

FC Barcelona (4-3-3) : Pinto, Adriano-Puyol-Mascherano-Montoya, Thiago-Song-Cesc, Alexis-Messi-Villa

Kata kunci:

La Remuntada : Ens Hi Deixarem La Pell!
initialsatsat - Rabu, 6 Maret 2013 - 13:31.


Semifinal liga champion musim 2009/2010 mempertemukan Inter Milan kontra Barcelona. Kala itu persiapan Barca terganggu karena fenomena alam. Meletusnya gunung berapi di Islandia membuat rombongan tim Barca harus rela menempuh perjalanan darat alih-alih menggunakan transportasi udara. 20 April 2010, kota Milan menghelat pertandingan leg pertama semifinal liga champion 2009/2010. Berhasil unggul cepat lewat gol Pedro, gawang Valdes harus rela dibalas dengan trigol Sneijder, Maicon dan Milito. Hal ini membuat perjuangan Barca sebagai juara bertahan untuk melaju ke final sangat berat saat harus melakoni duel leg kedua di Camp Nou seminggu berselang.

Saat itulah tagline “La Remuntada” ramai dibicarakan sebagai penyemangat Xavi hernandez dkk agar bisa mengalahkan anak asuh Jose Mourinho saat itu dan berhasil lolos ke Final Liga Champion 2009/2010. “La Remuntada : Ens Hi Deixarem La Pell”, berasal dari bahasa Catalan yang kurang lebih berarti “Comeback: Fight hard till the end” dan secara harfiah berarti “memutar balik keadaan, dan berjuang keras sampai titik darah penghabisan”. (credit untuk tutor bahasa catalan di forum FCBI @sassychicks untuk mengartikan peribahasa catalan tersebut). Dan pada kenyataannya anak asuh Pep Guardiola saat itu harus tersingkir setelah hanya mampu menang 1-0 di Camp Nou melawan sepakbola negatif nan efektif milik Jose Mourinho.

Dengan alasan itulah penulis ingin menggunakan kata-kata tersebut sebagai penyemangat kembali sekaligus untuk menggambarkan keadaan FC Barcelona saat ini. Bisa dibilang leg kedua babak 16besar liga champion 2012/2013 kontra AC Milan (tim sekota Inter Milan) di Camp Nou nanti adalah pembuktian bagi Blaugrana bahwa mereka belumlah “habis” di musim ini. Sempat mengawali musim dengan sempurna dan mencatat rekor start terbaik sepanjang masa di LaLiga dengan mengalahkan rekor rival, nyatanya Barca sudah dipastikan kehilangan satu gelar lagi musim ini. Setelah sebelumnya trophy super copa, maka midweek lalu, Barca sudah harus tersingkir dari kompetisi Copa Del Rey,setelah dengan telak disingkirkan oleh rival melalui pertarungan dua leg.

Ada apa dengan Barca? Pertanyaan tersebut sudah pasti dipertanyakan oleh hampir seluruh cule di seluruh dunia, bahkan mungkin penggemar bola pada umumnya. Padahal kenyataannya Barca masih nyaman duduk di puncak klasemen LaLiga Spanyol, meski sudah kehilangan kesempatan mempertahankan trophy CDR. Apalagi alasan yang tepat untuk mempertanyakan hal itu jika bukan karena hattrick kemenangan Rival di gelaran Clasico musim ini,bahkan dua kemenangan diantaranya dicetak Rival secara beruntun, yakni hanya dalam tempo 3 hari! Rekor Barca melawan Rival di gelaran Clasico musim ini adalah 1W-2D-3L. Banyak alasan yang mendasari kenapa penampilan Barca patut dipertanyakan di musim ini. Salah satunya mungkin pemilihan pemain dalam starting line up Barca.

