MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Next Match - Liga: Espanyol vs FC Barcelona. Senin, 27 Mei 2013, pukul 01:00 WIB.        Last Match - Liga: FC Barcelona 2-1 Real Valladolid. Gol oleh Pedro 21', Valiente (OG) 42'.        Barcelona menjuarai La Liga dengan menyisakan 3 pertandingan lagi.        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Terima Kasih Roura, Selamat Datang Kembali Tito
initialsatsat - Kamis, 28 Maret 2013 - 12:10



Setelah sempat selama kurang lebih 2 bulan lamanya di New York, akhirnya Tito Vilanova kembali ke Barcelona selasa waktu setempat. Pemain, penggemar, klub dan bahkan insan dalam dunia sepakbola merasa bahagia atas kembalinya Tito. Tetapi kita sebagai penggemar Barca ada baiknya melihat kembali 2 bulan terakhir ini, siapakah sosok yang patut kita apresiasi selama Tito absen. Jordi Roura, ya siapa lagi kalau bukan asisten pelatih sekaligus caretaker Blaugrana dalam 2 bulan terakhir. Mari kita lihat kembali pro dan kontra atas kehadiran Roura dalam 2 bulan terakhir bersama tim. Karena dengan kembalinya Tito, apakah akhir pekan nanti sudah bisa mendampingi tim atau belum, pastinya “era” Jourdi Roura memimpin tim sepertinya akan segera berakhir.

Jordi Roura memang masih memiliki sedikit pengalaman dalam hal melatih sebuah tim. Dirinya “terpaksa” mengambil alih posisi Tito Vilanova sebagai pelatih tim utama tanpa persiapan sama sekali. Roura akhirnya diperkenalkan oleh “tekanan” luar biasa sebagai pelatih tim utama (apalagi ini tim Barcelona), dan harus bertanggung jawab penuh dengan tim. Oleh karena itu, kritik yang dialamatkan padanya dalam 2 bulan terakhir terasa tidak adil.

Saat menjadi caretaker Barca, Roura jelas terlihat belum siap menjadi pengganti Tito Vilanova. Saat tim membutuhkan suatu perubahan dalam suatu pertandingan, Roura kurang keberanian untuk melakukan perubahan dan pergantian yang diperlukan. Pergantian pemain yang dilakukannya terkadang juga tidak membawa kebaikan untuk tim, dan instruksinya dari pinggir lapangan juga patut dipertanyakan. Tetapi kita harus ingat, bahwa meski tidak ada Tito bersamanya, keputusan yang diambil Roura merupakan keputusan bersama Tito. Keduanya sering melakukan percakapan melalui aplikasi percakapan “Whatsapp”, pun pelatih kebugaran Barca sering terlihat melakukan percakapan dengan Tito melalui  telpon selularnya  saat pertandingan berlangsung.

Dalam perjalanannya, bulan februari memang selalu bukan bulan yang baik untuk Barca di tiap musimnya. Hasil kekalahan di partai Clasico dan laga penting melawan Milan langsung berimbas negatif untuk Roura. Saat Barca mengalami kekalahan (kehilangan trophy), Roura jadi target mudah atas hasil tersebut, dimana sebenarnya dirinya adalah seorang caretaker yang mencoba melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam tekanan yang luar biasa besar. Kecewa? pasti, tetapi bukan hanya dirinya yang kecewa, pemain juga kecewa, dan tanggung jawab tren negatif tersebut juga harus ditanggung bersama-sama. Faktor absennya Tito juga mempengaruhi moral pemain, klub, fans bahkan Roura sendiri.

Laga melawan AC Milan di leg kedua adalah titik balik bagi dirinya, baik sebagai caretaker ataupun sebagai pemain. Menjadi caretaker yang tidak pernah dibayangkannya mungkin tidak akan pernah dilupakan Roura, karena mimpi buruknya sebagai pemain saat melawan Milan, sudah lunas terbayar.  Menurut saya Jordi Roura sudah melakukan tugas yang cukup bagus selama 2 bulan terakhir ini. Klub bisa dibilang beruntung, tidak perlu bersusah payah mengeluarkan uang untuk menyewa pelatih baru. Beruntung mempunyai sosok Jordi Roura yang sudah mengenal Tito dan beberapa pemain Barca sendiri dengan sangat baik. Dan yang paling penting, bisa membuat Tito Vilanova fokus untuk menjalani pengobatan tanpa khawatir apa yang akan terjadi dengan anak didiknya.

