
Setelah pasti menjadi jawara La Liga Spanyol musim 2012-13, Barca akan melakukan selebrasi juara pada usai laga melawan Valladolid nanti malam di Camp Nou.
Senin yang lalu para punggawa FC Barcelona telah melakukan parade bus keliling kota Barcelona dan pada malam nanti pesta bersama fans akan dihelat di publik sendiri. Pesta sekaligus selebrasi kemenangan akan dimulai pukul 11 malam waktu setempat.
Barca memastikan diri mengunci tropi liga kurang lebih seminggu yang lalu setelah Real Madrid hanya bermain imbang melawan Espanyol. Tropi liga musim ini menjadi tropi La Liga yang ke-22 bagi tim.
Pada jornada 36 ini, Barca masih mempunyai target meskipun telah pasti juara liga. Poin 100 di akhir musim menjadi incaran Barca walaupun tidak menjadi prioritas utama. Saat ini, Barca telah mengoleksi 91 poin dengan menyisakan 3 laga. Jika para punggawa Barca bisa menyapu bersih 3 laga tersisa dengan kemenangan maka rekor 100 poin di akhir musim bisa terwujud.

Manajer Tito Vilanova menyambut baik kembalinya Mascherano dan Valdes yang pulih dari cedera. Kedua pemain telah diberi lampu hijau oleh dokter tim pada Sabtu kemarin dan siap untuk main melawan Valladolid beberapa jam lagi. Namun, Puyol dan Messi tidak bisa memperkuat tim karena cedera. Diikuti oleh Adriano, Abidal, dan Alves yang kurang fit untuk laga nanti.
Melihat ke sisi tim lawan, pasukan Miroslav Djukic secara matematis telah aman posisinya di La Liga (terhindar dari degradasi). Mereka datang ke Camp Nou tidak hanya sekedar pelengkap pesta Sang Juara, tetapi mencoba untuk mencuri gol dan poin di Camp Nou. Namun, Valladolid juga mempunyai kendala pada pemain. Mereka kehilangan dua pilar utamanya, bek Rukavina yang kena sanksi dan pemain depan Ebert yang tidak fit.
Dari ajang Copa Del Rey, FC Barcelona memberi selamat kepada Atletico Madrid yang berhasil keluar sebagai jawara setelah mengalahkan tim sekotanya Real Madrid dengan skor tipis 2-1. Dengan hasil tersebut, maka Barca (juara liga) akan menjalani Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid (juara Copa Del Rey) pada Agustus depan.

Untuk formasi Barca pada pertandingan nanti malam, Tito Vilanova masih akan menerapkan pola 4-3-3. Di bawah mistar gawang, Valdes yang telah kembali dari cedera akan mengisi pos tersebut. Di barisan pertahanan, Montoya-Bartra-Pique-Alba kemungkinan akan diturunkan oleh Tito. Untuk lini tengah, Thiago-Song-Iniesta diprediksi akan turun sebagai starter. Di lini depan, Alexis-Cesc-Tello kemungkinan akan turun dari awal jalannya laga. Semoga Barca menang dan bisa mewujudkan 100 poin di akhir musim. Visca Barca!
La Liga Jornada 36
FC Barcelona – Real Valladolid
Venue : Camp Nou (99,786)
Wasit : Iglesias Villanueva
Stasiun TV : Trans TV
Perkiraan formasi:
FC Barcelona (4-3-3) : Valdes, Montoya-Bartra-Pique-Alba, Thiago-Song-Iniesta, Alexis-Cesc-Tello
NONBAR FC BARCELONA DI MALAYSIA ( FCBI DAN TABLOID BOLA )
Hari-1/Sabtu/10 > Setiba di bandara LCCT/KLIA KUL, dijemput oleh local guide, kemudian langsung ke Putrajaya Tour, makan siang bersama,
mampir ke Chocolate House, transfer hotel check-in. Sore hari kumpul di lobby untuk bersama-sama menuju stadion Bukit Jalil
menyaksikan penampilan team Barcelona jam 20.45pm hingga selesai, kembali ke hotel (L)
* Makan malam di area stadion dan tidak termasuk didalam acara tour mengingat tidak tersedianya restoran di area stadion tsb serta kondisi di
lokasi biasanya sudah cukup ramai.