Sejujurnya, Barca musim ini belum teruji secara layak melawan klub setara, melawan klub-klub besar. Barca bisa dibilang gagal menghadapi 2 tim besar di musim ini. Ya hanya dua, siapa lagi jika bukan Real Madrid dan AC Milan. Barca hanya konsisten di Laliga, dan bermain secara meyakinkan melawan tim kontestan LaLiga yang lain. Ingat, Barca juga pernah kalah melawan Celtic di liga champion. Baik Mou dan Allegri, sudah belajar, ya! belajar dengan sangat baik melawan Xavi Hernandez dkk. Seringnya pertemuan melawan Barca, membuat “study hour’ Madrid dan Milan juga semakin banyak. Musim lalu baik Madrid dan Milan sudah pernah kita kalahkan,intinya kita sudah terlalu sering bertemu kedua klub tersebut. Jadi apa yang harus Barca lakukan untuk melawan AC Milan nanti? jika semua cara lama atau bahkan baru mungkin sudah dicoba dan ternyata gagal saat Barca kontra Rival seminggu terakhir ini.

Saya rasa Allegri sudah membaca permainan Barca dengan sangat sempurna, terlebih setelah dua kekalahan beruntun di gelaran El Clasico. Tim mungkin akan sangat kesulitan untuk mencetak satu gol, sedangkan untuk lolos ke perempat final, Barca butuh 3 gol (tanpa kemasukan) atau bahkan 4 gol! Selama beberapa musim terakhir, Barca “terlampau kejam” saat melawan tim dengan counter attack yang sangat cepat. Kejam dalam arti mereka kadang tidak menyisakan satu pun pemain bertahan di sepertiga lapangan terakhir. 99% dalam setiap kesempatan counter yang cepat, lawan selalu berhasil mencetak gol. Musim lalu contohnya, Milan berhasil mencetak gol di CampNou di percobaan pertama ke gawang Valdes. Pun saat melawan Chelsea, baik Drogba dan Ramires berhasil mencetak gol di percobaan pertama. Jadi jika ingin lolos, Barca setidaknya harus mencetak 4 gol, karena Milan sepertinya akan berhasil mencetak sebiji gol ke gawang Valdes.

Dari segi skema di lapangan, Barca di beberapa pertandingan terakhir jarang sekali melakukan rotasi pemain yang berarti. Apalagi dari penentuan starting line up. Mungkin juga dari musim lalu hingga sekarang, line up Blaugrana selalu “predictable”. Setidaknya ada 2 faktor kenapa permainan Barca harus sampai pada titik seperti ini.

