
Rabu 3 Maret 2013 leg pertama babak perempatfinal di Parc des Prince,Laga antara Paris Saint Germain dengan Barcelona di leg pertama babak delapan besar Liga Champions tak menghasilkan pemenang. Berlabel perang bintang dan Bermain di depan publik sendiri memberikan suntikan semangat bagi Les Rouge-et-Bleu. Terbukti di awal pertandingan anak asuh Carlo Ancelotti tersebut beberapa kali mengancam gawang Victor Valdes. Dua gol yang tercipta di menit akhir laga membuat kedua tim berimbang 2-2.
Barcelona lebih dulu membuka keunggulan melalui Lionel Messi di menit 38. Namun Zlatan Ibrahimovic kemudian menyamakan kedudukan lewat rebound-nya di menit 79.
Xavi Hernandes sepertinya akan menjadi pahlawan Barca saat dia dengan sempurna mengeksekusi penalti di menit 89. Namun di periode injury time tuan rumah mampu mencetak gol penyama melalui tendangan Blaise Matuidi.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim untuk lolos ke fase berikutnya masih terbuka lebar. Namun Barca dianggap lebih diuntungkan karena pertandingan kedua itu akan digelar di kandang sendiri, stadion Camp Nou, pekan depan.
Hasil imbang setelah sempat unggul hingga injury time bukan satu-satunya kabar buruk buat skuat besutan Tito Vilanova. Mereka kini juga menanti kabar dari Lionel Messi yang mengalami cedera hamstring dan ditarik keluar di jeda babak pertama. Barca Juga Kehilangan Mascherano akan istirahat slm 6 minggu
.
Jalannya Pertandingan
Pada menit ke 4 PSG mendapatkan peluang matang membuka keunggulan. Dapat bola di kotak penalti, Ezequiel Lavezzi berhasil memperdaya Gerard Pique yang melakukan tekel sambil menjatuhakn diri. Bola yang disepak pemain Argentina itu gagal dijangkau Victor Valdes namun gagal masuk gawang karena mental terkena tiang.
Pada menit ke 9 Andres Iniesta nyaris menjebol gawang tuan rumah. Namun dia kurang cepat saat menyambar umpan David Villa, dan bola keburu disergap oleh kiper Salvatore Sirigu.
Pada menit ke 15 PSG kembali mengancam melalui Pastore disaat tendangan jarak jauhnya ditepis Valdes sambil menjatuhkan diri. Semenit berselang gantian Iniesta membuat jantung fans tuan rumah bergedup kencang saat dia berupaya mengarahkan bola ke tiang jauh namun arahnya terlalu melebar.
Pada menit ke 19 pelanggaran Pique terhadap Zlatan Ibrahimovic di muka kotak penalti, PSG punya kesempatan besar membuka keunggulan. Maju sendiri sebagai eksekutor tendangan bebas, bola sepakan Ibra dengan sigap dihalau Valdes.
Pada menit 25 serangan balik tuan rumah yang dibangun Lucas Moura juga gagal berujung gol. Meski berhasil melewati beberapa pemain Barca, Ibra yang dapat sodoran bola terakhir sepakannya masih melebar di sisi kiri gawang Valdes.
Pada menit ke 38 Messi gol..! Barcelona akhirnya membuka keunggulan. Gol tersebut berawal dari kejelian Alves yang melihat pergerakan Messi menusuk masuk ke dalam kotak penalti dari sisi kiri. Umpan yang dilepas Alves dari tengah lapangan jatuh ke kaki Messi. Dengan satu sentuhan kaki kiri, sepakan pemain terbaik dunia itu menjebol gawang tuan rumah. Barcelona unggul 1-0.
Pada babak berdua Barcelona melakukan pergantian di babak kedua dengan menarik Messi dan menggantinya dengan Cecs Fabregas. Messi dikabarkan mengalami cedera hamstring di kaki kanannya.