Hari-2/Minggu/11 > Breakfast di hotel, check-out hotel (jam 12.00) dan transfer 3 jam sebelum flight menuju bandara untuk kembali ke Indonesia (B)
* Peserta group dari Bali, Jakarta dan Surabaya bisa mengikuti optional program city tour KUL half day @RM 50,-/pax inc. lunch 1x & foto group
1. GROUP BALI > DPS-KUL by. QZ8391 (06.00-09.00) / KUL-DPS by. QZ8396 (20.25-23.25) Harga Paket SINGLE @4,2jt / DOUBLE @3,9jt
2. GROUP BANDUNG > BDO-KUL by. QZ8453 (10.05-13.10) / KUL-BDO by. QZ8454 (13.35-14.40) Harga Paket SINGLE @4,4jt / DOUBLE @4,1jt
3. GROUP JAKARTA > CGK-KUL by. QZ8190 (06.25-09.25) / KUL-CGK by. QZ8163 (16.40-17.45) Harga Paket SINGLE @5,1jt / DOUBLE @4,8jt
4. GROUP SURABAYA > SUB-KUL by. QZ8276 (06.05-09.40) / KUL-SUB by. QZ8294 (16.15-17.55) Harga Paket SINGLE @5,6jt / DOUBLE @5,3jt
Harga sudah termasuk sbb:
> Ticket pesawat Air Asia direct ke KUL
> Bagasi dicabin pesawat max 1 tas 7kg
> Hotel 3* inc. breakfast
> Ticket Show Category 4/5
> Tipping local guide + driver
> Transport bandara-hotel-stadion
> Sarapan pagi 1x + makan siang 1x (no pork/halal menu)
Harga belum termasuk sbb:
> Airport Tax @150rb/pax di Indonesia
> Bagasi pesawat non-cabin
> Optional City Tour KUL (half day) @RM 50,-/pax inc. lunch 1x + foto group
Persyaratan sbb:
> Pendaftaran ditutup tgl. 29 April 2013
> Fotocopy paspor peserta (masa berlaku min 6 bulan dari tgl. 10 AUG 2013) dan NOMER MEMBERSIP
> Pembayaran full langsung ke BCA A/C: 22.11.22.1234 a/n. SITI NURLAILA
> BUKTI TRANSFER HARAP DISERTAKAN
> Jika peserta sudah daftar & bayar full, apabila batal maka otomatis biaya tour nya hangus tidak bisa diganti nama orang lain
> Bagi peserta yang memiliki kartu member aktif dari FCBI akan mendapatkan discount sebesar Rp. 300.000,- per orang utk harga paket diatas
> Bagi yang belum memiliki kartu member FCBI maka bisa mendaftarkan ke Echa di 0812-80787510 / Ella di 0812-19567510
Setelah sempat selama kurang lebih 2 bulan lamanya di New York, akhirnya Tito Vilanova kembali ke Barcelona selasa waktu setempat. Pemain, penggemar, klub dan bahkan insan dalam dunia sepakbola merasa bahagia atas kembalinya Tito. Tetapi kita sebagai penggemar Barca ada baiknya melihat kembali 2 bulan terakhir ini, siapakah sosok yang patut kita apresiasi selama Tito absen. Jordi Roura, ya siapa lagi kalau bukan asisten pelatih sekaligus caretaker Blaugrana dalam 2 bulan terakhir. Mari kita lihat kembali pro dan kontra atas kehadiran Roura dalam 2 bulan terakhir bersama tim. Karena dengan kembalinya Tito, apakah akhir pekan nanti sudah bisa mendampingi tim atau belum, pastinya “era” Jourdi Roura memimpin tim sepertinya akan segera berakhir.
Jordi Roura memang masih memiliki sedikit pengalaman dalam hal melatih sebuah tim. Dirinya “terpaksa” mengambil alih posisi Tito Vilanova sebagai pelatih tim utama tanpa persiapan sama sekali. Roura akhirnya diperkenalkan oleh “tekanan” luar biasa sebagai pelatih tim utama (apalagi ini tim Barcelona), dan harus bertanggung jawab penuh dengan tim. Oleh karena itu, kritik yang dialamatkan padanya dalam 2 bulan terakhir terasa tidak adil.