  1. Taktik memecah tandem dua gelandang terbaik di dunia, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Taktik ini mulai familiar dan dicoba beberapa kali di musim terakhir Pep Guardiola. Apalagi alasan Guardiola saat itu jika bukan karena Pep mungkin ingin mengakomodir posisi Cesc Fabregas yang baru saja didatangkan dari Arsenal. Di musim pertamanya mungkin Pep belum terlalu kentara memecah tandem Xaviesta, tetapi beberapa taktik yang digunakannya sudah menuju ke sana. Salah satunya mulai sering menempatkan Iniesta di sisi kiri lapangan. Dan di awal musim Tito, hal tersebut semakin terlihat jelas. Dan hasil nya positif, karena di paruh awal musim Cesc terlihat semakin sangat klop dengan skema permainan barca. Assist pun mulai berdatangan atas namanya. Fungsi cesc sebagai gelandang kreatif bahkan mirip dengan skema Barca di era Cruyff, yaitu dengan cepat mengalirkan bola ke depan dan dengan segera mencetak gol. Tetapi hal ini juga menjadi bumerang, dan tim lawan pun juga sudah mulai memperhatikan peran Cesc yang lama kelamaan sudah mulai kembali seperti si “nomor 4’ saat di Arsenal. Pun Iniesta di sisi kiri lapangan. Dengan segala hormat untuk Cesc Fabregas, dia gelandang yang “inferior” dibandingkan Iniesta, dan Iniesta juga LW yang “inferior” dibandingkan Villa atau penyerang sayap yang lain. Jika tim bermain dengan Messi, Xavi, Iniesta, Cesc dan Sergio, siapakah sebenarnya yang harus berlari, mencari posisi dan mendapatkan umpan terakhir (final pass) di pertahanan lawan? Barca mungkin bisa dengan mudah mengalirkan bola kepada siapa saja saat melawan tim-tim di Laliga, tetapi melawan tim besar apalagi di liga champion, fakta menunjukkan bahwa kita kesulitan mengalirkan bola dengan sempurna. Bahkan Celtic pun tahu hal itu.
  2. Terlalu “Messi”. 91 gol yang dicetak oleh pemain terbaik dunia 4kali ini tahun lalu seharusnya menjadi “ketukan pintu” secara perlahan untuk skema permainan Barca. Penulis sendiri sempat menyoroti menurunnya jumlah gol penyerang sayap kita setiap tahunnya (di salah satu thread forum). Dan disaat itu pula, jumlah gol Leo semakin meningkat. Jadi perlu untuk menyingkirkan attitude permainan dan skema di lapangan yang kentara sekali terlihat membangun inti permainan di sekitar Lionel Messi. Setiap penyerangan yang dilakukan Barca saat ini selalu dialirkan untuk Messi seorang, bahkan hal tersebut terlihat sangat ekstrim di beberapa pertandingan terakhir. Saat Messi mendapatkan penjagaan yang ketat bahkan hingga “double mark”, 90% daya ledak Barca langsung menguap.

FC Barcelona telah mencapai banyak kesuksesan melalui filosofi bermain mereka dalam beberapa tahun terakhir. Pep Guardiola mempunyai visi dan jasa yang terlampau besar untuk Barca dalam hal meletakkan filosofi dan kesuksesan itu sendiri. Bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa tanpa seorang pelatih pun, tim ini akan baik-baik saja. Dan karena filosofi tersebut juga, tim yang ada saat ini terlihat terlalu berlebihan dalam menjalankan skema permainan. Memainkan seorang gelandang dalam pertahanan dan penyerangan. Atau seorang penyerang bermain sebagai gelandang sekaligus menyerang. Sangat disayangkan dan sia-sia jika dengan generasi pemain yang Barca miliki saat ini, mereka tidak bisa bermain dengan skema dan posisi yang benar-benar tepat. Pemain seperti Xavi, Iniesta, Sergio dan Messi tidak akan selalu muncul di tiap dekade. Dengan yang dimiliki Barca saat ini, seharusnya tim ini masih bisa memenangi 3 atau bahkan 4 trophy tambahan di liga champion. Terdepak dari fase knockout di babak 16besar melawan tim dengan pemain seperti Ambrosini, Zapata, Muntari, Mexes dan beberapa yang lain, sungguh tidak bisa diterima. Tidak dengan tim Barca dengan komposisi pemain seperti saat ini. Tidak seperti ini.

Kata kunci: , ,

Barca Berjaya di Catalan Football Award
Hafis - Selasa, 5 Maret 2013 - 18:36.

catalan football award

Gelandang bertahan Barca, Sergio Busquets dinobatkan sebagai pemain terbaik Catalan 2012 dengan mengalahkan rekan se-tim nya Victor Valdes, Carles Puyol, dan Xavi Hernandez. Bagi Barca sendiri, tidak Busquets saja yang menerima penghargaan pada acara bertajuk ‘Gala of the Stars of Catalan Football‘ tersebut, Sergi Roberto, Jordi Torras, dan Marc Carmona juga meraih penghargaan.

Acara ini berlangsung pada Senin (4/3) malam kemarin dan yang menjadi tuan rumah adalah Old Estrella Damm Factory. Pada gala ini, pemain terbaik, manajer, wasit sepakbola, dan futsal akan meraih penghargaan atas prestasi mereka di tahun 2012. Acara ini sendiri pun didominasi oleh FC Barcelona dengan meraih 4 dari 9 penghargaan yang diberikan kepada manajer dan pemain Barca.