Pada menit ke 67 Alexis Sanchez dapat umpan terukur dari Alves di muka gawang. Namun pemain depan asal Chile itu gagal menguasai bola dengan sempurna dan keburu dikepung pemain bertahan PSG. Tak lama berselang Alexis kembali punya kesempatan, kali ini sepakan first time-nya dari dalam kotak penalti masih mudah ditangkap Siriglu.
Pada menit 79 PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui Ibra. Gol tersebut bermula dari skenario tendangan bebas di mana bola berhasil ditanduk Thiago Silva dan membentur tiang gawang. Ibra dengan cepat menyongsong si kulit bundar dan melesakkannya ke dalam gawang, meski dalam tayangan ulang dia terlihat berada dalam posisi offside.
Pada menit ke 89 Xavi Hernandez mematahkan kegembiraan pendukung PSG tak bertahan lama karena wasit memberi Barcelona penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan Siriglu pada Alexis. Maju sebagai eksekutor, tendangan Xavi membuat Barca unggul 2-1.
Pada menit ke 93 PSG berhasil menyamakan kedudukan. Tendangan keras Blaise Matuidi yang sedikit berbelok arah gagal dijangkau Valdes. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-2.
Susunan Pemain
PSG: Sirigu, Silva, Alex, Maxwell, Jallet, Matuidi, Pastore (’76 Kevin Gameiro), Lucas, Beckham (’70 Marco Verratti), Lavezzi (’66 Jeremy Menez), Ibrahimovic
Barcelona: Valdes, Alves, Pique, Mascherano (’84 Marc Bartra), Alba, Iniesta, Xavi, Busquets, Villa (’81 Cristian Tello), Sanchez, Messi (’46 Cesc Fabregas
![]()
Messi masuk ke dalam daftar pemain yang dibawa untuk pertandingan lanjutan La Liga jornada 15 Senin (10/12) dinihari WIB ke markas Real Betis.
Pemain nomor punggung 10 itu melakukan latihan pada Sabtu pagi tadi bersama rekan-rekannya dan Tito Vilanova telah memutuskan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Sevilla.
Messi masih berusaha untuk melewati rekor gol Muller walaupun itu bukan tujuannya. Ia membutuhkan 2 gol lagi untuk melangkah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang massa (setahun kalender).
Penyerang asal Argentina tersebut sudah mulai pulih dari cedera pada lutut kirinya yang menyebabkan dia harus meninggalkan lapangan pada hari Rabu (melawan Benfica) lewat tandu, setelah tabrakan dengan kiper Artur.
Messi menyelesaikan sesi latihan Sabtu pagi tadi bersama tim. Selain Messi, ada tambahan kabar baik pada sesi latihan hari ini di Ciutat Esportiva. Marc Bartra, Alexis Sánchez dan Dani Alves telah menerima izin dari tim medis mereka. Abidal masih terus latihan sendiri, terpisah dari rekannya.
Marc Bartra telah pulih dari cedera paha di kaki kanannya, sedangkan Alexis Sánchez telah mengatasi kaki kanannya yang terkilir saat laga internasional bersama Chile, dan Dani Alves telah pulih dari hamstring kaki kanannya.
Pelatih Tito Vilanova telah memutuskan untuk memasukkan Alves dan Alexis pada daftar pemain yang dibawanya untuk pertandingan hari Minggu besok (waktu setempat). Bartra akan tetap beristirahat bersama dengan Montoya dan Dos Santos.
Tim utama akan melakukan perjalanan ke Sevilla (markas Real Betis) pada hari Minggu pagi, pertandingan itu sendiri akan kick off pada pukul 03.00 WIB (Senin dinihari).
Berikut ini 19 pemain yang dibawa Tito untuk laga melawan Betis: Valdés, Pinto, Alves, Piqué, Cesc, Puyol, Xavi, Villa, Iniesta, Alexis, Messi, Thiago, Mascherano, Busquets, Pedro, Alba, Adriano, Song, dan Tello.