Saat menjadi caretaker Barca, Roura jelas terlihat belum siap menjadi pengganti Tito Vilanova. Saat tim membutuhkan suatu perubahan dalam suatu pertandingan, Roura kurang keberanian untuk melakukan perubahan dan pergantian yang diperlukan. Pergantian pemain yang dilakukannya terkadang juga tidak membawa kebaikan untuk tim, dan instruksinya dari pinggir lapangan juga patut dipertanyakan. Tetapi kita harus ingat, bahwa meski tidak ada Tito bersamanya, keputusan yang diambil Roura merupakan keputusan bersama Tito. Keduanya sering melakukan percakapan melalui aplikasi percakapan “Whatsapp”, pun pelatih kebugaran Barca sering terlihat melakukan percakapan dengan Tito melalui telpon selularnya saat pertandingan berlangsung.
Dalam perjalanannya, bulan februari memang selalu bukan bulan yang baik untuk Barca di tiap musimnya. Hasil kekalahan di partai Clasico dan laga penting melawan Milan langsung berimbas negatif untuk Roura. Saat Barca mengalami kekalahan (kehilangan trophy), Roura jadi target mudah atas hasil tersebut, dimana sebenarnya dirinya adalah seorang caretaker yang mencoba melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam tekanan yang luar biasa besar. Kecewa? pasti, tetapi bukan hanya dirinya yang kecewa, pemain juga kecewa, dan tanggung jawab tren negatif tersebut juga harus ditanggung bersama-sama. Faktor absennya Tito juga mempengaruhi moral pemain, klub, fans bahkan Roura sendiri.
Laga melawan AC Milan di leg kedua adalah titik balik bagi dirinya, baik sebagai caretaker ataupun sebagai pemain. Menjadi caretaker yang tidak pernah dibayangkannya mungkin tidak akan pernah dilupakan Roura, karena mimpi buruknya sebagai pemain saat melawan Milan, sudah lunas terbayar. Menurut saya Jordi Roura sudah melakukan tugas yang cukup bagus selama 2 bulan terakhir ini. Klub bisa dibilang beruntung, tidak perlu bersusah payah mengeluarkan uang untuk menyewa pelatih baru. Beruntung mempunyai sosok Jordi Roura yang sudah mengenal Tito dan beberapa pemain Barca sendiri dengan sangat baik. Dan yang paling penting, bisa membuat Tito Vilanova fokus untuk menjalani pengobatan tanpa khawatir apa yang akan terjadi dengan anak didiknya.

Pada akhirnya Roura mungkin bisa sedikit lega dengan kembalinya Tito Vilanova, dirinya mampu sejenak melepaskan beban berat di pundaknya dalam 2 bulan terakhir ini. Bagi kita fans Barca, kesembuhan Tito Vilanova mengajarkan bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepakbola itu sendiri. Dalam euforia kebahagiaan atas kembalinya Tito, fans Barca seluruh dunia juga harus tidak lupa untuk berterima kasih kepada Jordi Roura, yang mampu menarik FC Barcelona keluar dari keterpurukan.
Terima Kasih Roura! Dan Selamat datang kembali Tito! Som Un Equip.

Semifinal liga champion musim 2009/2010 mempertemukan Inter Milan kontra Barcelona. Kala itu persiapan Barca terganggu karena fenomena alam. Meletusnya gunung berapi di Islandia membuat rombongan tim Barca harus rela menempuh perjalanan darat alih-alih menggunakan transportasi udara. 20 April 2010, kota Milan menghelat pertandingan leg pertama semifinal liga champion 2009/2010. Berhasil unggul cepat lewat gol Pedro, gawang Valdes harus rela dibalas dengan trigol Sneijder, Maicon dan Milito. Hal ini membuat perjuangan Barca sebagai juara bertahan untuk melaju ke final sangat berat saat harus melakoni duel leg kedua di Camp Nou seminggu berselang.
Saat itulah tagline “La Remuntada” ramai dibicarakan sebagai penyemangat Xavi hernandez dkk agar bisa mengalahkan anak asuh Jose Mourinho saat itu dan berhasil lolos ke Final Liga Champion 2009/2010. “La Remuntada : Ens Hi Deixarem La Pell”, berasal dari bahasa Catalan yang kurang lebih berarti “Comeback: Fight hard till the end” dan secara harfiah berarti “memutar balik keadaan, dan berjuang keras sampai titik darah penghabisan”. (credit untuk tutor bahasa catalan di forum FCBI @sassychicks untuk mengartikan peribahasa catalan tersebut). Dan pada kenyataannya anak asuh Pep Guardiola saat itu harus tersingkir setelah hanya mampu menang 1-0 di Camp Nou melawan sepakbola negatif nan efektif milik Jose Mourinho.