Di cabang futsal, Barca Alusport membawa pulang penghragaan manajer terbaik yang diberikan kepada Marc Carmona dan penghargaan pemain terbaik yang diraih oleh Jordi Torras untuk kali kedua berturut-turut. Sementara pemain muda Barca, Sergi Roberto terpilih sebagai pemain muda yang menjanjikan.

Pada malam penganugerahan ini, FC Barcelona diwakili oleh wakil presiden Josep Maria Bartomeu yang memimpin delegasi Barca pada Gala Stars of Catalan Football. Dia didampingi oleh direktur klub Jordi Mestre dan Javier Bordas, direktur klub sepakbola Andoni Zubizarreta, dan direktur jenderal tim profesional FC Barcelona Joan Carles Raventos. Di sisi pemain, Xavi Hernandez dan Lionel Messi turut hadir untuk menemani Sergio Busquets.

Kata kunci: , ,

Tactical Analysis Real Madrid 2-1 FC Barcelona
primsa - Selasa, 5 Maret 2013 - 18:26.

messi

Dalam seminggu terakhir, dua pentas El-Clasico digelar. Diawali dengan pertarungan perebutan tiket final Copa del Rey 2012/2013, FC Barcelona dan Real Madrid CF berduel lagi dalam lanjutan La Liga jornada 26. Tak berbeda jauh dengan partai pertama yang dimenangkan oleh Si Putih, kemenangan mereka di laga terakhir ini juga ditandai dengan belum kembalinya ‘nyawa’ Barca yang tampaknya telah hilang dalam partai-partai besar di tahun 2013 ini. Apa yang kita lihat sewaktu di Stadion Camp Nou sewaktu Barca menjamu Madrid di Copa del Rey, tersalin ulang saat Madrid ganti menjamu Barca di Stadion Santiago Bernabeu. Barca yang kembali kalah dan tidak tajam dalam menyerang Madrid.

FC Barcelona vs Real Madrid, starting eleven

Kedua tim melakukan perubahan formasi atau komposisi dibanding laga keduanya pada tengah pekan sebelumnya. Yang menarik adalah perubahan yang dilakukan oleh Jose Mourinho di Madrid tergolong bukan hal yang rutin kita pikirkan tentang ia. Tercatat dalam 16 kali El-Clasico yang dilaluinya sejak musim 2010/2011, Mou selalu memainkan formasi yang cenderung dengan bertahan dengan minimal dua pengisi slot gelandang bertahan, bahkan terkadang tiga pemain bertahan sekaligus diletakkannya di depan duet bek tengah Madrid. Namun pada duel klasik yang ke-17 kemarin, hanya Pepe yang berperan demikian, sementara Luka Modric yang naik turun menemaninya di sektor tengah tidak murni berperan mengawal wilayah pertahanan Madrid. Mou makin nyaman menyerang di El-Clasico.

Kejutan lainnya, sama seperti debut Raphael Varane di El-Clasico 30 Januari lalu yang berbuah manis dengan sebuah gol sundulan olehnya, maka uji nyali oleh Mou dengan menampilkan penyerang muda Alvaro Morata menjalani laga El-Clasico perdananya di Bernabeu tersebut juga berjalan sukses dengan sebuah assist olehnya bagi gol Karim Benzema di menit-menit awal pertandingan. Tampaknya Mou telah sukses memotivasi anak-anak muda di Madrid menjalani sebuah laga besar berjudul El-Clasico.