Pada akhirnya Roura mungkin bisa sedikit lega dengan kembalinya Tito Vilanova, dirinya mampu sejenak melepaskan beban berat di pundaknya dalam 2 bulan terakhir ini.  Bagi kita fans Barca, kesembuhan Tito Vilanova mengajarkan bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepakbola itu sendiri. Dalam euforia kebahagiaan atas kembalinya Tito, fans Barca seluruh dunia juga harus tidak lupa untuk berterima kasih kepada Jordi Roura, yang mampu menarik FC Barcelona keluar dari keterpurukan.

Terima Kasih Roura! Dan Selamat datang kembali Tito! Som Un Equip.

Selamat Datang (kembali), Tito
Hafis - Selasa, 26 Maret 2013 - 17:24

tito vilanova

Tito Vilanova is Back!

Pelatih FC Barcelona, Tito Vilanova kembali ke Barcelona setelah melakukan masa pemulihannya di New York sekitar 2 bulan. Tito terbang menuju Negeri Paman Sam pada 21 Januari silam untuk pemulihan pasca operasi kanker kelenjar paratoid.

Selama tidak berada di ‘rumah’, tongkat estafet kepelatihan dipegang oleh Jordi Roura selaku asisten pelatih. Tepat tadi, Selasa 26 Maret 2013 pagi waktu setempat, Sang Arsitek kembali ke Kota Catalan, Barcelona. Semoga Tito lekas pulih sepenuhnya dan bisa berdiri kembali di sisi lapangan pertandingan Barca.

Welcome home, Tito Vilanova!

Barca Kalah Dan Rekor Terhenti, Bukan Akhir Dari Segalanya
initialsatsat - Minggu, 20 Januari 2013 - 12:11

Tito Vilanova akhirnya menelan kekalahan perdana di ajang Laliga. Start “second half” liga gagal dilalui dengan baik oleh Xavi Hernandez dkk. Barca takluk di Estadio Municipal kandang Real Sociedad. Tuan rumah berhasil comeback sempurna setelah sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Lionel Messi dan Pedro. Brace dari Castro dan gol di menit injury time babak kedua oleh Agirretxe membuat Blaugrana harus meninggalkan stadion tanpa poin. Dengan hasil di jornada 20 ini, Barca masih tetap memimpin puncak klasemen Laliga dengan poin 55. Jika Atletico yang baru bertanding hari ini berhasil menang ataupun seri, maka jarak keduanya akan terpangkas.

Tito menurunkan formasi pemain dengan rata-rata kondisi bugar di pertandingan kali ini. Beberapa pemain yang tidak ikut bermain di midweek saat Copa Del Rei menjadi starter. Iniesta kembali bermain di depan menemani Messi dan Pedro. Xavi, Sergio dan Cesc menjadi trio gelandang baru yang beberapa match terakhir mulai dipakemkan Tito. Meski sempat unggul cepat lewat Messi dan Pedro, keyakinan untuk memperpanjang rekor dan terus menang sepertinya akan sulit diraih di pertandingan kali ini. Tuan rumah bermain terlalu baik bagi tim tamu, dan sekarang Tito tahu mengapa rival juga bisa kalah oleh mereka. Barca bermain kurang baik sepanjang pertandingan, pun para pemain.

Kartu merah yang diterima oleh Pique memang layak. Kartu kuning pertama yang tidak perlu, dan kartu kuning kedua karena tekel nya yang terlambat. Duet Alves-Alba juga bermain buruk di match kali ini. Selain crossing yang cantik untuk gol Pedro, sepanjang pertandingan Alves lebih terlihat sering melakukan “foul” daripada merebut bola dari pemain lawan. Gol pertama lawan juga karena tipikal gaya bertahan Dani, terlalu banyak memberi waktu kepada lawan untuk bisa mengoper bola, terlalu lama dalam hal menekan pemain lawan di daerah pertahanan. Kemampuan Alba bertahan memang tidak sebagus Alves, selalu terlihat panik saat mendapatkan tekanan, dan kurang percaya diri saat menggunakan kaki kanannya.