Dengan alasan itulah penulis ingin menggunakan kata-kata tersebut sebagai penyemangat kembali sekaligus untuk menggambarkan keadaan FC Barcelona saat ini. Bisa dibilang leg kedua babak 16besar liga champion 2012/2013 kontra AC Milan (tim sekota Inter Milan) di Camp Nou nanti adalah pembuktian bagi Blaugrana bahwa mereka belumlah “habis” di musim ini. Sempat mengawali musim dengan sempurna dan mencatat rekor start terbaik sepanjang masa di LaLiga dengan mengalahkan rekor rival, nyatanya Barca sudah dipastikan kehilangan satu gelar lagi musim ini. Setelah sebelumnya trophy super copa, maka midweek lalu, Barca sudah harus tersingkir dari kompetisi Copa Del Rey,setelah dengan telak disingkirkan oleh rival melalui pertarungan dua leg.
Ada apa dengan Barca? Pertanyaan tersebut sudah pasti dipertanyakan oleh hampir seluruh cule di seluruh dunia, bahkan mungkin penggemar bola pada umumnya. Padahal kenyataannya Barca masih nyaman duduk di puncak klasemen LaLiga Spanyol, meski sudah kehilangan kesempatan mempertahankan trophy CDR. Apalagi alasan yang tepat untuk mempertanyakan hal itu jika bukan karena hattrick kemenangan Rival di gelaran Clasico musim ini,bahkan dua kemenangan diantaranya dicetak Rival secara beruntun, yakni hanya dalam tempo 3 hari! Rekor Barca melawan Rival di gelaran Clasico musim ini adalah 1W-2D-3L. Banyak alasan yang mendasari kenapa penampilan Barca patut dipertanyakan di musim ini. Salah satunya mungkin pemilihan pemain dalam starting line up Barca.

Sejujurnya, Barca musim ini belum teruji secara layak melawan klub setara, melawan klub-klub besar. Barca bisa dibilang gagal menghadapi 2 tim besar di musim ini. Ya hanya dua, siapa lagi jika bukan Real Madrid dan AC Milan. Barca hanya konsisten di Laliga, dan bermain secara meyakinkan melawan tim kontestan LaLiga yang lain. Ingat, Barca juga pernah kalah melawan Celtic di liga champion. Baik Mou dan Allegri, sudah belajar, ya! belajar dengan sangat baik melawan Xavi Hernandez dkk. Seringnya pertemuan melawan Barca, membuat “study hour’ Madrid dan Milan juga semakin banyak. Musim lalu baik Madrid dan Milan sudah pernah kita kalahkan,intinya kita sudah terlalu sering bertemu kedua klub tersebut. Jadi apa yang harus Barca lakukan untuk melawan AC Milan nanti? jika semua cara lama atau bahkan baru mungkin sudah dicoba dan ternyata gagal saat Barca kontra Rival seminggu terakhir ini.
Saya rasa Allegri sudah membaca permainan Barca dengan sangat sempurna, terlebih setelah dua kekalahan beruntun di gelaran El Clasico. Tim mungkin akan sangat kesulitan untuk mencetak satu gol, sedangkan untuk lolos ke perempat final, Barca butuh 3 gol (tanpa kemasukan) atau bahkan 4 gol! Selama beberapa musim terakhir, Barca “terlampau kejam” saat melawan tim dengan counter attack yang sangat cepat. Kejam dalam arti mereka kadang tidak menyisakan satu pun pemain bertahan di sepertiga lapangan terakhir. 99% dalam setiap kesempatan counter yang cepat, lawan selalu berhasil mencetak gol. Musim lalu contohnya, Milan berhasil mencetak gol di CampNou di percobaan pertama ke gawang Valdes. Pun saat melawan Chelsea, baik Drogba dan Ramires berhasil mencetak gol di percobaan pertama. Jadi jika ingin lolos, Barca setidaknya harus mencetak 4 gol, karena Milan sepertinya akan berhasil mencetak sebiji gol ke gawang Valdes.
Dari segi skema di lapangan, Barca di beberapa pertandingan terakhir jarang sekali melakukan rotasi pemain yang berarti. Apalagi dari penentuan starting line up. Mungkin juga dari musim lalu hingga sekarang, line up Blaugrana selalu “predictable”. Setidaknya ada 2 faktor kenapa permainan Barca harus sampai pada titik seperti ini.