Yang paling terlihat berbeda dari skuad Madrid adalah keputusan Mou mengistirahatkan hampir sebagian besar pemainnya untuk menatap putaran kedua perdelapan final Liga Champions kontra Manchester United yang digelar tengah pekan ini. Tanpa Alvaro Arbeloa, Sami Khedira, Mesut Ozil, Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain yang didaftarkan di bangku cadangan, serta Xabi Alonso yang cedera dan Angel di Maria yang menjalani hukuman larangan bermain, baru kali ini kita bisa melihat pemain-pemain lapis kedua Madrid diberanikan oleh Mou untuk tampil serempak, bahkan di partai ‘remeh-temeh’ melawan tim semenjana sekalipun di La Liga. Dan dari semua yang disimpan Mou, terlihat bahwa hanya lini belakang saja yang masih memainkan pemain lapis pertama pada diri wakil kapten Sergio Ramos. Komposisi pemain seperti ini masuk akal berdasarkan posisi klasemen di awal Maret 2013 ini, sehingga menjadi lebih logis buat Madrid berjuang di Liga Champions dibanding La Liga.

Di pihak Barca, Jordi Roura mengemas 4-3-3 dengan memasukkan tiga tenaga segar ke dalam tim. Mengacu kepada kurang harmonisnya pembagian area lapangan di partai sebelumnya, Andres Iniesta ditarik mundur sebagai gelandang serang menempati pos Cesc Fabregas. Di tengah, Iniesta berduet dengan Thiago Alcantara yang menggantikan peran Xavi Hernandez. Terhadap posisi yang ditinggalkan oleh Iniesta, Roura memasang David Villa sebagai sayap kiri Barca. Tujuan dari perubahan ini tentunya untuk meninggalkan potensi bentrok wilayah seperti yang sempat terjadi pada laga-laga sebelumnya, serta untuk menambah efektivitas serangan Barca dari kedua arah. Satu perubahan penting lain dilakukan oleh Roura dengan memasukkan Javier Mascherano menggantikan Carles Puyol sebagai teman duet Gerard Pique.

Bermainnya David Villa memberikan efek positif bagi Barca. Kerjasama satu duanya dengan Jordi Alba beberapa kali sukses membongkar sisi kanan Madrid yang dikawal Michael Essien. Villa yang rajin berlari mengejar bola terlihat sangat menghargai kesempatan langka yang diberikan kepadanya untuk terdaftar sebagai starting-eleven Barca. Satu kontribusinya yang perlu dicatat adalah dari dua shots-on-goal Barca, salah satunya berasal dari gebrakannya di sektor kiri mengelabui Essien untuk berikutnya mengirimkan umpan pendek bagi Lionel Messi.

Sebaliknya di sisi kanan, terlepas dari sebuah assist-nya bagi Messi di menit ke-18, Dani Alves tidaklah bermain pada level memuaskan. Gol pertama Madrid mungkin tidak perlu terjadi apabila Alves tidak melonggarkan hitungan detik yang diberikannya bagi Morata untuk mengatur pengiriman umpan ke Karim Benzema yang telah berdiri bebas menjauh dari kawalan Mascherano di kotak penalti Barca. Seperti tampak menyepelekan Morata, Alves pun lagi-lagi membiarkan Morata berdiri bebas menyundul umpan menyilang Modric yang dikirim dari sisi agak kiri pertahanan Barca. Seolah-olah menegaskan bahaya dari sektor yang dikawalnya, sepak pojok yang berujung gol oleh Ramos juga diambil dari sudut di sebelah kanan gawang Pinto.

Satu hal yang patut dipertanyakan bagi skuad Roura saat ini adalah level motivasi mereka untuk tampil laksana seorang pejuang ‘hidup atau mati’ di lapangan. Saat kita melihat selebrasi gol balasan oleh Messi, terlalu sederhana rasanya ungkapan yang ditunjukkan oleh Messi dan serombongan pemain Barca lainnya yang berlari ke arahnya di dekat tiang bendera sepak pojok Madrid. Untuk sebuah penyamaan rekor gol Alfredo di Stefano di El-Clasico, mencetak gol dalam 16 laga La Liga secara beruntun, dan kemampuan tim bangkit mencetak gol penyama kedudukan (bukan sekedar gol penghiburan seperti gol Alba pada laga sebelumnya), maka gaya Messi yang biasanya berlari kencang dengan mengibas-ngibaskan kedua tangan di depan dadanya sesaat setelah mencetak gol menjadi wajar kembali diharapkan. Namun itu tidak terjadi, tak bersemangatkah Messi dengan golnya?