Iniesta, Sergio dan Cesc juga bermain rata-rata. Meski beberapa umpan cantik tetap dilakukan ketiganya, saat Barca kehilangan Pique, trio gelandang ini terlalu bermain bertahan. Tidak merebut bola secara cepat di lapangan tengah. Dan sederhananya, tim tidak bisa melakukan penguasaan bola secara lebih lama. Senang bisa melihat Pedro mencetak gol lagi, dan memperlihatkan bahwa penyerang Barca selain Messi bisa ikut membantu menyarangkan si kulit bundar. Iniesta dengan dribble dan pergerakannya yang mengagumkan, mesti dirinya sedikit beruntung, yang seharusnya juga bisa diusir keluar lapangan karena tekel telat nya. Messi membuat satu kesempatan bagus di awal pertandingan saat duel satu lawan satu. Overall dirinya tidak cukup mendapat suplai bola saat tim bermain dengan 10 orang, dan sibuk bertahan sehingga kehilangan penguasaan bola. Keputusan yang patut dipertanyakan kepada Tito, yakni tidak melakukan pergantian pemain yang cukup efektif saat tim kekurangan pemain. Padahal Tito masih mempunyai dua kali kesempatan setelah Mascherano masuk.

Barca akhirnya mengalami kekalahan perdana di liga musim ini, pun rekor start sempurna yang akhirnya terhenti di pekan ke-20 ini. Jika melihat pencapaian musim lalu, Barca juga ditahan imbang di pekan ke-3(pertandingan kedua musim itu) oleh Real Sociedad dengan skor 2-2. Dan statistik di musim lalu, 20 pekan berlangsung Blaugrana mencatat 14 kali kemenangan, 5kali seri dan sekali kalah. Kita tidak bisa meminta start yang lebih baik dari yang ada sekarang. Kalah dan menang dalam pertandingan itu biasa. Performa tim menurun? Bermain seri di CDR saat melawan Malaga, dan akhirnya kalah oleh Real Sociedad di liga. Selisih poin di liga yang masih aman, dan sebagian besar pemain dalam kondisi yang baik. Meningkatkan performa di awal tahun lebih mudah daripada harus memilihnya saat intensitas jadwal pertandingan lebih ketat daripada sekarang. Barca harus bangkit? Tim sedang tidak dalam kondisi terpuruk, hanya kekalahan biasa yang menghampiri. Musim masih panjang, belum ditentukan dan semua masih bisa terjadi. Tetap bertanding dengan semangat dan intensitas seperti biasanya, kemenangan pun akan kembali diraih. Visca Barca!!

Laliga Jornada 20

Real Sociedad 3 – 2 FC Barcelona

Gol : Gonzalo Castro (’41, ’62), Imanol Agirretxe (’90) – Lionel Messi (’7), Pedro (’25)

Line Up :

FC Barcelona (4-3-3) : Valdes, Alves, Pique, Puyol, Alba, Xavi, Sergio, Cesc (Mascherano), Iniesta, Messi, Pedro (Adriano)

2012 dan 2013 Bisa Jadi Tahun Milik Barca
initialsatsat - Sabtu, 5 Januari 2013 - 12:13

Hola cules seluruh nusantara, apa kabar kalian semua? Terutama Cules sekalian yang tergabung di keluarga besar FCBI. Dua minggu tanpa melihat Barca bermain pasti ada yang kurang dari hidup bukan? Jeda libur natal dan tahun baru sudah berakhir, tim juga sudah mulai berlatih, dan laga pertama di tahun 2013 akan dimulai saat derbi Catalunya dihelat senin dinihari nanti.

Sebagai sebuah tahun, dan bukan semusim, tahun 2012 adalah tahun yang sangat campur aduk buat FC Barcelona. Pergantian pelatih adalah yang paling mencolok di tahun 2012 bagi Barca dan seluruh supporter nya. Kekalahan yang sangat terasa pahit oleh Chelsea di liga champion. Kekalahan yang seharusnya bisa dihindari, tetapi apa boleh buat, kita tidak bisa memenangi liga champion setiap tahun. Dan jelas-jelas tahun lalu, liga champion adalah tahun nya Chelsea dengan segala keberuntungannya. Semakin terasa pahit saat hanya berselang 2hari kalah juga oleh rival di ajang liga. Dua trophy besar hanya dalam hitungan hari hilang dari tangan Blaugrana. Patah hatinya klub, pemain dan penggemar saat Guardiola memutuskan pergi. Semua diobati dengan pekerjaan bagus yang telah dilakukan oleh Tito enam bulan terakhir.