FC Barcelona telah mencapai banyak kesuksesan melalui filosofi bermain mereka dalam beberapa tahun terakhir. Pep Guardiola mempunyai visi dan jasa yang terlampau besar untuk Barca dalam hal meletakkan filosofi dan kesuksesan itu sendiri. Bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa tanpa seorang pelatih pun, tim ini akan baik-baik saja. Dan karena filosofi tersebut juga, tim yang ada saat ini terlihat terlalu berlebihan dalam menjalankan skema permainan. Memainkan seorang gelandang dalam pertahanan dan penyerangan. Atau seorang penyerang bermain sebagai gelandang sekaligus menyerang. Sangat disayangkan dan sia-sia jika dengan generasi pemain yang Barca miliki saat ini, mereka tidak bisa bermain dengan skema dan posisi yang benar-benar tepat. Pemain seperti Xavi, Iniesta, Sergio dan Messi tidak akan selalu muncul di tiap dekade. Dengan yang dimiliki Barca saat ini, seharusnya tim ini masih bisa memenangi 3 atau bahkan 4 trophy tambahan di liga champion. Terdepak dari fase knockout di babak 16besar melawan tim dengan pemain seperti Ambrosini, Zapata, Muntari, Mexes dan beberapa yang lain, sungguh tidak bisa diterima. Tidak dengan tim Barca dengan komposisi pemain seperti saat ini. Tidak seperti ini.

29 Agustus 2012. Malam hari waktu ibukota Spanyol, Madrid. Sebuah perhelatan besar berjudul El-Clasico digelar di Stadion Santiago Bernabeu. Tuan rumah Real Madrid CF menjamu FC Barcelona pada putaran kedua final Piala Super Spanyol 2012. Berbekal kemenangan 3-2 di laga home, Barca digadang-gadang akan mengangkat trofi perdananya bersama dengan pelatih baru, Francesc ‘Tito’ Villanova. Apalagi grafik kedua tim sepanjang awal musim terlihat kontras, Barca menyapu bersih dua laga awal La Liga lewat dua kemenangan, sementara Madrid hanya meraup satu poin dari jumlah laga yang sama. Nyatanya, serangan Madrid lebih berbahaya dari biasanya pada malam itu, dan akhirnya mereka memenangkan laga dengan skor 2-1. Sama-sama mencetak dan kebobolan empat gol, Barca terhitung kalah produktivitas mencetak gol di kandang lawan dan akhirnya menyerahkan trofi yang tahun sebelumnya diraih.
Kini, 26 Februari 2013, Barca dan sang rival abadi akan kembali bertemu dalam laga putaran kedua babak semifinal Copa del Rey 2012/2013. Harusnya laga kali ini lebih mudah andaikan pada putaran pertama Barca benar-benar efektif mensiasati kondisi pincang sang lawan kala itu. Namun kenyataan di atas lapangan berkata lain. Berakhir dengan skor sama kuat 1-1, tidak ada kubu yang benar-benar lebih diunggulkan untuk pertandingan yang digelar malam nanti waktu setempat di Stadion Camp Nou, stadion kebanggaan Barca.
Apa yang terjadi pada putaran pertama harus benar-benar dicermati oleh Barca. Hampir sama dengan laga-laga dengan sistem gugur lainnya dimana Barca kalah agregat, tim lawan selalu menyasar celah psikologis hukum kandang dan tandang yang diterapkan. Sadar bahwa Barca akan terus menyerang tanpa melihat faktor tuan rumah dan skor berjalan yang sudah tercipta, maka sudah menjadi rahasia umum bila tim-tim yang berhadapan dengan Barca berusaha merusak rencana permainan Barca dengan mengandalkan serangan balik saja. Terlebih saat berlaga di Camp Nou, formasi bertahan yang dimainkan lawan semakin menjadi-jadi dibandingkan laga di kandang mereka sendiri. Fakta lain pun perlu dilibatkan, bahwa sangat sulit belakangan ini mencari laga El-Clasico dimana baik Barca maupun Madrid tidak saling mencetak gol. Artinya, perang psikologis di atas lapangan akan banyak didikte oleh tim mana yang lebih awal menyandang status mencetak gol ke gawang lawannya.