La Liga 2012-13 Jornada 15
FC Barcelona – Real Betis
Venue : Benito Villamarín (55,500)
Wasit : Velasco Carballo
Prakiraan Line Up :
Valdes, Alves-Pique-Puyol-Alba, Xavi-Busquets-Cesc, Tello-Messi-Villa
Tim Utama Barca kembali berlatih usai laga melawan Spartack Moscow, Rabu (21/11) dinihari WIB tadi. Para pemain dari tim inti berlatih bersama dengan pemain dari Barca B dan termasuk yang masih dalam tahap pemulihan.
Setelah terbang untuk pulang dari Rusia pagi tadi (waktu setempat), tim utama latihan pada siang harinya. Thiago dan Adriano juga ikut bergabung dalam latihan ini meski masih membawa cedera.
Thiago sedang dalam masa pemulihan setelah ligamen di lutut kanannya robek pada 29 September yang lalu saat melawan Sevilla, sementara Adriano mengalami cedera paha kanan saat melawan Celta Vigo pada 3 November kemarin.
Pada latihan ini pemain yang siap tampil melawan Spartak Moscow di Matchday 5 Liga Champions hanya melakukan latihan ringan. Messi dkk melakukan latihan bergabung dengan para pemain dari Barca B.

Celtic Park benar-benar menepati janjinya untuk menjadi pemain ke-13 pada matchday ke-4 grup G liga champion dinihari tadi. Atmosfir yang luar biasa sejak para pemain memasuki lapangan hingga ditiupnya peluit oleh wasit Bjorn Kuipers, dengan hasil Barca harus mengakui keunggulan tuan rumah. Rekor tidak pernah kalah Barcelona di musim ini(Laliga dan UCL) harus terhenti di Celtic Park. Dua gol Wanyama dan pemain belia Tony Watt, hanya mampu dibalas oleh gol Lionel Messi di menit akhir pertandingan. Dengan hasil ini FC Barcelona memang masih di peringkat pertama grup G dengan poin 9, berturut-turut Celtic(7), Benfica(4) dan Spartak Moskva(3). Laga tandang ke negeri beruang merah dua pekan depan, menjadi laga wajib menang bagi anak asuh Tito Vilanova, jika ingin mengamankan peluang lolos ke fase selanjutnya.

Babak pertama
Di 45 menit pertama, permainan Barca secara efektif berhasi dinetralisir oleh anak asuh Neil Lennon. Wanyama berhasil “melambatkan” Andres Iniesta di tiap kesempatan sepanjang babak pertama ini. Bahkan seorang Wanyama pada kenyataannya berhasil “menyumbat” ritme tiga gelandang Barca di match kali ini dengan sangat baik. Bahkan seorang Messi berhasil tiga kali dihentikannya. Saat menguasai bola, ketenangan dan kecepatan yang dimiliki nya sangat efektif membuat ritme permainan celtic menjadi lebih dinamis. Wanyama adalah versi yang lebih baik, dan lebih cepat dari Alex Song. Dua keputusan wasit di babak pertama ini seharusnya bisa memberikan dua kartu kuning untuk pemain Celtic, tetapi pada kenyataannya hanya sekali melakukan pelanggaran, Song malah langsung mendapatkan kartu kuning pertama di laga ini.
Menguasai bola tetapi tidak menciptakan banyak kesempatan, mengenai mistar sudah menunjukkan bahwa keberuntungan memang sedang tidak berpihak kepada Xavi Hernandez dkk. Pedro yang tidak terlihat melakukan duel satu lawan satu, bahkan Iniesta juga tidak melakukannya. Bukan rahasia bahwa di setiap liga champion, tim selalu mengandalkan Messi, dan tiap kali pemain depan mendapatkan bola, alih-alih mencoba melewati lawan atau melakukan tembakan, selalu memberikan bola kepada Messi. Dengan keunggulan postur tubuh diatas rata-rata pemain Barca, gol pertama untuk Celtic memang tidak bisa dihindari, positioning yang tepat dari para pemain Celtic saat mendapatkan tendangan sudut, memberikan mereka hasil positif melalui gol Wanyama tersebut.