Tim ini telah menunjukkan layaknya binatang buas, tidak punya pusar seperti kuda. Selalu lapar, tidak kenal lelah, haus akan trophy dan kemenangan. Tetapi tahun 2013 ini bukanlah terserah kita, karena banyak tim lain yang juga menginginkan gelar. Memulai tahun 2013 senin dinihari nanti, banyak hal positif yang mendukung perjuangan Barca di tahun ini. Tim berhasil selamat melewati cedera bertubi-tubi yang dialami oleh para pemain bertahan. Tim tetap belum terkalahkan di liga. Luar biasanya tim di liga champion,hanya Celtic yang menodai buruknya permainan tim. Perpanjangan kontrak beberapa pemain penting. Dan terakhir yang tak kalah penting adalah kembali nya Tito Vilanova setelah operasi tumor.

Untuk sisi positif dari para pemain, Cesc yang telah kembali dari cedera semakin menambah kekuatan tim. Karena faktanya,enam bulan terakhir Cesc telah menemukan kegunaan dirinya secara positif di dalam skema tim. Messi dan Messi, mulailah menghitung, gol Messi di tahun 2013 ini, karena rekor pasti akan coba dipecahkannya lagi. Xavi, Iniesta, Sergio, Pique, Puyol,Pedro, Villa dan kemungkinan kembalinya Abidal, membuat kondisi tim semakin dan semakin baik saja. Belum lagi kesempatan yang akan datang untuk para Cantera kita, semacam Bartra, Muniesa, Deulofeu, Rafinha atau bahkan Jean Marie Dongou.

Sisi positif telah menjalar ke seluruh klub, terutama di skema tim. Mungkin hanya satu kekurangannya, produktifitas penyerang-penyerang kita. Ya benar, selain Messi tentunya. UCL sepertinya akan tidak terlalu sulit untuk kita memenanginya, tetapi UCL tetaplah UCL. Liga mungkin hanya tinggal menunggu waktu. Copa?? bisa, kita bisa memenanginya. Jadi bukan tidak mungkin treble bisa Tito persembahkan untuk klub kebanggaan pecinta olahraga sepakbola di seluruh dunia ini.

2012 bisa dibilang tahun nya Barca, dengan segala hasil kurang memuaskan di awal, tapi kita menutup tahun tersebut dengan sangat luar biasa. Tahun 2013? Konsistensi dan rasa lapar akan gelar yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2012, bukan tidak mungkin, tahun 2013 adalah tahun nya Barca juga. Semoga. Visca Barca!!!

Lumat Atletico Madrid,Barca Tegaskan Hegemoni
initialsatsat - Senin, 17 Desember 2012 - 11:09

Duel Klasik di Laliga tersaji di pekan ke-16 antara FC Barcelona vs Atletico Madrid. Duel yang diprediksi ketat, lantaran keduanya adalah penghuni posisi ke-1 dan ke-2 di papan klasemen. Pun antara pemainnya, duel Messi-Falcao turut membumbui panasnya laga tersebut. Maklum keduanya adalah topskorer sementara di Laliga. Tetapi apa yang tersaji di lapangan sangatlah berbeda. Anak asuh Diego Simeone “hanya” hebat di 30menit awal,dan satu jam tersisa Barca berhasil melumat permainan tim tamu. Falcao memang mencetak gol,pun Messi dengan dua gol nya, tetapi gol penyama kedudukan yang dicetak Adriano bak layaknya hentakan alat pemacu jantung untuk anak asuh Tito Vilanova yang sempat tertidur di awal laga. Satu gol dari Sergio Busquets sebelum turun minum, membuat Xavi Hernandez dkk menjadi nyaman untuk meladeni tantangan tim tamu di babak kedua.