Soal motivasi ini juga menjadi masalah bila kita melihat proses kebobolan Barca di gol pertama dan kedua. Pengawalan yang minimal menjadi faktor pembuka terciptanya kedua gol tersebut. Bila kawalan Alves dan Mascherano terhadap umpan Morata dan positioning Benzema yang jadi masalah pada gol pertama, maka lompatan Pique yang sama sekali tidak mengganggu sundulan Ramos pada gol kedua menimbulkan tanya soal rasa lapar akan kemenangan pada diri pemain-pemain Barca. Satu catatan penting bahwa dalam tiga kali kebobolan lewat sundulan saat melawan tim ibukota tersebut di 2013 ini, Pique seluruhnya berada sebagai pemain berposisi terdekat dengan si pencetak gol (Varane dua gol dan Ramos satu gol). Dan seluruhnya dilakoni Pique lewat lompatan tanpa gangguan. Kiranya ini bisa mengindikasikan bahwa secara positioning membaca arah bola, Pique masih bisa diandalkan, namun untuk gangguan bagi pengancam gawang Barca, dia sedang berada pada tren menurun.

Mou tampaknya benar-benar menginginkan kemenangan pada laga tersebut. Meski diawali dengan sejumlah pemain lapis kedua, ia tidak melakukan pergantian pemain dengan orientasi bertahan. Bahkan bintang utamanya, Ronaldo, pun diturunkan untuk menambah gedoran Madrid. Terkait soal motivasi ini, Barca bolehlah belajar untuk mengambil sisi positif, bahwa dengan 33 menit di lapangan, Ronaldo seorang mampu melepaskan enam tembakan, lebih tinggi dari total lima tembakan yang dilepaskan Barca dan jumlah maksimum tiga tembakan yang dicatatkan secara individu dari kedua tim pada laga tersebut.

Menarik untuk menyimak strategi yang dititipkan Roura bagi Barca lewat masuknya Adriano Correia menggantikan Pedro Rodriguez di menit ke-77 dan Cristian Tello bagi Thiago di menit ke-85. Baik sebelum dan sesudah masuknya Tello sebagai pergantian pemain ketiga bagi Barca, Adriano diplot oleh Roura untuk menjadi sayap kanan. Dengan tingkat agresivitas Alves yang tinggi, idealnya posisinya lebih mendekati gawang Madrid dibanding Adriano. Perlu diingat, Alves sudah mencetak 4 assist dari 7 laga terakhir di La Liga. Sebagai tambahan, mengacu pada rawannya sektor kanan Barca di sepanjang laga tersebut, ditemukan sebuah alasan tepat untuk menjauhkannya dari gawang Pinto. Belum terang benar bagaimana Roura membedakan efektivitas Alves dan Adriano saat menyerang dari sisi kanan Barca. Penempatan Adriano yang lebih ke depan menyebabkan sebenarnya Barca bermain dengan empat penyerang sejak Tello masuk dengan Messi sedikit ditarik mundur. Sayangnya, selain kontribusi rasa bersalah pada wasit Perez Lasa yang tak mengesahkan pelanggaran atas dirinya di kotak penalti Madrid di pengujung laga, Adriano tidak terlihat memberikan dampak signifikan dengan posisinya di lini serang Barca.

Mengawali Maret dengan kekalahan, Barca perlu segera berbenah. Masih ada sebuah pertandingan sangat menentukan di bulan ini saat Barca mengadu nasib mengejar ketinggalan dua gol away melawan AC Milan. Jangan menyerah, Barca!

Visca Barca!

Kata kunci: , ,

#