Maka, faktor tuan rumah bagi Barca malam ini harus benar-benar dirancang dalam sebuah skema permainan yang tepat. Dibanding melihat diri sendiri terlebih dahulu, ada baiknya untuk laga kali ini, Jordi Roura sebagai arsitek Barca di pinggir lapangan melihat alternatif-alternatif yang dapat muncul dari sisi lawan di sepanjang pertandingan.
Asumsi paling mudah bagi Roura untuk menyusun komposisi pemainnya adalah bahwa Madrid tidak mampu mengembangkan serangan baliknya hingga gagal mencetak gol ke gawang Victor Valdes. Pada analisa yang demikian, Roura lebih bebas untuk menempatkan siapapun diantara pemain yang siap dari sisi fisik dan mental untuk bermain sebagai starting-eleven Barca. Toh kualitas antara mereka yang sering dan jarang tampil tidak berbeda jauh. Bahkan dengan motivasi dan kesegaran yang lebih, pada laga-laga dimana Barca cukup banyak menurunkan pemain yang jarang tampil, hasilnya tetap berbuah tiga poin untuk Barca.
Tapi tunggu dulu, itu adalah asumsi yang paling diinginkan oleh semua Barcelonistas. Apa jadinya bila sebuah gol cepat dari Madrid tercipta di babak pertama? Ataupun sebuah gol berhasil dicetak lebih dulu oleh siapapun dari Si Putih di babak kedua? Inilah asumsi terburuk yang perlu dipikirkan oleh Roura agar Barca tidak terjebak dalam serial thriller hingga usainya pertandingan.
Dalam keadaan yang terakhir disebutkan di atas, Barca pasti akan lebih sulit membongkar pertahanan Madrid. Jelas, siapapun yang sedang unggul pasti memiliki kenyamanan lebih untuk mengatur cara bermainnya. Maka dengan rentang asumsi yang cukup luas dari mulai mencetak gol lebih dulu hingga kebobolan lebih dulu, Barca harus mempersiapkan ragam alur serangan yang bisa dimainkannya agar kerugian secara agregat tidak menghampirinya. Mari kita lihat apa saja potensi tim yang bisa dipakai Barca pada laga nanti.
Yang pertama, dengan kemungkinan Madrid memakai dua gelandang bertahan dan pengawalan keras oleh duet bek tengah Pepe dan Sergio Ramos, maka mengandalkan arus bola hanya dari tengah saja sulit untuk dijadikan pilihan oleh Barca. Masalah muncul di sini. Roura terlihat lebih menyukai peran false 9 dan false 10 dimainkan sekaligus, padahal ini beresiko menyebabkan permainan Lionel Messi dan Cesc Fabregas sebagai pelakon kedua peran tersebut tertumpuk di area yang sama.
Alternatif yang bisa dipakai adalah mengkombinasikan serangan dari tengah dan dari sayap. Khusus dari sayap, Roura bisa berhitung siapa yang diturunkan sejak awal diantara Alexis Sanchez, Cristian Tello, David Villa dan Pedro Rodriguez. Tello dan Rodriguez lebih dikenal dengan penetrasi berbalut kecepatan lari. Sanchez sudah umum bermain dengan porsi ‘berkelahi’ yang lebih banyak di area berbahaya lawan. Sementara Villa adalah tipe penyelesai akhir. Satu hal lagi, diantara mereka berempat, Tello dan Villa lebih fasih bermain di sektor kiri, berbeda dengan Pedro dan Sanchez yang mampu bermain sama baiknya dari sisi kanan dan kiri.
Maka dengan pilihan yang beragam ini, ada baiknya bila memang dimainkan, Tello masuk dari bangku cadangan di saat energi bek kanan Madrid sudah terkuras sehingga adu lari yang jadi andalan Tello bisa dimenangkannya. Nah, dengan grafik pertandingan terakhir melawan Sevilla dimana Villa sukses mencetak gol dan Pedro beristirahat penuh di sepanjang laga, keduanya dapat dijadikan pilihan utama untuk mengapit Messi di sektor depan.

Di sektor tengah, masalah yang diderita tim tamu tidak lagi sebanyak laga putaran pertama. Kembalinya Angel di Maria setelah menjalani hukuman larangan bertanding akan menambah intensitas serangan Madrid dari sisi sayap. Pilihan Jose Mourinho sebagai arsitek Madrid sangat beragam di sektor ini, sama halnya dengan yang dimiliki oleh Barca. Di sini diperlukan kejelian Roura untuk mencari kombinasi lini tengah yang pas untuk Barca.