Tito Vilanova lagi-lagi menurunkan line up yang berbeda di match kali ini. Dari semua laga yang sudah dijalani sejak pekan pertama, Barca tidak pernah bermain dengan lineup yang sama. Adriano lebih dipercaya Tito ketimbang Dani Alves untuk mengisi posisi RB. “Xaviestaquets” menjadi formasi sempurna di lapangan tengah. Alexis,Messi,Pedro menjadi tukang gedor di match kali ini. Tiga puluh menit awal Blaugrana bermain tidak terlalu bagus, dan beberapa kali gawang Victor Valdes terancam sebelum terjadinya gol Falcao. Tetapi gol Falcao adalah titik balik untuk Barca di pertandingan kali ini. Setelahnya, Barca berhasil menunjukkan intensitasnya lewat permainan bola yang selalu mengalir,pressing yang nyaris sempurna di setiap inci lapangan,dan penguasaan bola dominan yang secara langsung membuat anak asuh Diego Simeone ini praktis bertahan dengan 9 pemain.

Defense Midfield dan Right Back bermain sangat luar biasa kali ini, menutupi buruknya kontribusi sektor penyerangan Barca dari kedua sisi lapangan yang dihuni Pedro dan Alexis. Sergio Busquet membuktikan, bahwa dirinya adalah seorang gelandang bertahan sekaligus “ball winning midfield” yang jenius. Gol yang dicetaknya adalah bukti dari “kepintaran” Sergio. Gol tersebut pula yang sudah meruntuhkan mental Atleti saat turun minum.

Lionel Messi lagi-lagi berhasil mencetak dua gol,meski sepanjang pertandingan terlihat selalu santai,tetapi ketika mendapatkan kesempatan,Leo melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi Messi tidak bisa selalu mencetak gol untuk menentukan kemenangan. Perhatian kini tertuju untuk kedua partner Messi di kedua sayap. Kedua “winger” Barca musim ini sangat sedikit atau bahkan tidak pernah membuat ancaman berarti untuk para pemain belakang lawan. Hal tersebut bisa dilihat dari sumbangan gol dari kedua sayap Blaugrana. Siapapun partner Messi di sisi lapangan,musim ini sektor tersebut sangatlah kurang. Tito memerlukan seorang pemain sayap dengan teknik kemampuan membawa bola yang dimiliki seorang pemain futsal. Dengan mayoritas lawan yang dihadapi selalu bertahan dan dibelakang bola, pemain sayap dengan agilitas dan kecepatan yang tinggi tidak akan pernah bisa maksimal, karena mereka membutuhkan ruang. Sebenarnya kemampuan tersebut ada pada diri Isaac Cuenca, pemain sayap yang tidak membutuhkan ruang untuk mengeksploitasi pemain bertahan lawan. Tetapi dengan cidera lutut yang belum sembuh hingga kini, Tito harus memikirkan solusi secepatnya untuk kedua pemain sayapnya.

Kemenangan atas Atletico Madrid kali ini semakin menegaskan hegemoni Barca di Eropa, khususnya liga Spanyol. Dengan kemenangan ini, rekor baru terus dicetak “Los Azulgrana” di Laliga. Hingga pekan ke-16 ini, Barca belum pernah terkalahkan, 15kali menang dan sekali seri. Barca semakin menjauhkan jarak dengan Atleti yang diposisi kedua dengan selisih 9poin. Pun jarak dengan rival kini menjadi 13poin, terima kasih untuk tim sekota yang sudah menahan seri Casillas dkk di kandang. Di 5 liga teratas di eropa, yakni EPL, Bundesliga,Ligue 1,Seri A dan Laliga sendiri, Barca berada di posisi teratas sebagai tim yang belum pernah terkalahkan. Jika ingin adil, mungkin hanya Benfica dan Porto di liga portugal yang juga membuat prestasi sama dengan FC Barcelona. Tetapi itupun mereka sudah dua kali mengalami hasil seri. Dengan performa yang stabil dan terus berevolusi hingga saat ini, mungkin kita penggemar Barcelona harus bersabar untuk melihat Messi dkk kalah di musim 2012/2013. Semoga, Visca Barca!!

Laliga Jornada 16

FC Barcelona 4 – 1 Atletico Madrid

Venue : Camp Nou

Gol : Adriano (36′), Sergio (45′), Messi (57′ , 88′) – Falcao (31′)

Line Up :

FC Barcelona (433) : Valdes, Adriano (Dani Alves), Pique, Puyol, Alba, Xavi, Sergio, Iniesta, Alexis (Thiago), Messi, Pedro (Villa)

#