Babak Kedua
Kendali permainan masih dimiliki oleh Barca , tetapi keefektifan menjadi milik Celtic. Gol tambahan di babak kedua lewat pemain belia Tony Watt adalah bukti, betapa sangat efektif nya serangan balik pemain Celtic. Xavi yang seharusnya bisa membuang bola, malah membuatnya salah arah, dan Mascherano yang sudah terlanjur ke depan , tidak mampu menutup celah yang dimanfaatkan oleh Watt. Forster menjadi pemain yang membuat pemain Barca frustrasi, beberapa kesempatan yang diciptakan pun harus rela dimentahkan oleh aksi kiper berusia 24tahun ini. Terlalu mengandalkan Messi juga berlaku di babak kedua ini, setiap saat pemain mendapatkan bola di kotak penalti lawan, selalu mencari dimana posisi Messi berada, alih-alih melakukan percobaan sendiri, duel satu lawan satu atau melihat pemain lain dengan posisi yang lebih baik. Messi memang berhasil menciptakan gol di pertandingan kali ini, gol yang sedikit terlambat, karena Celtic sudah berada dalam euforia kemenangan.

Review
FC Barcelona harus rela menelan kekalahan lagi dalam laga tandang mereka di liga champion. Terakhir kali kalah saat laga tandang adalah saat semifinal musim lalu di stamford bridge. Pertandingan “dejavu” seperti melawan Chelsea di semifinal musim lalu, menguasai pertandingan, tetapi tidak menciptakan banyak kesempatan, dan jika tidak menciptakan kesempatan, maka gol pun tidak akan didapat. Wanyama dan Forster menjadi bintang di laga kali ini. Sementara untuk Barca, kehilangan Sergio di dua pertandingan melawan Celtic rupanya memang berdampak besar. Alex Song yang menjadi pengganti Busi sebagai ball winning midfield, secara keseluruhan dinilai gagal. Saat tim kehilangan bola, Song selalu bermain langsung terlalu ke dalam, membantu CB, dan memposisikan dirinya sebagai CB. Padahal sebagai BWM, Song seharusnya memotong serangan lawan dengan cepat, dan berusaha merebut bola dengan segera, dan hal itu harus dilakukan di lapangan tengah, bukan terlalu ke dalam di daerah pertahanan.
Secara keseluruhan semua pemain Barca kali ini bermain tidak terlalu buruk , pun tidak bagus. Kekalahan yang bukan akhir dari segalanya, karena Tito memiliki dua pertandingan sisa yang tidak terlalu berat, dibandingkan Celtic yang harus melalui laga berat di dua laga tersisa. Rekor lain telah patah di musim ini, tetapi rekor lain di Laliga akan kembali dilanjutkan akhir pekan ini. Perjuangan belum berakhir, dengan posisi sebagai pemuncak klasemen di Liga Domestik dan Liga Champion, membuktikan bahwa tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan.
UEFA Liga Champion Matchday 4 Grup G
Celtic 2 – 1 FC Barcelona
Venue : Celtic Park -GLasgow
Gol : Wanyama(21′), Watt(83′) – Messi(90′)
Statistik Pertandingan
Shots : 5(3) – 25(8)
Corner : 2 – 7
Ball Possesion : 16% – 84%
LIne up
Celtic : Forster, Matthew, Wilson, Ambrose, Lustig (Watt), Mulgrew, Ledley, Wanyama, Commons, Miku, Samaras(Kayal)
FC Barcelona : Valdes, Alves, Bartra(Pique), Mascherano, Alba, Xavi, Song(Cesc), Iniesta, Pedro, Messi, Alexis(Villa)

LaLiga pekan ke-10 menjadi ajang FC Barcelona dalam memecahkan rekor (lagi) di musim ini. Menjamu Celta Vigo, Barca menang tiga gol berbanding satu. Adriano, Villa dan Alba menjadi pencetak gol dalam pertandingan tersebut. Dengan kemenangan tersebut, Barca melakukan start di liga tersukses sepanjang sejarah klub (Menang 9kali, seri 1kali dan agregat selisih gol 20), dan hanya butuh 4 kemenangan lagi untuk menjadi satu-satu nya tim yang memiliki start tersukses awal musim di LaLiga.