Satu kata kunci yang perlu ditampilkan oleh Roura pada laga ini adalah kejutan, dan kejutan ini paling tepat dilakukannya untuk sektor tengah Barca. Terkait dengan skema alternatif untuk lini depan yang disampaikan sebelumnya, maka menggusur slot rutin atas nama Fabregas sebagai false 10 dapat dilakukan mengingat keterbatasan geser-menggeser pemain di lini depan bila ia dimainkan. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta diduetkan untuk mengatur lini tengah Barca.
Antisipasi lebih perlu dilakukan Roura terhadap siapa yang akan dimainkannya sebagai gelandang bertahan, mengingat di sisi lawan, Mou sepertinya sedang tertarik bereksperimen dengan satu gelandang serang yang sempat dilupakannya, yakni Kaka. Sudah dalam tiga laga La Liga terakhir, Mou memainkan Kaka sebagai starting-eleven di pos favoritnya, yakni tepat di belakang striker. Maka bukan tak mungkin Mou nantinya akan memainkan empat pemain berkarakter menyerang sekaligus di lini tengah, yakni di Maria dan Cristiano Ronaldo di sisi sayap, dan Ozil serta Kaka berduet dari tengah. Bila ini yang terjadi, maka Barca butuh seorang gelandang bertahan dengan tenaga lebih dan siap untuk berduel fisik lebih sering. Dalam hal ini Alexandre Song lebih memenuhi syarat dibanding kompatriotnya yang sudah reguler di posisi tersebut, Sergio Busquets.
Di lini belakang, tampaknya tidak akan ada perubahan komposisi pemain dari yang sudah reguler dipasang oleh Roura. Dengan bermainnya Angel di Maria, hampir dapat dipastikan bahwa kuartet Dani Alves – Gerard Pique – Carles Puyol – Jordi Alba akan berusaha mengunci pergerakan ujung tombak Gonzalo Higuain dari pihak Madrid. Namun ada skema Mou terkait bermainnya di Maria yang perlu dipelajari Roura untuk lini belakang Barca. Sejauh menguntungkan timnya, Mou memiliki kebiasaan memainkan duet senegara. Sudah dalam beberapa El-Clasico terakhir, bila di Maria bermain dari awal, maka kompatriotnya di tim nasional Argentina, Higuain juga akan mengisi starting-line-up Madrid. Demikian pula bila Higuain masuk lapangan sebagai pemain pengganti bagi Karim Benzema, hanya dalam hitungan menit di Maria pun dimasukkan oleh Mou. Mungkin komunikasi yang lebih intens dan rahasia lewat bahasa yang sama diantara keduanya yang sedang dieksploitasi oleh Mou. Bila demikian yang terjadi, ada baiknya Roura mengalihkan posisi Puyol bagi Javier Mascherano yang juga berkostum tim nasional yang sama dengan di Maria dan Higuain. Seterusnya dalam alternatif ini, Puyol digeser ke posisi Alves, yang sudah bermain penuh setidaknya dalam tiga pertandingan terakhir, sebagai bek kanan.
Di luar soal komposisi pemain, pelajaran penting dari AC Milan tengah pekan kemarin harus mampu pula diserap oleh Barca. Kemungkinan besar Mou akan belajar dari Milan soal bagaimana bersabar menutup semua lini pertahanan kala diserang Barca sambil menitipkan pemain-pemain berlari kencang di sektor sayap yang ditinggalkan pemain Barca yang asyik menyerang. Bermain tempo memancing Madrid lebih keluar bisa menjadi kunci penting Barca, sama halnya dengan mengubah alur serangan secara cepat dari tengah ke sektor sayap.
Semua bisa terjadi di lapangan. Semoga Barca memenangkan laga ini dan lolos ke babak final.
COPA DEL REY SF 2nd Leg
FC BARCELONA – REAL MADRID
Venue : Camp Nou
Stasiun TV : Trans TV
Perkiraan formasi:
FC Barcelona (4-3-3): Valdes; Puyol, Pique, Mascherano, Alba; Song, Xavi, Iniesta; Pedro, Messi, Villa
Real Madrid CF (4-3-2-1): Lopez; Arbeloa, Pepe, Ramos, Coentrao; Essien, Khedira, Ozil; Ronaldo, di Maria; Higuain.
Visca Barca!