Tito Vilanova meneruskan tradisi “experiment taktik” sejak era Pep Guardiola, dan untuk pertama kali nya di musim ini, Tito memulai pertandingan dengan formasi 3-4-3. Mascherano sebagai CB yang didukung oleh Adriano dan Alba di sisi lapangan. Yang berarti pertandingan akan terbuka meskipun lawan akan bermain bertahan. Dan masalah untuk pertahanan tinggal menunggu waktu, terbukti lewat sebiji gol yang mampu mengakhiri tren clean sheet Barca dalam dua pertandingan beruntun. Adriano dan Alba sebagai bek sayap, bermain terlalu ke depan saat menyerang, dan ditambah Masche yang selalu bermain agak ke depan untuk membantu Sergio, terbukti selama 90 menit, Celta Vigo mampu melakukan beberapa serangan balik yang berbahaya, meskipun kurang dalam penyelesaian akhir.

Gol penyama kedudukan dari Celta Vigo adalah bukti serangan balik sederhana, dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan antara Masche dan Alba. Tito menginstruksikan Sergio yang akhirnya menemani Masche di lini pertahanan setelah gol tersebut. Secara keseluruhan, semua pemain Barca kali ini bermain baik. Messi bermain agak di bawah form kali ini, meskipun hal tersebut masih bisa diterima, karena sesekali pemain memang bisa bermain buruk. Keinginannya untuk mencetak gol demi sang buah hati, hampir saja berbuah cedera bagi Messi di akhir babak kedua. Dan pemeriksaan medis mengatakan bahwa Messi hanya mengalami memar. Lain lagi hal nya dengan Adriano, yang hanya bermain selama 40menit, dan harus digantikan oleh Alves, positif bahwa Adriano mengalami cedera robek otot betis, dan diharuskan absen selama 3pekan. Kehilangan lagi-lagi di musim ini untuk sektor lini pertahanan Tito Vilanova.

David Villa benar-benar luar biasa setiap pertandingan, fokus selama pertandingan dan penempatan posisi yang baik saat bola dimainkan, serta “koneksi” nya di sisi kiri antara dirinya, Iniesta dan Alba.Villa terlihat sudah mulai kembali ke form terbaik nya di musim ini. Gol yang dicetak nya terbukti permainan open play yang dibangun secara brilliant. Andres Iniesta membuat dirinya menjadi “tidak mungkin tidak akan dimainkan” di setiap pertandingan, karena performanya yang semakin hari semakin luar biasa. Bek muda Marc Bartra bermain baik selama 45 menit, sangat tenang, positioning yang baik, dan mampu mengcover bek sayap saat mendapatkan serangan balik. Seharus nya Tito sudah mengerti bahwa Bartra adalah solusi atas masalah di lini pertahanannya untuk beberapa pertandingan ke depan. Secara keseluruhan penampilan yang baik, meskipun tidak terlalu baik, dan akhir untuk meraih 3 poin pun tercapai. Dengan kekalahan Atletico Madrid saat tandang ke Valencia, Barcelona kini semakin kokoh sebagai pemuncak klasemen Laliga dengan selisih 3poin atas anak asuh Diego Simeone. Dan tetap menjaga jarak 8poin atas rival.
FC Barcelona 3 – 1 Celta de Vigo
Laliga Jornada-10
Gol : Adriano(’21), Villa(’26), Alba(’61) – Mario Bermejo (’34)
Venue : Camp Nou
Statistik Pertandingan
Shots : 13 (6) – 11(4)
Corners : 4 – 5
Ball Possesion : 70% – 30%
Line Up :
FC Barcelona (3-4-3) : Valdes, Adriano (Alves) -Mascherano-Alba, Iniesta-Xavi-Sergio-Cesc (Bartra)- Villa (Alexis)-Messi-Pedro
Celta de Vigo (4-4-1-1) : Varas, Mallo-Vila-Tunez-Lago, Fernandez (Toni)-Oubina-Lopez (Park Chu Young)-Krohn dehli, Bermejo (de Lucas), Aspas